ISOLASI KAPANG KONTAMINAN PADA IKAN ASIN YANG DIJUAL DI MOROTAI SELATAN, PULAU MOROTAI

Jufri Anto Aris, Rinto M Nur, Asy’ari Asy’ari, Ningsi Saibi

Abstract


Ikan asin di Kabupaten Morotai diperjualbelikan di pasar tanpa kemasan. Ikan asain hanya diikat denga tali plastik dan digantug begitu saja. Hal ini dapat memicu pertumbuhan mikroba pada ikan asin, terutama kapang. Kapang kontaminan merupakan salah satu kelompok mikroorganisme yang dapat menyebabkan penurunan mutu bahan makanan dengan menyebabkan kerusakan/pembusukan. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi kapang kontaminan pada ikan asin yang dijual di Morotai Selatan Pulau Morotai. Isolasi dan identifikasi kapang dilakukan di Laboratorium FPIK, Universitas Pasifik Morotai. Media untuk pertumbuhan kapang berupa media Tauge Ekstrak Agar (TEA). Isolasi kapang dari ikan asin dilakukan dengan metode pengenceran seri dan penanaman secara aerob (dengan teknik sebaran). Kapang yang tumbuh dipisahkan menjadi biakan murni dan dilakukan pengamatan isolat secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian ditemukan 2 isolat kapang yaitu isolat IA.A1 dan isolat IA.C1. Isolat IA.A1 memiliki ciri-ciri seperti kapang Acromonium sp. dan isolat IA.C1 memiliki ciri-ciri seperti kapang Aspergillus niger.


Keywords


Ikan asin, isolasi, kapang, kontaminan

Full Text:

PDF

References


Afrianto E. dan Liviawaty. 1994. Pengawetan dan Pengolahan Ikan. Kanisius. Yogyakarta.

Akmalasari, I., Purwati, E.S., dan Dewi, S. 2013. Isolasi dan Identifikasi Jamur Endofit Tanaman Maggis (Garcinia mangostana L.). Biosfera, 30(2), 82-89.

Barnett H. L. dan B. B. Hunter. 1998. Illustrated marga of imperfect fungi. 4th ed. USA: Prentice-Hall, Inc

Bennett J. V., Brachman P.S. 2003. Hospital Infection (Third Edition), Little Brown Company, Boston.

Cappucino, J.G. dan Sherman, N. 1999. Microbiology a Laboratory Manual. Addison-Wesley Publishing Company, New York.

Deacon J. W. 2006. Fungal Biology, sixth edition, 21-23, Blackwell Publishing Ltd., Victoria. Australia.

Dewi, R. 2018. Isolation & Identification of Aspergillus Species From Wooden Fish (Keumamah). International Journal of Microbiology and Application, 5(3), 27-35.

Domsch, K.H and W. Gams. 1980. Compendium of soil fungi Volume 1 . Academic Press, London.

Dwijoseputro D. 1981. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan. Jakarta.

Fardiaz S. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. PT. Raja Grafisindo Persada. Jakarta.

Gandjar, I., R.A Samson, K. Twell-Vermeulen, A. Oetari dan I. Santoso. 1999. Pengenalan Kapang Tropik. Umum. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

Handayani B. R., Kusumo B. D., Werdiningsih W., Rahayu T. I., Hariani H. 2017. Kajian Mutu Organoleptik dan Daya Simpan Pindang Tongkol Dengan Perlakuan Jenis Air dan Lama Pengukusan. Pro Food. 3(1): 194-199

Hastuti US, Dipu Y, Mariyanti M. 2011. Isolasi dan Identifikasi Mikoflora Kapang Kontaminan pada Kue Pia yang Dijual di Kota Malang. In Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning. 8(1): 461-466.

Heruwati ES. 2002. Pengelolan Ikan Secara Tradisional: Prospek dan Peluang Pengembangan. Jurnal Litbang Pertanian. 21(3): 92-99.

Jay J. M., Loessner M. J., Golden D. A. 2005. Mycotoxins. Modern food microbiology. Boston: Springer. p.709-726.

Jumallia Agustin A. T., dan Lohoo H. J. 2014. Identifikasi kapang pada ikan terbang (Hirundichthys oxycephalus) asin di Pasar Bersehati. Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan. 2(2):21—26.

Lumbessy, S. Y. 2009, Isolasi dan identifikasi kapang pada ikan patin ( Pangasius sp.) kering. Makalah Bidang Teknik Sumberdaya Alam Pertanian.68-72.

Maryam R. 2008. Mewaspadai Bahaya Kontaminasi Mikotoksin Pada Makanan. [Laporan]. Falsafah Sains, Institut Pertanian Bogor.

Pitt, J. I. dan Hocking, A. D. 1997, Fungi and Foot Spoilage, Second edition. Blackie Academic & Proffesional, London.

Poulos P. G., Critchley J., Diaz J. R. E. 2000. U.S. Patent No. 6,132,786. Washington, DC: U.S. Patent and Trademark Office.

Salle, A. J. 1994. Fundamental Principles of Bacteriology,Second Edition. Mc Graw Hill, New Dehli, India.

Samson R.A., E.S. Hoekstra, J.C. Frisvad and O. Filtenborg. 1999. Introduction to food borne fungi. 4th ed. Netherlands: Ponsen &Looyen .

Simanjuntak, M., Siti, K., dan Riza, L. 2015. Keanekaragaman Kapang Udara di Ruang Perkuliahan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Tanjungpura Pontianak.

Syamsia, S. 2016. Sikap dan Preferensi Petani terhadap Penggunaan Beni Padi Verietas Unggul di Kabupaten Sumbang Jawa Barat. [Tesis] Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Watanabe, T. 2002. Pictorial Atlas of Soil and Seed Fungi: Morphologies of Cultured Fungi and Key to Species. Second Edition. CRC Press. New York.

Wheeler K. A., Hocking A. D., Pitt J. I., Anggawati A. M.1986. Fungi associated with Indonesia dreid Fish. Food Microbiol. (3): 351-357.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/aj.v3i1.10515

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 Citation

       

Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Jl. Wan Amir No. 1, Kel. Pangkalan Sesai, Kec. Dumai Barat, Kota Dumai

Telp/Fax: (0765) 4300443

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats