PARAMETER POPULASI UDANG DOGOL (Metapenaeus ensis De Haan, 1984) DI SELAT BANGKA, SUMATERA SELATAN

Pratiwi Lestari, Tirtadanu Tirtadanu, Duratnat D Kembaren, Wedjatmiko Wedjatmiko

Abstract


Parameter populasi udang dogol (Metapenaeus ensis) di Selat Bangka merupakan informasi penting sebagai bahan masukan dalam opsi kebijakan pengelolaan perikanan udang yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji parameter populasi dan tingkat pemanfaatan udang dogol di perairan Selat Bangka berdasarkan pada data biologi (struktur ukuran, jenis kelamin dan tingkat kematangan gonad). Pengumpulan data biologi dilakukan selama bulan Februari – November 2014 di Pusat Pendaratan Ikan Banyuasin. Pendugaan parameter populasi dilakukan dengan bantuan program FiSAT II, hasil penelitian menunjukkan rata-rata udang dogol yang tertangkap belum melakukan pemijahan (Lc<Lm). Puncak pemijahan udang diduga terjadi pada bulan Juli. Panjang karapas asimtotik (CL) udang dogol jantan sebesar 45,0 mm dan betina sebesar 49,5 mm. Laju pertumbuhan (K) udang dogol jantan sebesar 1,40 per tahun dan betina sebesar 1,45 per tahun. Laju mortalitas total (Z) udang dogol jantan sebesar 4,56 per tahun, laju kematian alamiahnya (M) sebesar 2,02 per tahun dan laju kematian karena penangkapan (F) sebesar 2,54 per tahun. Laju mortalitas total (Z) udang dogol betina sebesar 3,98 per tahun, laju kematian alamiahnya (M) sebesar 2,01 per tahun dan laju kematian karena penangkapan (F) sebesar 1,97 per tahun. Laju eksploitasi udang dogol (E) di Selat Bangka yaitu 0,56 pada jantan dan 0,49 pada betina. Hal tersebut menunjukkan udang dogol jantan di Selat Bangka telah dimanfaatkan secara penuh (fully exploited) dan perlu kewaspadaan dalam pemanfaatannya. Pengaturan mata jaring, jumlah armada dan pengaturan musim penangkapan perlu dilakukan agar pemanfaatan perikanan udang dapat berkelanjutan.

The estimation of the parameter population of greasyback shrimp (Metapenaeus ensis) in Bangka Strait was an important information as a fisheries management policy for sustainable shrimp fisheries. The aims of this research was to assess population parameters and exploitation rate of greasyback shrimp in Bangka Strait based on biological data (size distribution, sex ratio and gonad maturity). Biological data collected from February – November 2014 at landing base in Banyuasin. The Method to estimate population dynamic was analyzed by using FiSAT II, the results showed that the average of greasyback shrimp that was captured had not spawned yet (Lc<Lm). The spawning season occurred in July. Carapace asymptotic length (CL) of male shrimp was 45,0 mm and the female was 49,5 mm. The growth parameter of greasyback shrimp was 1,40/year for male and 1,45/year for female. Total mortality rate (Z), natural mortality rate (M) and fishing mortality rate (F) for male shrimp were 4,82/year, 2,06/year and 2,76/year. Total mortality rate (Z), natural mortality rate (M) and fishing mortality rate (F) for female shrimp were 3,98/year, 2,01/year and 1,97/year. Exploitation rate of greasyback shrimp in Bangka Strait were 0,57 for male and 0,49 for female. The exploitation of male greasyback shrimp was fully exploited so that it needed careful regulation. Therefore, the regulation about mesh size, amount of fishing fleet, periodicity of fishing were needed for sustainable shrimp fisheries.


Keywords


Udang Dogol; Parameter Populasi; Selat Bangka

Full Text:

PDF

References


Beverton, R.J.H. & Holt, S.J. (1959). A review of the life spans and mortality rates of fish in nature and their relation to growth and other physiological characteristics. Ciba Foundation Colloqia on Ageing, 5, 142-180.

DJPT (Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap). (2017). Statistik perikanan tangkap Indonesia menurut provinsi 2017. Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. 325 p.

Gayanilo, F.C. Jr., Sparre, P. & Pauly, D. (2005). FAO- ICLARM Stock Assessment Tools II (FISAT II). Revised version. User’s guide. FAO Computerized Information Series (Fisheries) No. 8. Revised Version. FAO Rome.

Gulland, J.A. (1983). Fish Stock Assessment: a manual of basic methods. John Wiley and Sons. Chicester. 233 pp.

Hasanah, A., Ernawati, T. & Suman, A. (2017). Beberapa aspek biologi udang dogol (Metapenaeus ensis) di perairan Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Prosiding Simposium Nasional Krustase. 15-22.

Kembaren, D.D. & Nurdin, E. (2013). Dinamika populasi dan tingkat pemanfaatan udang windu (Penaeus monodon) di perairan Tarakan, Kalimantan Timur. J. Lit. Perikan. Ind. Vol.19 (4), 221-226. doi: 10.15578/jppi.19.4.2013.221-226

King, M. (1995). Fishery Biology, Assessment and Management. United Kingdom: Fishing New Books. 341 p.

Miftahudin., Mawardi, W. & Riyanto, M. 2016. Tingkat Pemanfaatan dan Pola Musim Udang Dogol (Metapenaeus Ensis) Hasil Tangkapan Trammel Net di Cilacap. Skripsi Sarjana Pada FPIK IPB Bogor : Tidak diterbitkan.

Motoh, H. (1981). Studies on the fisheries biology of the giant tiger prawn, Penaeus monodon, in The Philippines. SEAFDEC Tech. Pap. (7). 128.

Naamin, N. (1984). Dinamika populasi udang jerbung (Penaeus merguiensis de Maan) di perairan Arafura dan alternatif pengelolaannya. Disertasi. Doktor pada Fakultas Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 381 p.

Niamaimandi, N., Arshad, A.B., Daud, S.K, Saed, R.C. & Kiabi, B. (2007). Population dynamics of green tiger prawn, Penaeus semisulcatus (de Haan) in Bushehr coastal waters, Persian Gulf. Fisheries Research, 86, 105-112.

Pauly, D. (1983). Some simple methods for the assessment of tropical fish stocks. FAO Fisheries Technical Paper (254). 52p.

Pauly, D., Ingles, J. & Neal, R. (1984). Application to shrimp stocks of objective methods for the estimation of growth, mortality and recruitment-related parameters from legth-frequency date (ELEFAN I and II). Penaeid shrimps-Their biology and management. Fishing News Books Ltd. 308 P.

Sparre, P. & Venema, S.C. (1992). Introduction to tropical fish stock assessment. Part 1. Manual, FAO Fisheries Technical Paper No. 306.Rev.1. Rome, FAO, 376P.

Suman, A & Boer, M. (2005). Ukuran pertama kali matang kelamin, musim pemijahan dan parameter pertumbuhan udang dogol (Metapenaeus ensis de Haan) di Perairan Cilacap dan Sekitarnya. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 11 (2), 69-74. doi: 10.15578/jppi.11.2.2005.69-74.

Suman, A & Umar, C. (2010). Dinamika populasi udang putih (Penaeus merguiensis de Mann) di perairan Kotabaru, Kalimantan Selatan. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 16 (1), 29-33. doi: 10.15578/jppi.16.1.2010.29-33.

Suman, A., Prisantoso, B. I. & Kembaren, D.D. (2017). Parameter populasi udang dogol (Metapenaeus ensis) dan udang windu (Penaeus monodon) di Laut Arafura. BAWAL, 9 (1), 57-62. doi: 10.15578/bawal.9.1.2017.57-62.

Udupa, K.S. (1986). Statistical Method of Estimating the Size at First Maturity in Fishes. Fishbyte. 4 (2), 8-10. ICLARM. Metro Manila




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/bawal.10.2.2018.119-127


Creative Commons License
Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
p-ISSN 1907-8226
e-ISSN 2502-6410
Find in a library with WorldCatCrossref logo
SHERPA/RoMEO Logogoogle scholardoaj