PEMELIHARAAN IKAN PELANGI PAPUA (Melanotaenia sp.) DENGAN PEMBERIAN BEBERAPA JENIS PAKAN ALAMI

Erfina Savitri

Abstract


Ikan pelangi saat ini mempunyai peluang pasar lokal dan ekspor yang cukup tinggi. Ikan pelangi papua sudah berhasil dilakukan domestikasi dan adaptasi pada tahun 2008 di Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawat, Depok. Karena, itu perlu dilakukan penelitian cara pemeliharaannya terutama dalam pemberian pakannya yang berfungsi untuk mengetahui pertumbuhan dan sintasannya. Ikan uji benih ikan pelangi yang berukuran rata-rata 2,2–2,4 cm sebanyak 540 ekor. Diberi perlakuan pakan yaitu Blood worm/cacing darah, cacing Tubifex sp., dan maggot. Pemeliharaan selama lima bulan. Hasil yang didapat adalah pertumbuhan paling tinggi pada pemberian pakan alami blood worm dengan bobot rata-rata 1,14 g panjang 3,06 cm, disusul cacing 1,00 g; 2,88 cm; dan paling rendah maggot 0,89 g; 2,73 cm. Sintasan terbaik adalah pada pemberian pakan cacing Tubifex sp. sebesar 91,33% menyusul blood worm 87,67%; dan paling rendah penggunaan maggot 76,67%.


Keywords


ikan pelangi, pakan alami, larva

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/blta.8.2.2009.165-168


Creative Commons License
Buletin Teknik Litkayasa Akuakultur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
E-ISSN: 2541-2442