PEMODELAN HIDRODINAMIKA DAN TRANSPOR SEDIMEN DI PERAIRAN PESISIR SEKITAR TANJUNG PONTANG, KABUPATEN SERANG - BANTEN

Joko Prihantono, Irfan Arif Fajrianto, Yessi Nirwana Kurniadi

Abstract


Tanjung Pontang yang terletak di Provinsi Banten mengalami abrasi pantai dan kekeruhan yang cukup serius. Penelitian abrasi pantai ini telah dibuktikan oleh peneliti lain berdasarkan analisis perubahan garis pantai menggunakan citra satelit dengan tahun yang berbeda, namun penelitian dengan menggunakan pemodelan transpor sedimen belum pernah dilakukan di daerah tersebut. Pemodelan numerik hidrodinamika dan transpor sedimen menggunakan perangkat lunak MIKE21 telah berhasil dilakukan pada penelitian ini untuk membuktikan proses abrasi dan kekeruhan di sekitar Tanjung Pontang. Hasil pemodelan hidrodinamika dengan pembangkit parameter angin menunjukkan adanya arus sejajar garis pantai pada saat musim barat dan musim timur. Pada saat musim barat arus sejajar pantai di Tanjung Pontang dominan bergerak ke arah timur, sedangkan pada saat musim timur sebagian arus sejajar pantai di Tanjung Pontang bergerak ke arah timur, dan sebagian bergerak ke selatan menuju Teluk Banten. Selain itu analisis perubahan bed level menunjukkan adanya penurunan bed level yang mengindikasikan abrasi di sekitar Tanjung Pontang dan adanya sedimentasi di Sungai Ciujung Baru. Kekeruhan terjadi di sekitar Tanjung Pontang dan Teluk Banten disebabkan oleh karena adanya tingginya sedimen tersuspensi di Sungai Ciujung Lama dan terbawa oleh arus sejajar garis pantai di sekitar Tanjung Pontang.

Keywords


Hidrodinamika, transpor sedimen, Tanjung Pontang, Kabupaten Serang, abrasi.

Full Text:

PDF

References


Aldrian, E. (2001). Pembagian Iklim Indonesia Berdasarkan Pola Curah Hujan dengan Metoda “Double Correlation”. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 2(1), 11-18.

Akbar, A. A., Sartohadi, J., Djohan, T. S., & Ritohardoyo, S. (2017a). The Role of Breakwaters on The Rehabilitation of Coastal and Mangrove Forests in West Kalimantan, Indonesia. Ocean & Coastal Management, 138(1), 50 - 59.

Akbar, A. A., Sartohadi, J., Djohan, T. S., & Ritohardoyo, S. (2017b). Erosi Pantai, Ekosistem Hutan Bakau dan Adaptasi Masyarakat Terhadap Bencana Kerusakan Pantai di Negara Tropis. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15 (1), 1-10.

Angkotasan, A. M., Nurjaya, I. W., & Natih, N. M. (2012). Analisis Perubahan Garis Pantai Di Pantai Barat Daya Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 3(2), 11-22.

Bakosurtanal & Dishidros TNI-AL. (1999). Teluk Banten Lembar LPI 1110-09 (1st Ed.), Skala 1:50.000. Peta Lingkungan Pantai Indonesia (LPI).

Dronkers, J. (2005). Dynamics of Coastal Systems, World Scientific.

Hartati, R., Pribadi, R., Astuti, R. W., Yesiana, R., H, & Yuni, I. (2016). Kajian Pengamanan dan Perlindungan Pantai di Wilayah Pesisir Kecamatan Tugu dan Genuk, Kota Semarang. Jurnal Kelautan Tropis, 19(2), 95-100.

Hashim, R., Kamali, B., Tamin, N. M., & Zakaria, R. (2010). An Integrated Approach to Coastal Rehabilitation: Mangrove Restoration in Sungai Haji Dorani, Malaysia. Estuarine. Coastal and Shelf Science, 86(1), 118 - 124

Husrin, S., & Prihantono, J. (2014). Penambangan Pasir Laut. Bogor: IPB Press.

Husrin, S., Prihantono, J., & Sofyan, H. (2014). Impacts of Marine Sand Mining Activities to the Community of Lontar Vilage, Serang - Banten. Bulletin of the Marine Geology, 29(2), 81-90.

Hoekstra (2003). Teluk Banten Research Programme: an Integrated Coastal Zone Management Study (1995 - 2001). Proceedings of SPIN Workshop, 59-70, Bandung.

Hoitink, A. J. F. & Hoekstra, P. (2003). Hydrodynamic Control of The Supply of Reworked Terrigenous Sediment to Coral Reef in The Bay of Banten (NW Java, Indonesia). Estuarine Coastal and Shelf Science, 58, 743-755

Indriasari, V. Y., & Akhwady, R. (2017). Rekayasa Eco-Hybrid untuk Restorasi Pantai Kedungu, Bali. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 21(1).

Kusumawati, L. (2008). Penambangan Pasir Laut di Kabupaten Serang: Studi Kasus di Perairan Desa Lontar Kecamatan Tirtayasa. Tesis. Magister Perencanaan Kota dan Daerah: Universitas Gajah Mada.

Mustikasari, E., Dewi, L. C., Heriati, A., & Pranowo, W. S. (2015). Pemodelan Pola Arus Barotropik Musiman 3 Dimensi (3D) untuk Mensimulasikan Fenomena Upwelling di Perairan Indonesia. Jurnal Segara, 11(1): 22-35.

NCDC-NOAA. NCDC Climate Data Online. Diakses 2 Mei 2017, dari https://www7.ncdc.noaa.gov/CDO/dataproduct.

Novico, F., Astjario, P., & Bachtiar, H. (2013). Kondisi Arus Pasang Surut dan Erosi-Sedimentasi di Sekitar Garis Pantai Depan PLTU Tarahan lampung menggunakan DELFT 3D Versi 3.28. Jurnal Geologi Kelautan, 11(1), 39-54.

Nugraha, R. B. A., Surbakti, H., Risandi, J., & Mbay, L. O. N. (2014). Simulasi Pola Arus Laut Dua Dimensi di Perairan Sekitar Penida, Bali. Jurnal Kelautan Nasional, 9(1). 37-45.

Oktariani, D., Atmodjo, W., & Widada, S. (2015). Transport Sedimen di Lokasi Perencanaan Pembangunan Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara. Jurnal Oseanografi, 4(1), 325-332.

Ongkosongo, O. S. R., & Wijonarko, S. (2014). Lingkungan Hidup Kabupaten Serang. Jakarta : Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

P3SLDP. (2014). Kajian Dampak Penambangan Pasir Laut Pantai Utara Banten untuk Reklamasi Teluk Jakarta Terhadap Sumberdaya Laut dan Pesisir. Laporan Penelitian, P3SDLP. Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Qomariyah, L., & Yuwono. (2016). Analisa Hubungan antara Pasang Surut Air Laut dengan Sedimentasi yang Terbentuk. Jurnal Teknik ITS, 5(1), 1.

Rachmat, B., & Purwanto, C. (2011). Morfologi Dasar Laut Kaitannya Dengan Proses Abrasi Pantai Di Perairan Pulau Marore, Sulawesi Utara. Jurnal Geologi Kelautan, 9(1), 29-44.

Rahmawan, G. A., Husrin, S., & Prihantono, J. (2017). Analisa Perubahan Batimetri di Perairan Kabupaten Serang Akibat Penambangan Pasir Laut. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 9(1), 45-55.

Sufyan, A., Akhwady, R., Risandi, J., & Syadiah, N. (2017). Analisa Hidro Oseanografi Pulau Liwungan untuk Studi Kelayakan Struktur Dermaga Apung. Jurnal Kelautan Nasional, 12(3). 127-139.

Syafik, A., Kunarso, & Hariadi. (2013). Pengaruh Sebaran dan Gesekan Angin Terhadap Sebaran Suhu Permukaan Laut di Samudera Hindia (Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia 573). Jurnal Oseanografi, 2(3). 318-328.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Supiyati, Suwarsono, & Setiawan, I. (2013). Pola Transport Sedimen Akibat Arus yang Dibangkitkan Gelombang Di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Prosiding Semirata, 91-97. Bandar Lampung: FMIPA Universitas Lampung.

Thampanya, U., Vermaat, J.E., Sinsakul, S., & Panapitukkul, N., (2006). Coastal Erosion and Mangrove Progradation of Southern Thailand. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 68, 74 - 85.

Triatmodjo, B. (2011). Perencanaan Bangunan Pantai. Cetakan Pertama. Yogyakarta : Beta Offset.

Umar. (2011). Kajian Pengaruh Gelombang Terhadap Kerusakan Pantai Matang Danau Kabupaten Sambas. Jurnal Teknik Sipil UNTAN, 11(1), 93-102.

Wibisono, M. (2005). Pengantar Ilmu Kelautan. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Wyrtki, K. (1961). Physical Oceanography of the Southeast Asian Waters. Naga Report, Scripps Institution of Oceanography. La Jolla, California: The University of California

Wisha, U. J., Tanto, T. A., Pranowo, W. S., & Husrin, S. (2018) Current Movement in Benoa Bay Water, Bali, Indonesia: Pattern of Tidal Current Changes Simulated for The Condition Before, During, and After Reclamation. Regional Studies in Marine Science, 18.177 - 187.

Wisha, U. J., Gemilang, W. A., Rahmawan, G. A., & Kusumah, G. (2017). Pola Sebaran Sedimen Dasar Berdasarkan Karakteristik Morfologi dan Hidro-Oseanografi Menggunakan Model Interpolasi dan Simulasi Numerik Di Perairan Utara Pulau Simeuluecut. Jurnal Kelautan, 10(1), 29-40.

Wisha, U. J., Husrin, S., & Prihantono, J. (2015). Hidrodinamika Perairan Teluk Banten Pada Musim Peralihan (Agustus-September). Ilmu Kelautan, 20(2), 105.

Yudhicara & Yosi, M. (2011). Proses Abrasi di Kawasan Pantai Lombong, Majene, Sulawesi Barat. Jurnal Geologi Kelautan, 9(3), 159-174.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jkn.v1i2.6614


Creative Commons License

Copyright of Jurnal Kelautan Nasional (p-ISSN 1907-767Xe-ISSN 2615-4579)

Pusat Riset Kelautan
Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan

View My Stats

Index by