PEMETAAN DINAMIKA HUTAN MANGROVE MENGGUNAKAN DRONE DAN PENGINDERAAN JAUH DI P. RAMBUT, KEPULAUAN SERIBU

Hadiwijaya Lesmana Salim, Restu Nur Afi Ati, Terry Louise Kepel

Abstract


Pengamatan sebaran dan luas hutan mangrove di Pulau Rambut telah dilakukan pada bulan November 2017 dan Juli 2010 dengan menggunakan analisis foto udara dan citra Geo Eye 1. Kunjungan lapang dilakukan untuk validasi lapang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah segementasi dan klasifikasi terbimbing menggunakan metode analisis berbasis objek (OBIA). Hasil analisis foto udara, data citra dan validasi data pengamatan lapangan, diestimasi bahwa sebaran dan luas hutan mangrove di Pulau Rambut adalah 16,73 ha untuk tahun 2010 dan 17,48 ha di tahun 2017 atau terjadi penambahan sebesar 0,75 ha. Mangrove di P. Rambut terdapat 10 jenis dan didominasi oleh rhizophora mucronata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis dijital berbasis objek terhadap foto udara hasil akuisisi menggunakan drone memberikan hasil yang lebih baik untuk pemetaan dinamika hutan mangrove jika dibandingkan dengan penggunaan citra satelit Geo Eye 1, dengan akurasi keseluruhan sebesar 77,3% dan nilai koefisien kappa sebesar 0,62.

Keywords


Mangrove, drone, penginderaan jauh, Pulau Rambut, OBIA.

Full Text:

PDF

References


Altman D.G. (1991), Practical Statistics for Medical Research. London: Chapman and Hall, https://www.medcalc.org/manual/kappa.php diakses pada 10 Januari 2018

Amelia, N. R., Akhbar. & Arianingsih, I. (2015), Pembuatan Peta Penutupan Lahan Menggunakan Foto Udara yang Dibuat dengan Paramotor di Taman Nasional Lore Lindu (Tnll) (Studi Kasus Desa Pakuli Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi), Warta Rimba Vol.3 No.2: 65-72.

Annonymous, 2012, Indonesia’s newest Ramsar Site, https://www.ramsar.org/news/indonesias-newest-ramsar-site diakses pada 8 Januari 2018

Gularso, H., Subiyanto, S. & Sabri, L. M. (2013), Tinjauan Pemotretan Udara Format Kecil Menggunakan Pesawat ModelSkywalker 1680 (Studi Kasus: Area Sekitar Kampus UNDIP), Jurnal Geodesi Undip, Vol.2 No.2 :78-94.

Hilmi, E. (2003). Model penduga kandungan karbon pada pohon kelompok jenis Rhizophora spp dan Bruguiera spp dalam tegakan hutan mangrove (Studi Kasus di Indragiri Hilir Riau). [disertasi]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor

Huisman, O. & Rolf , A. De. By. (2009). Principles of Geographic Information System - An Introductory Textbook, ITC, Enschede, The Netherlands

Lo, C. P. (1995). Penginderaan Jauh Terapan. Universitas Indonesia Press, Jakarta

Muhammad. (2014). Pemetaan Perubahan Penggunaan Lahan di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Tahun 1999-2006 dengan Citra Satelit Ikonos. Laporan Tugas Akhir, Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta

Onrizal & Kusmana, C. (2006). Komposisi Jenis dan Struktur Hutan Mangrove di Suaka Margasatwa Pulau Rambut, Teluk Jakarta. Peronema Forestry Science Journal Vol 2(1): 1-7.

Puntodewo, A., Dewi, S., & Tarigan, J. (2003) Sistem Informasi Geografis Untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam, Center for Internaional Forestry Research (CIFOR), Bogor, https://www.cifor.org/publications/pdf_files/books/SIGeografis/SIG-part-4.pdf diakses pada 8 Januari 2018

Purbowaseso, B. (1995). Penginderaan Jauh Terapan, UI Press, Jakarta.

Pusat Riset Kelautan (2017). Kajian Dinamika Ekosistem Pesisir dalam Kerangka Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim. Laporan Akhir Kegiatan, Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan, KKP.

Ramadhani, Y. H., Rokhmatulloh, Poniman, A. & Susanti, R. (2015). Pemetaan Pulau Kecil dengan Pendekatan Berbasis Objek Menggunakan Data Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Studi Kasus di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Majalah Ilmiah Globe, Vol.17 No.2 :125 -134.

Restuhadi, F., Sandhyavitri, A., Sulaeman, R., Kurnia, D. & Suryawan, I. (2013). Estimasi Potensi Cadangan Karbon Hutan Mangrove: Studi Kasus di Kabupaten Indragiri Hilir. ISBN 978-602-9066-67-8, Pusat Pengembangan Pendidikan, Universitas Riau, Pekanbaru

Septiana, B., Wijaya, A. P. & Suprayogi, A. (2017), Analisis Perbandingan Hasil Orthorektifikasi Metode Range Doppler Terrain Correction dan Metode Sar Simulation Terrain Correction Menggunakan Data Sar Sentinel – 1, Jurnal Geodesi Undip, Vol.6 No.1, 148-157.

Sitorus, J., Purwandari, Darwini, L. E., Widyastuti, R. & Suharno. (2006). Kajian Model Deteksi Perubahan Penutup Lahan Menggunakan Data Inderaja untuk Aplikasi Perubahan Lahan Sawah. www.lapanrs.com

Somantri, L. (2008), Pemanfaatan Teknik Penginderaan Jauh untuk Mengidentifikasi Kerentanan dan Risiko Banjir, Jurnal Geografi GEA, Vol. 8 No. 2, http://ejournal.upi.edu/index.php/gea/article/view/1697/1148 diakses pada 8 Januari 2018

Suprakto, B. (2005), Studi tentang Dinamika Mangrove Kawasan Pesisir Selatan Kabupaten Pamekasan Provinsi Jawa Timur dengan Data Penginderaan Jauh, Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Supriyadi, I. H., & Wouthuyzen, S. (2005). Penilaian ekonomi sumberdaya Mangrove di Teluk Kotania Seram Barat, Provinsi Maluku, OLDI (38) 1-21.

Sutanto. (1986). Penginderaan Jauh Jilid I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Suwargana, N. (2008), Analisis Perubahan Hutan Mangrove Menggunakan Data Penginderaan Jauh di Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, Jurnal Penginderaan Jauh ,Vol.5 :64-74.

Wahyunto. (2007), Peranan Citra Satelit dalam Penentuan Potensi Lahan. www.litbang.deptan.go.id

Wibowo, T. S. & Suharyadi, R. (2012). Aplikasi Object-Based Image Analysis (OBIA) untuk Deteksi Perubahan Penggunaan Lahan Menggunakan Citra ALOS AVNIR-2, Jurnal Bumi Indonesia, Volume 1, No. 3 : 130- 138.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jkn.v13i2.6639


Creative Commons License

Copyright of Jurnal Kelautan Nasional (p-ISSN 1907-767Xe-ISSN 2615-4579)

Pusat Riset Kelautan
Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan

View My Stats

Index by