Ancaman Gelombang Ekstrim dan Abrasi pada Penggunaan Lahan di Pesisir Kepulauan Karimunjawa (Studi Kasus: Pulau Kemujan, Pulau Karimunjawa, Pulau Menjangan Besar dan Pulau Menjangan Kecil)

Dini Purbani, Hadiwijaya Lesmana Salim, Luh Putu Ayu Citra Savitri Kusuma, Armyanda Tussadiah, Joko Subandriyo

Abstract


Kepulauan Karimunjawa yang terletak di lepas pantai Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, merupakan gugus pulau-pulau kecil yang terdiri dari 27 pulau. Sebagian kawasan Kepulauan Karimunjawa seluas 1.116,25 km2 telah ditetapkan sebagai Taman Nasional Karimunjawa. Secara geografis wilayah kepulauan Indonesia, termasuk Kepulauan Karimunjawa, berada pada kawasan rawan bencana, dengan potensi tinggi terjadinya berbagai bencana hidrometeorologi, seperti gelombang ekstrim dan abrasi. Kepulauan Karimunjawa rawan bencana terutama karena kondisi alam dan geografi setempat. Gelombang ekstrim dapat mengakibatkan terjadinya gelombang pasang dan abrasi Kepulauan Karimunjawa. Mengukur tingkat ancaman gelombang ekstrim dan abrasi di pesisir pantai merupakan bagian dari suatu kajian risiko bencana di daerah rawan bencana. Penelitian ini dilakukan di Kepulauan Karimunjawa menggunakan metode penghitungan indeks ancaman gelombang ekstrim dan abrasi berdasarkan Peraturan Kepala Badan Nasional Penangulangan Bencana No. 2/2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana, dengan parameter tinggi gelombang, arus, tutupan vegetasi, bentuk garis pantai dan tipologi pantai, difokuskan di daerah sempadan pantai. Proses analisis data menggunakan perangkat lunak keruangan ArcGIS dan ER Mapper. Hasil analisis menunjukkan terdapat tiga kelas ancaman gelombang ekstrim dan abrasi di daerah sempadan pantai di lokasi studi, yaitu rendah (0,01%), sedang (19,33%) dan tinggi (80,67%). Penggunaan lahan yang terkena ancaman gelombang ekstrim dan abrasi yaitu perkebunan (48,33%), hutan mangrove (23,28%) dan vegetasi (13,05%).

Keywords


Ancaman gelombang ekstrim dan abrasi; Kepulauan Karimunjawa; sempadan pantai; Pengkajian Risiko Bencana

Full Text:

PDF

References


Anonim. (2012). Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana.

Anonim. (2014). Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2015-2019.

Anonim. (2017). Badan Pusat Statistik Kabupaten Jepara. Kecamatan Karimunjawa Dalam Angka 2017. viii + 104 hlm.

Anonim. (2004). Balai Taman Nasional Karimunjawa. Penataan Zonasi Taman Nasional Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah (2), p. 63. Available at: http://www.tn-karimunjawa.com.

Anonim. (2017). Copernicus Marine Environment Monitoring Service. Global Ocean 1/12° Physics Analysis and Forecast Updated Daily. Cited in http://forum.marine.copernicus.eu/discussion/216/update-time-global-ocean-112-physics-analysis-and-forecast-updated-daily/p1. [20 Agustus 2017].

Amri, M. R., Yulianti, G., Yunus, R., Wiguna, S., Adi, A.W., Ichwana, A. N., Randongkir, R. E. & Septian. R. T. (2016). Risiko Bencana Indonesia. Direktorat Pengurangan Risiko Bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Jakarta.

van Aalst, M. K. (2006). The impacts of climate change on the risk of natural disasters. Disasters, 30(1), 5–18.

Bengen, D. G., Retraubun, A. S., & Saad, S. (2012). Menguak Realitas dan Urgensi Pengelolaan Berbasis Ekososio Sistem Pulau-Pulau Kecil.

Dahdouh-guebas, F. (2002). The Use of Remote Sensing and GIS in The Sustainable Management of Tropical Coastal Ecosystems. Environment, Development and Sustainability, 4(9), 93–112. doi: 10.1023/A:1020887204285.

[Dit. KKHL] Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut. (2018). Data Kawasan Konservasi Taman Nasional Laut Karimunjawa. Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut. Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Cited in http://kkji.kp3k.kkp.go.id/index.php/basisdata-kawasan-konservasi/details/1/13. [23 Februari 2018].

EarthExplorer. (2017). U.S. Department of the Interior. U.S. Geological Survey. Cited in https://earthexplorer.usgs.gov/. [5 September 2017].

[ECMWF] European Centre for Medium-Range Weather Forecasts. (2017). ERA Interim, Daily. Cited in http://apps.ecmwf.int/datasets/data/interim-full-daily/levtype=sfc/. [20 Agustus 2017].

Fachrurrozi, M., Widada, S., & Helmi, M. (2013). Studi Pemetaan Batimetri Untuk Keselamatan Pelayaran Di. Jurnal Oseanografi, 2(3), 310–317.

Garcin M., Desprats J.F., Fontaine M., Pedreros R., Attanayake N., Fernando S., Siriwardana C. H. E. R., De Silva U., & Poisson B. (2008). Integrated approach for coastal hazards and risks in Sri Lanka. Nat. Hazards Earth Syst. Sci. (8), 577–586.

Hadi, I. S., Edi. M. A., Priyo H., & Dyah M. (2007). Kualitas Air Tanah Bebas Kota Karimunjawa, Pulau Karimunjawa. Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan, 17(2), 27-50.

Hidayat, J. J., Muh. Y., & Elis I. (2013). Dinamika Penjalaran Gelombang Menggunakan Model CMS-Wave di Pulau Parang Kepulauan Karimunjawa, Jurnal Oseanografi, 2(27), 255–264.

Ina-Geoportal. (2018). Geospasial untuk Negeri. Cited in http://tanahair.indonesia.go.id/portal-web. [19 Januari 2018].

Muliati, Y., Tawekal, R. L., Wurjanto, A., Kelvin, J., & Pranowo, W. S. (2018). Application of SWAN model for hindcasting wave height in Jepara Coastal Waters, North Java, Indonesia. International Journal of GEOMATE, 15(48), 114–120.

Musa, M., Handoyono, G., & Setyono, H. (2013). Peramalan Pasang di Perairan Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara, menggunakan Program “Worldtides”. Jurnal Oseanografi, 3(1), 1-7.

Pelling, M., & Uitto, J. I. (2001). Small island developing states: natural disaster vulnerability and global change. Global Environmental Change Part B: Environmental Hazards, 3(2), 49-62.

Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 22 Tahun (2003) Tentang Pengelolaan Kawasan Lindungdi Propinsi Jawa Tengah.

Peraturan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Nomor : KEP. 009 Tahun 2010 Tentang Prosedur Standar Operasional Pelaksanaan Peringatan Dini, Pelaporan, dan Diseminasi Informasi Cuaca Ekstrim.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2016 Tentang Batas Sempadan Pantai.

Rodolfo, K. S., & Siringan, F. P. (2006). Global sea-level rise is recognised, but flooding from anthropogenic land subsidence is ignored around northern Manila Bay, Philippines’. Disasters, 30(1), 118-139.

Ruswandi, Asep S., Syafri M., Etty R., & Priyadi K. (2008). Identifikasi Potensi Bencana Alam dan Upaya Mitigasi yang Paling Sesuai Diterapkan di Pesisir Indramayu dan Ciamis, Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan, 2(2), 1–19.

Schlitzer, R. (2015). Ocean Data View. http://odv.awi-bremerhaven.de

Sidarto, S. S., & B. Hermanto (1993). Geologi Lembar Karimunjawa, Jawa, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Indonesia.

Simanjorang, J. E., Pranowo, W. S., Sari, L. P., Purba, N. P., & Syamsuddin, M. L. (2018). Building up the database of the Level-2 Java Sea Ecoregion based on physical oceanographic parameters. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 176(1).

Siregar, S. N., Sari, L. P., Purba, N. P., Pranowo, W. S., & Syamsuddin, M. L. (2017). Pertukaran massa air di Laut Jawa terhadap periodisitas monsun dan Arlindo pada tahun 2015. Depik, 6(1), 44–59.

Suryanti (2010). Degradasi Pantai Berbasis Ekosistem Di Pulau Karimunjawa Kabupaten Jepara.

Theilen-Willige, B., Paraskevas S., Illias N. T., & Ionnna P. (2012). Remote Sensing and Geographic Information Systems (GIS) Contribution to the Inventory of Infrastructure Susceptible to Earthquake and Flooding Hazards in North-Eastern Greece. Geosciences, 2(4), 203–220.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Wicaksana, S., Sofian, I., Pranowo, W., Kuswardani, A. R. T. D., Saroso & Sukoco, N. B. (2015). Karakteristik Gelombang Signifikan di Selat Karimata dan Laut Jawa berdasarkan Rerata Angin 9 Tahunan (2005-2013), Omni-Akuatika, 11(2), 33–40.

Yusuf, M. (2013). Kondisi terumbu karang dan potensi ikan di perairan Taman Nasional Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Buletin Oseanografi Marina, 2, 54-60.

Yusuf, M. (2007). Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Kawasan Nasional Karimunjawa Secara Berkelanjutan. Disertasi Institut Pertanian Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jkn.v14i1.7207

Copyright (c) 2019 Jurnal Kelautan Nasional


Creative Commons License

Copyright of Jurnal Kelautan Nasional (p-ISSN 1907-767Xe-ISSN 2615-4579)

Pusat Riset Kelautan
Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan

View My Stats

Index by