Perkembangan Gonad Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) dengan Penyuntikan Estradiol 17β Dosis Berbeda

Tristiana Yuniarti, Titik Susilowati, Fajar Basuki, Sri Hastuti, Ristiawan Agung Nugroho, Anis Marfuah

Abstract


Ikan nilem (Osteochilus hasselti) adalah salah satu ikan endemik yang potensial untuk dikembangkan. Benih ikan nilem pun banyak dimanfaatkan sebagai ikan terapi. Ikan nilem tergolong ikan yang memijah tergantung musim, sehingga perlu adanya teknologi pengelolaan induk untuk meningkatkan perkembangan gonad. Salah satunya adalah dengan manipulasi hormonal melalui pemberian hormon estradiol 17β. Hormon estradiol 17β berperan penting dalam proses vitelogenesis dan perkembangan gonad. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hormon estradiol 17β terhadap perkembangan gonad ikan nilem dan dosis terbaiknya. Hewan uji menggunakan 48 ekor ikan nilem (O. hasselti) dan berat ±100 gram dengan umur 10 bulan yang sudah memasuki TKG III. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis estradiol yang digunakan yaitu A (0 µg/kg), B (100 µg/kg), C (200 µg/kg) dan D (300 µg/kg). Penyuntikan estradiol 17β dilakukan secara berkala pada hari 0, 10 dan 20 dengan dosis sesuai perlakuan. Respon yang diamati meliputi bobot mutlak, panjang mutlak, TKG, IKG, IHS dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuntikan estradiol 17β dengan dosis berbeda secara berkala memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot mutlak, IKG dan IHS, dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan panjang mutlak. Perlakuan terbaik adalah perlakuan C dengan dosis estradiol 200 µg/kg yang menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak 27,92±2,84 gram, pertumbuhan panjang mutlak 1,46±0,21 cm, IKG 18,34±1,58%, IHS 1,08±0,09% dan TKG IV pada hari ke 30.  Kualitas air media selama pemeliharaan yaitu suhu 26,7-28,4˚C, DO 3-4,0 mg/l dan pH 7-8.


Keywords


Estradiol 17β; penyuntikan; Ikan Nilem; Perkembangan Gonad

Full Text:

PDF

References


Aryani, N., & Suharman, I. (2014).Effects Of 17ß Estradiol On The Reproduction Of Green Catfish(Hemibagrus nemurus, Bagridae). Journal Of Fisheries and Aquaculture.5(1): 163-166.

Bijaksana, U. (2012). Evaluasi Konsentrasi Estradiol 17β pada Ikan Gabus (Channa striata Blkr) di Dua Habitat. Bioscientiae. 9(1): 31-44.

Cerda, J., Calman B. G., Lefleur, GJJr., Limesand S. (1996). Patten of Vitellogenesis and Ovarian Folicular Cycle of Fundulus heteroclitus. Gen. Comp. Endo. 103: 24-35.

Charisty, N. A. (2013). Pemanfaatan Biji Pepaya Muda (Carica papaya L.) untuk Meningkatkan Kematangan Gonad Pada Ikan Nilem (Osteochillus hasselti C. V). [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Kelautan.Universitas Padjajaran. 75 hlm.

Dewantoro, E. (2015). Keragaan Gonad Ikan Tengadak (Barbonymus scwanenfeldii) Setelah Diinjeksi Hormon HCG secara Berkala. Jurnal Akuatika. 6(1): 1-10.

Effendie, M. I. (2002). Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta. 163 hlm.

Fadhillah, R. (2017). Peningkatan Produksi Telur Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) sebagai Sumber Kaviar Melalui Kombinasi Oodev, rGH dan Minyak Ikan pada Pakan. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor. 42 hlm.

Handoyo, B. (2012). Respon Benih Ikan Sidat Terhadap Hormon Pertumbuhan Rekombinan Ikan Kerapu Kertang Melalui Perendaman dan Oral. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor. 73 hlm.

Hermawan, A., & Jubaedah, I. (2013). Kajian Budidaya Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) dalam Upaya Konservasi Sumbedaya Ikan Provinsi Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan Perikanan. 4(1): 1-10.

Isriansyah. (2011). Efektivitas Pemberian Kombinasi Hormon Human Chorionic Gonadotropin dan 17α-Metiltestosteron Secara Kronis Terhadap Kadar Estradiol 17β dan Perkembangan Telur Ikan Baung (Mystus nemurus). J. Ris. Akuakultur.6(2): 263-269.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2020). Statistik Produksi Perikanan. Diakses dari: https://statistik.kkp.go.id/

Kusmini, I. I., Putri, F. P., & Prakoso, V. A. (2016). Bioreproduksi dan Hubungan Panjang-Bobot Terhadap Fekunditas Pada Ikan Lalawak (Barbonymus balleroides). Jurnal Riset Akuakultur. 11(4): 339-345.

Lee, W. K., & Yang, W. S. (2002). Relationship Between Ovarian Development and Serum Levels of Gonadal Steroid Hormones, and Induction of Oocyte Maturation and Ovulation in the Cultured Female Korean Spotted Sea BassLateolabrax maculatus (Jeom-nong-eo). Aquaculture. 207: 169-183.

Muzahar, Zairin, M., Yulianda, F., Suprayudi, M. A., Alimuddin, & Effendi, I. (2019). Pengaruh Pemberian Hormon 17β-Estradiol Terhadap Perkembangan Gonad Siput Gonggong Laevistrombus Turturella. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 11(3): 583-593.

Muzaki, A., Wardana, I. K., Sembiring, S. B. M. & Haryanti. (2013). Pemberian Hormon Estradiol secara Oral terhadap Perkembangan Gonad Calon Induk Ikan Kerapu Bebek, Cromileptes altivelis. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2013. 649-656 hlm.

Nagahama, Y. (1994). Endocrine Regulation of Gametogenesis in Fish. International Journal of Development Biology. 38: 217-229.

Nagahama, Y., Yoshikuni, M., Yamashita, M., Tokumoto, T., & Katsu, Y. (1995). Refulation of Oocyte Growth and Maturation in Fish. Current Topics in Development Biology. 30: 103-145.

Putra, W. K. A., Sudrajat, A. O., & Bambang, N. (2013). Induksi Maturasi Belut Sawah (Monopterus albus) dengan Hormon Human Chorionic Gonadotropin dan Antidopamin. J. Ris. Akuakultur. 8 (2): 209-220.

Rochmatin, S. Y., Solichin, A. & Saputra, S. W. (2014). Aspek Pertumbuhan dan Reproduksi Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) di Perairan Rawa Pening Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Management of Aquatic Resources. 3 (3): 153-159.

Santo, A. P., Susilo, U., & Wijayanti, G. E. (2014). Perkembangan Oosit Induk Osteochilus hasselti C.V. yang Diberi Hormon Estradiol-17β dan Pakan Dengan Kadar Protein Berbeda. Scripta Biologica. 1 (1): 33-42.

Sinjal, H., Ibo, F., & Pangkey, H. (2014). Evaluasi Kombinasi Pakan dan Estradiol 17β terhadap Pematangan Gonad dan Kualitas Telur Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi. 1 (1): 97-112.

Subagja, J., Arifin, O. Z., & Prakoso, V. A. (2015). Pematangan Gonad Ikan Semah (Tor dourensis) Asal Alam Melalui Terapi Hormon Estradiol secara Oral. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2015. 211-218 hlm.

Syandri, H. (2004). Penggunaan Ikan Nilem (Osteochilus hasselti CV) dan Ikan Tawes (Puntius javanicus CV) sebagai Agen Hayati Pembersih Perairan Danau Maninjau, Sumatera Barat. Jurnal Natur Indonesia. 6 (2): 87-90.

Utiah, A. (2006). Penampilan Reproduksi Induk Ikan Baung (Hemibagrus nemurus Blkr) dengan Pemberian Pakan Buatan yang Ditambahkan Asam Lemak N-6 dan N-3 dan dengan Implantasi Estradiol-17β dan Tiroksin. [Disertasi]. Institut Pertanian Bogor. 60 Hlm.

Yusuf, D. H., Sugiharto & Wijayanti, G. E. (2014). Perkembangan Post-Larva Ikan Nilem Osteochilus hasselti C. V. dengan Pola Pemberian Pakan Berbeda. Scripta Biologica. 1 (3): 185-192.

Zahri, A., Sudrajat, A. O., & Junior, M. Z. (2018). Profil Hormon FSH, LH, dan Estradiol Serta Kadar Glukosa Darah Sidat, Anguilla bicolor (Mc. Clelland, 1884) yang Dirangsang Hormon HCG, MT, E2 dan Anti Dopamin. Jurnal Iktiologi Indonesia.18(1): 57-67.

Zohar, Y., & Mylonas, C. C. (2001). Endocrine Manipulations of Spawning in Cultured Fish from Hormones to Genes. Aquaculture. 197: 99-136.

Zweig, R. D., Morton, J. D., & Stewart, M. M. (1999). Source Water Quality for Aquaculture. The World Bank.Washington D C: 76 p.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jkpt.v4i2.10789

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 

  Creative Commons License

Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
ISSN Online: 2654-9581

POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN
BADAN RISET DAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

View My Stats

 

Index by



Location: https://goo.gl/maps/sjorau9p8zWbrQtJ6