STRUKTUR UKURAN, HASIL TANGKAPAN PER UNIT UPAYA DAN MUSIM PENANGKAPAN TUNA MATA BESAR (Thunnus obesus LOWE, 1839) DI BAGIAN TIMUR SAMUDRA HINDIA

Suciadi Catur Nugroho, Irwan Jatmiko, Prawira Atmaja Rintar Pandapotan Tampubolon

Abstract


Tuna mata besar (Thunnus obesus) merupakan salah satu komoditi ekspor ikan tuna yang utama di Indonesia. Permintaan yang tinggi dapat mengakibatkan tekanan penangkapan meningkat dan dapat berdampak pada kelimpahan/ketersediaan stok sumber dayanya. Struktur ukuran ikan yang tertangkap, hasil tangkapan per upaya dan musim penangkapan merupakan beberapa informasi penting untuk mendukung pengelolaan perikanan. Tulisan ini membahas mengenai struktur ukuran ikan, hasil tangkapan per upaya dan periode musim penangkapan ikan tuna mata besar di Samudra Hindia bagian timur. Data yang dianalisis merupakan hasil tangkapan dan jumlah trip penangkapan per bulan dengan alat tangkap rawai tuna yang berbasis di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Bungus. Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat panjang (cm) dan bobot (Kg) tuna mata besar serta jumlah kapal yang mendaratkan hasil tangkapannya di PPS Bungus pada periode Maret 2012 sampai dengan Desember 2016. Hasil pengamatan menunjukan bahwa kisaran panjang ikan yang tertangkap pada periode penelitian antara 80 - 195 cmFL. Hasil tangkapan per upaya untuk tuna mata besar tertinggi terjadi pada tahun 2012 yaitu sebesar 0,402 ton/trip dan mengalami penurunan dari tahun 2012 sampai 2016 dan mencapai nilai terendah pada tahun 2014 yaitu sebesar 0,023 ton/trip. Berdasarkan indeks musim penangkapan, bulan Maret, April, Mei dan Oktober merupakan musim penangkapan ikan.

Bigeye tuna (Thunnus obesus) is one of the main export tuna commodities in Indonesia. The high demand of this product could lead the increase of fishing pressure that impact on the resource stock availability.. Size structure, catch per unit efforts and fishing season are some important information to support fisheries managemen. This paper would describe the information about catch size, catch per unit efforts and the fishing season bigeye tuna the Eastern Indian Ocean. Data that analyzed were monthly catch and effort in tuna longline fishery in Ocean Fishing Port of Bungus. The information that collected are length (cm) and weight (kg) of bigeye tuna and the number of fishing vessels that landing in Ocean Fishing Port of Bungus Padang, West Sumatra from March 2012 to December 2016. The results showed that the range of collected fish from 80-195 cmFL. The highest catch per unit effort (CPUE ) of bigeye tuna occured in 2012 with 0,402 ton/trip then decreased from 2012 to 2016 and reached the lowest point in 2014 with 0,023 ton/trip. The fishing season occurred in March, April, May and October based on the index of the capture season.


Keywords


CPUE; size structure; CPUE, fishing season; Indian Ocean; Thunnus obesus

Full Text:

PDF

References


Andamari, R., Hutapea, J. H., & Prisantoso, B. I. (2012). Aspek reproduksi ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 4 (1), 89-96.

Direktorat Jenderal Perikannan Tangkap. (2015). Statistik Perikanan Tangkap di Laut Menurut Wilayah Pengelolaan Perikanan Laut Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 2005-2014. Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikannan Tangkap, Jakarta, Indonesia. 2015.

BRPL (Balai Riset Perikanan Laut). (2004). Musim penangkapan ikan di Indonesia (p. 116). Edisi 1. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta, Indonesia: PT. Penebar Swadaya.

Collette, B.B., & Nauen, C.E. (1983). FAO species catalogue. Vol. 2 No 125. Scombrids of the world. An Annonated and illustrated catalogue of tunas, mackerels, bonitos, and related species known to date (137 pp). FAO Fisheries Synopsis. Rome, Italy: FAO Press.

Faizah, R., & Aisyah. (2011). Komposisi jenis dan distribusi ukuran ikan pelagis besar hasil tangkapan pancing ulur di Sendang Biru, Jawa Timur. Bawal, 3 (6), 377-385. DOI: http://dx.doi.org/10.15578/bawal.3.6.2011.377-385

Faizah, R., & Prisantoso, B.I. (2010). Hubungan panjang dan bobot, sebaran frekuensi panjang, dan faktor kondisi tuna mata besar (Thunnus obesus) yang tertangkap di Samudra Hindia. Bawal. 3 (3), 183-189. DOI: http://dx.doi.org/10.15578/bawal.3.3.2010.183-189

FAO. (2018). The state of world fisheries and aquaculture 2018 - meeting the sustainable development goals (p. 210). Rome. Italy.

Gulland, J.A. (1983). Fish stock assessment. A manual of basic method (p. 241). FAO/Wiley Series on Food and Agriculture, Rome.

Indian Ocean Tuna Commission (IOTC). (2010). Report of the twelth session of the IOTC working party on tropical tunas (p.82). Victoria,Seychelles, 18–25 October 2010.

Indian Ocean Tuna Commission (IOTC). (2017). Report of the 19th session of the IOTC working party on tropical tunas (p.118). Seychelles, 17–22 October 2017.

International Seafood Sustainability Foundation (ISSF). (2015). ISSF tuna stock status update, 2015: Status of the world fisheries for tuna. ISSF Technical Report 2015-03A. International Seafood Sustainability Foundation, Washington, D.C., USA.

Jatmiko, I., Setyadji, B., & Novianto, D. (2014). Distribusi spasial dan temporal ikan tuna mata besar (Thunnus obesus) di Samudra Hindia bagian timur. J. Lit Perikan. Ind. 20 (3),137-142. DOI:http://dx.doi.org/10.15578/jppi.20.3.2014.137-142

King, M. (2007). Fisheries biology, assessment and management, second edition. (p.381). Oxford, England: Blackwell Publishing Ltd.

Kunarso, Hadi S., & Ningsih, N.S. (2005). Kajian lokasi Upwelling untuk penentuan fishing ground potensial ikan tuna. Ilmu Kelautan. 10 (2), 61-67.

Kurniawati, E., Ghofar, A., Saputra, S.W., & Nugraha, B. (2016). Pertumbuhan dan mortalitas ikan tuna mata besar (Thunnus obesus) di Samudra Hindia yang didaratkan di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali. Journal of Management of Aquatic Resources. 5(4), 371-380.

Langley, A., Harley, S., Hoyle, S., Davies, N., Hampton J., & Kleiber, P. (2009). Stock assessment of yellowfin tuna in the western and central Pacific Ocean (p.121). Noumea, New Caledonia: Secretariat of the Pacific Community,WCPFC-SC5-SA-WP-03.

Mardlijah, S., & Rahmat, E. (2012). Penangkapan juvenile ikan madidihang (Thunnus albacares Bonnatere 1788) di perairan Teluk Tomini. Bawal. 4(3), 169-176. DOI:http://dx.doi.org/10.15578/bawal.4.3.2012.169-176

Miyake, M.P., Miyabe, N., Nakano, H. (2004). Historical trends of tuna catches in the world. FAO Fisheries Technical Paper. No. 467. Rome, FAO. 2004. 74p.

Nahib, I. (2008). Analisis bioekonomi dampak keberadaan rumpon terhadap kelestarian sumberdaya perikanan tuna kecil (studi kasus di perairan Teluk Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi). Tesis. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 122 p.

Nugraha, B., & Suwarso. (2006). Perikanan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) di perairan Marisa, Teluk Tomini. Bawal. 1 (3), 107-111. DOI:http://dx.doi.org/10.15578/bawal.1.3.2006.107-111

Nugraha, E., Koswara, B., & Yuniarti. (2012). Potensi lestari dan tingkat pemanfaatan ikan kurisi (Nemipterus japonicus) di Perairan Teluk Banten. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 3 (1), 91-98.

Nurdin, E., Taurusman, A.A., & Yusfiandayani, R. (2012). Optimasi jumlah rumpon, unit armada dam musim penangkapan perikanan tuna di perairan Prigi, Jawa Timur. J. Lit Perikan. Ind. 8 (1), 53-60. DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jppi.18.1.2012.53-60

Purba, N.P., & Pranowo, W.S. (2015). Dinamika oseanografi, deskripsi karakteristik massa air dan sirkulasi laut (p. 276). Bandung: UNPAD Press.

Setyadji. B., Hartaty, H., & Mardlijah, S. (2016). The seasonal variability of CPUE and catch-at-size distribution of troll and handline tuna fisheries landed in Labuhan Lombok. Ind. Fish Res. J. 22(1), 53-60. DOI: http://dx.doi.org/10.15578/ifrj.22.1.2016.53-60

Spiegel, M. R., (1961). Theory and problems of statistics (359 p). New York : Schaum Publ. Co.

Syahrir, R., Mulyono, M., Darmawan, S.B., Ernani, L., & Eko, S.W. (2010). Pola musim penangkapan ikan pelagis di Teluk Apar. Jurnal Ilmu Perikanan Tropis. 13 (1), 24-31.

Triharyuni, S., & Prisantoso, B.I. (2012). Komposisi jenis dan sebaran ukuran tuna hasil tangkapan longline di perairan Samudera Hindia Selatan Jawa. Jurnal Saintek Perikanan. 8 (1), 52-58.

Uktolseja, J.C.B., Gafa, B., & Bahar, S. (1991). Potensi dan penyebaran sumberdaya ikan tuna dan cakalang dalam: Martosubroto P., N. Naamin, B.B.A. Malik, editor. Potensi dan Penyebaran Sumberdaya Ikan Laut di Perairan Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Perikanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi. Jakarta.

WCPFC. (2010). Summary report of the sixth regular session of the scientific committee of commission for the conservation and management of highly migratory fish stocks in the western and central Pacific Ocean (169 pp). Nuku’alofa, Tonga, 10–19 August 2010.

Wudianto, K. Wagiyo & B. Wibowo. (2003). Sebaran daerah penangkapan ikan tuna di Samudra Hindia. J. Lit Perikan. Ind Edisi Sumberdaya dan Penangkapan, 9 (7), 19-27. DOI:http://dx.doi.org/10.15578/jppi.9.7.2003.19-27

Wujdi, A., Setyadji, B., & Nugraha, B. (2015). Sebaran ukuran panjang dan nisbah kelamin ikan madidihang (Thunnus albacares) di Samudra Hindia bagian timur. Bawal. 7 (3), 175–182. DOI:http://dx.doi.org/10.15578/bawal.7.3.2015.175-182




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jppi.24.3.2018.%25p


Creative Commons License
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats
p-ISSN 0853-5884
e-ISSN 2502-6542

Find in a library with WorldCatCrossref logoSHERPA/RoMEO Logogoogle scholardoaj