PRODUKTIVITAS PASCALARVA IKAN SEMAH Tor douronensis (Valenciennes, 1842) PADA LINGKUNGAN EX SITU DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA

Jojo Subagja, Deni Radona

Abstract


Ikan semah Tor douronensis (Valenciennes, 1842) merupakan ikan asli perairan Indonesia yang memiliki potensi untuk dibudidayakan sebagai ikan konsumsi maupun ikan hias. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi produktivitas (pertumbuhan, sintasan, dan biomassa) pascalarva ikan semah berdasarkan padat tebar berbeda (10, 15, dan 20 ekor/L) sebagai kegiatan awal domestikasi. Penelitian dilakukan di Instalasi Penelitian Plasma Nutfah Perikanan Air Tawar Cijeruk, Bogor dan dilaksanakan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. Pascalarva yang digunakan berukuran panjang 1,02 ± 0,06 cm dan bobot 0,69 ± 0,08 mg; merupakan hasil pemijahan secara induksi hormon dari induk hasil tangkapan alam yang diadaptasi selama dua tahun di kolam percobaan. Pemeliharaan dilakukan dalam akuarium berukuran 40 cm x 30 cm x 30 cm dengan volume air 15 L. Selama 40 hari pemeliharaan pascalarva diberi pakan alami berupa Artemia secara at-satiation dengan frekuensi tiga kali sehari (pagi, siang, dan sore). Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa pertumbuhan bobot, laju pertumbuhan harian, dan sintasan tertinggi (P<0,05) didapatkan pada perlakuan padat tebar 10 ekor/L dengan nilai berturut-turut 34,31 ± 5,29 mg; 9,80 ± 0,37 %/hari; dan 95,55 ± 1,68%. Hasil penelitian ini merupakan informasi awal produktivitas ikan semah dalam proses domestikasi dan budidaya yang berkelanjutan.

Mahseer Tor douronensis is a native freshwater fish species of Indonesia that has the potential to be cultured for human consumption as well as for ornamental fish. This study aimed to determine the productivity (growth, survival rate and biomass) of mahseer post-larvae based on different stocking densities (10, 15, and 20 individual/L) for domestication. This study was conducted in Germplasm Research Station, Bogor and employing completely randomized design (CRD) with three treatments and three replications for each treatment. The post-larvae used in the experiment were sized 1.02 ± 0.06 cm in length and 0.69 ± 0.08 mg in weight produced from induced breeding spawning, of the broodstock natural catches was adapted for two years in pond concrete. The post-larvae were reared in aquaria (dimension 40 cm x 30 cm x 30 cm) with a volume of 15 liters water. During rearing period (40 days), post-larvae were fed with Artemia nauplii at-satiation with frequency of three times per day. The results showed significantly higher absolute weight, specific growth rate of weight, and the highest survival rate (P<0.05) on the treatment of stocking density 10 individual/L with value of 34.31 ± 5.29 mg, 9.80 ± 0.37 %, and 95.55 ± 1.68% respectively. This result is preliminary information on productivity of mahseer for domestication, and sustainable aquaculture.


Keywords


ikan semah; padat tebar; pertumbuhan; sintasan; pascalarva; mahseer; stocking densities; growth; survival rate; post-larvae

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jra.12.1.2017.41-48


Lisensi Creative Commons
Jurnal Riset Akuakultur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
E-ISSN 2502-6534