RESPONS IMUN UDANG WINDU Penaeus monodon TERHADAP VAKSIN dsRNA VP-24 PADA DOSIS BERBEDA

Sri Redjeki Hesti Mulyaningrum, Andi Parenrengi, Bunga Rante Tampangallo, Ike Trismawanti

Abstract


Peningkatan produksi udang windu Penaeus monodon terus diupayakan, salah satunya dengan peningkatan respons imun udang terhadap infeksi penyakit WSSV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons imun udang terhadap pemberian vaksin dsRNA VP-24 pada berbagai dosis. Konstruksi vaksin dsRNA VP-24 dilakukan menggunakan Megascript kit dengan DNA genom VP-24 sebagai template. Vaksinasi dilakukan dengan metode injeksi pada udang windu yang berukuran rata-rata 15,88 ± 3,50 g; dosis vaksin yang diujikan adalah 0,02 µg; 0,2 µg; 2 µg; dan sebagai kontrol adalah udang yang tidak diberi vaksin. Penelitian terdiri atas empat perlakuan dosis vaksin dengan masing-masing dua ulangan dan dipelihara selama lima hari. Uji tantang dilakukan selama enam hari dengan menginjeksi virus WSSV dalam saline solution (1:3 v/v). Pengamatan terhadap sintasan udang windu dilakukan setiap hari, sedangkan penghitungan total hemocyte (THC) dan ProPO diamati pada hari I, III, dan VI setelah diinfeksi WSSV. Pada akhir pengujian dilakukan pengambilan jaringan hepatopankreas untuk analisis histopatologi. Analisis data dilakukan secara statistik dengan analisis ragam (ANOVA). Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa injeksi vaksin dsRNA VP-24 dengan dosis 0,2 µg memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sintasan dan respons imun udang windu (P<0,05). Vaksin dsRNA VP-24 dengan dosis 0,2 µg mampu memberikan sintasan udang windu P. monodon sebesar 65% dan meningkatkan respons imun udang dengan THC (1.550 x 10t sel/mL) dan ProPO (0,042 Abs).

One of the efforts to increase the production of tiger shrimp Penaeus monodon is increasing the immune response against WSSV disease. This study aims to evaluate shrimp immune response to dsRNA VP-24 vaccination at various doses. The construction of dsRNA VP-24 vaccine was performed using Megascript kit with the VP-24 DNA genome as a template. The vaccination was done by injection method on shrimp sized 15.88 ± 3.50 g. The tested vaccine doses (treatments) were 0.02 ¼g; 0.2 ¼g; 2 ¼g; and unvaccinated shrimp as the control. The study consisted of four treatments of vaccine doses with two replicates for each treatment. The challenge test was performed by injecting the WSSV virus in saline solution (1:3 v/v). The observation on shrimp survival rate was done daily, while the total hemocyte count (THC) and ProPO observation were performed on the 1st day, 3rd day, and 6th day after WSSV infection. At the end of the experiment, samplings of hepatopancreas for analysis were performed. Data were statistically analyzed using ANOVA. The present study indicated that the injection of 0.2 ¼ g dsRNA VP-24 vaccine had a significant effect on the survival rate and immune response of shrimp (P<0.05). The dose of 0.2 ¼g dsRNA VP-24 had resulted in 65% of survival rate and increased immune response of P. monodon with THC (1,550 x 10t cell/mL) and ProPO (0.042 Abs).




Keywords


dsRNA; VP-24; P. monodon; WSSV; dosis; dsRNA; VP-24; P. monodon; WSSV; dose

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jra.13.1.2018.77-84


Lisensi Creative Commons
Jurnal Riset Akuakultur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
p-ISSN 1907-6754
e-ISSN 2502-6534

Find in a library with WorldCatCrossref logoSHERPA/RoMEO LogoHasil gambar untuk isjdgoogle scholardoaj