PENGGUNAAN TEPUNG DAUN MURBEI (Morus alba L) DALAM PAKAN PEMBESARAN KEPITING BAKAU, Scylla olivacea

Kamaruddin Kamaruddin, Usman Usman, Asda Laining

Abstract


Salah satu bahan nabati yang perlu dievaluasi sebagai bahan pakan untuk kepiting bakau adalah daun murbei yang mengandung protein cukup tinggi dan hormone ecdisterone yang penting untuk proses molting krustase. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis optimum penggunaan tepung daun murbei dalam pakan pembesaran kepiting bakau, Scylla olivacea. Juvenil kepiting bakau yang digunakan terdiri atas 3 kelompok ukuran bobot yaitu (i) 36±1,9 g; (ii) 45±1,5 g; dan (iii) 63±3,9 g. Perlakuan yang dicobakan adalah enam pakan dengan kandungan tepung daun murbei yang berbeda yaitu: 0%(DM0); 10% (DM10); 12,5% (DM12,5); 15% (DM15); 17,5% (DM17,5); dan 20% (DM20). Wadah penelitian yang digunakan berupa kotak kepiting (crab box) sebanyak 90 buah, diisi sebanyak 1 ekor/boks, dan didisain dengan rancangan acak kelompok. Pemberian pakan uji dilakukan dua kali sehari pukul 08.00 dan pukul 17.00 sebanyak 3-4% dari biomassa per hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik (bobot, lebar karapas, dan panjang karapas), serta sintasan kepiting, rasio konversi pakan, dan efisiensi protein pakan, tidak berbeda nyata (P>0,05) antar perlakuan. Namun kandungan tepung daun murbei dalam pakan di atas 15% menurunkan nilai koefisien kecernaan total pakan, dan kandungan tepung murbei di atas 17,5% menurunkan nilai kecernaan protein pakan. Berdasarkan respon pertumbuhan dan nilai kecernaan pakan, tepung daun murbei dapat dimanfaatkan hingga 15% dalam pakan pembesaran kepiting bakau.

One of plant ingredients suitable to be evaluated as a feed ingredient for mud crab is mulberry leaves which contains protein and ecdisteron. The purpose of this study is to obtain the optimum dose of mulberry leaf meal in grow-out diet for mud crab Scylla olivacea. Juvenile mud crabs were used consisting of 3 groups of weight size ie. (i)36±1.9 g; (ii) 45±1.5 g; and (iii) 63±3.9 g. The treatments were six diets containing different levels of mulberry leaf at 0% (DM0); 10% (DM10); 12,5% (DM12,5); 15% (DM15); 17,5% (DM17,5); and 20% (DM20). The experiment was conducted using 90 crab boxes with a density of 1 individual/box. Feeding was applied twice a day at 08.00 and 17.00 with the rate of 3-4% of biomass per day. The results showed that the specific growth rates (weight, carapace width, and carapace length) and survival rate of crab, feed conversion ratio, and feed protein efficiency were not significantly different (P>0.05) among the treatments. However, mulberry leaf meal content above 15% in the diet decreased the apparent digestibility coefficient of dry matter (total) diet, and mulberry leaf meal content above of 17.5% decreased the apparent digestibility coefficient of protein diets. Based on the growth response and the apparent digestibility coefficient of the test diets, mulberry leaf meal can be utilized up to 15% in diet for mud crab grow-out.


Keywords


daun murbei; pakan pembesaran; mud crab; Scylla olivacea; mulberry leaves; grow-out diet; mud crab; Scylla olivacea

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jra.12.4.2017.351-359


Lisensi Creative Commons
Jurnal Riset Akuakultur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
p-ISSN 1907-6754
e-ISSN 2502-6534


Find in a library with WorldCatCrossref logoSHERPA/RoMEO LogoHasil gambar untuk isjdgoogle scholardoaj