PERTUMBUHAN DAN VARIASI GENETIK IKAN BANDENG, Chanos chanos DARI PROVINSI ACEH, BALI, DAN GORONTALO, INDONESIA

Sari Budi Moria Sembiring, Gigih Setia Wibawa, Tony Setiadharma, Haryanti Haryanti

Abstract


Ikan bandeng, Chanos chanos merupakan salah satu ikan ekonomis penting di Asia. Sejak tahun 1995, di Indonesia sebagian besar benih bandeng diproduksi dari hatchery sekitar Dusun Gondol, Bali Utara baik untuk pasar domestik maupun perdagangan internasional. Dalam rangka meningkatkan kualitas benih, perlu dilakukan perbaikan induk secara genetik menggunakan populasi yang unggul. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data laju pertumbuhan dan variasi genetik induk ikan bandeng yang berasal dari lokasi perairan Aceh, Bali, dan Gorontalo. Pertumbuhan ikan bandeng diamati melalui pengukuran panjang dan bobot benih hingga ukuran 500 g (calon induk), serta variasi genetik diamati menggunakan metode RFLP DNA. Benih dan calon induk masing-masing dianalisis sebanyak 15 ekor. Hasil pengamatan pertumbuhan ikan bandeng mulai dari benih hingga menjadi calon induk, menunjukkan bahwa ikan bandeng dari Aceh dan Bali mempunyai pertumbuhan panjang dan bobot yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan ikan bandeng dari Gorontalo, walaupun secara statistik tidak berbeda nyata (P<0,05). Hasil analisis variasi genetik terdapat lima komposit haplotipe dari empat enzim restriksi yaitu Mbo I, Hae III, Hha I, dan Nla IV pada sekuens cytochrome-b. Jumlah rata-rata restriction site adalah 1-3 haplotipe. Populasi Aceh dan Bali memiliki nilai keragaman genetik yang lebih rendah (0,080 dan 0,000) dibandingkan dengan calon induk dari benih Gorontalo (0,115).

Milkfish, Chanos chanos is one of the economically important fish in Asia. Since 1995, milkfish seed mostly produced in Gondol area, Northern part of Bali, and suppleted both domestic and international markets. In order to improve its seed quality the improvement of milkfish broodstock genetic is required through selection of superior population. The aims of this research were to evaluate the growth performance and genetic variation of milkfish populations from Aceh, Bali, and Gorontalo Province. The length and weight of fry up to 500 g was measured as well as the genetic variation was detected using RFLP DNA method. Fry and young broodstock in the DNA analyses were 15 individuals. The results showed that the growth in length and weight milkfish seed from fry to young broodstock (size up to 500 g) from Aceh and Bali was slightly higher than that of Gorontalo, but no significant differences (P>0.05) were observed among the populations. The genetic analysis showed five haplotypes composite from four restriction enzymes i.e., Mbo I, Hae III, Hha I, and Nla IV at on cytochrome-b sequen. The average number of restriction site was 1-3 haplotypes. Aceh and Bali populations have lower genetic variations (0.080 and 0.000) compared to Gorontalo (0.115).


Keywords


genetik; pertumbuhan; bandeng; Chanos chanos; Indonesia; genetic; growth; milkfish; Chanos chanos; Indonesiapopulation structure; Milkfish; growth; different waters.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jra.12.4.2017.307-314


Lisensi Creative Commons
Jurnal Riset Akuakultur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
E-ISSN 2502-6534