PENGARUH RANGSANGAN HORMON AROMATASE INHIBITOR DAN OODEV TERHADAP PERUBAHAN KELAMIN DAN PERKEMBANGAN GONAD IKAN KERAPU SUNU, Plectropomus leopardus

Hirmawan Tirta Yudha, Agus Oman Sudrajat, Haryanti Haryanti

Abstract


Permasalahan utama yang dihadapi dalam penyediaan calon induk ikan kerapu sunu Plectropomus leopardus hasil budidaya yang bersifat hermaprodit sekuensial adalah keterlambatan dalam perkembangan gonad dan perubahan gonad dari betina menjadi jantan. Manipulasi hormonal merupakan cara yang paling efektif dan efisien dalam memacu perkembangan reproduksi dan pematangan gonad. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis hormon aromatase inhibitor dan oodev yang tepat untuk memacu perubahan kelamin dan perkembangan gonad ikan kerapu sunu. Ikan uji yang digunakan sebanyak 35 ekor F-1 dengan bobot rerata 2,3 ± 0,28 kg. Penelitian dilakukan selama dua bulan. Induksi hormon dilakukan melalui penyuntikan setiap dua minggu sekali dengan empat dosis aromatase inhibitor dan oodev yang berbeda; A (aromatase inhibitor 1 mg kg-1 ikan), O (oodev 1 mL kg-1 ikan), AO1 (aromatase inhibitor 0,1 mg kg-1 ikan + oodev 1 mL kg-1 ikan), AO2 (aromatase inhibitor 1 mg kg-1 ikan + oodev 1 mL kg-1 ikan), dan K (plasebo). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi aromatase inhibitor 1 mg kg-1 ikan dan oodev 1 mL kg-1 ikan efektif untuk merangsang perubahan kelamin. Perlakuan tersebut dapat meningkatkan konsentrasi testosteron dalam darah (2,819 ng/mL) setelah delapan minggu pemeliharaan. Berdasarkan hasil histologi gonad dan observasi terhadap ekspresi gen terkait reproduksi menggunakan gen target DMRT1 dan SOX3 menunjukkan bahwa perlakuan hormon AO2 (Aromatase inhibitor 1 mg kg-1 ikan + oodev 1 mL kg-1 ikan) terbukti dapat memacu perubahan kelamin dari betina menjadi jantan dan kematangan gonad pada ikan kerapu sunu Plectropomus leopardus.

The main problems faced in providing prospective broodstock of protogynous hermaphrodite coral trout grouper Plectropomus leopardus are lateness of gonadal development and gonadal sex reversal from female to male. Hormonal manipulation is the most effective way to induce reproductive development and gonadal maturation. The present study aimed to determine an effective dose of aromatase inhibitor and oodev on sex reversal and gonadal development of coral trout grouper. There were 35 F-1 fish with an average weight of 2.3 ± 0.28 kg. This research was conducted for two months. The fish were injected with four different dosages of aromatase inhibitor and oodev every two weeks: A (aromatase inhibitor 1 mg kg-1 fish), O (1 mL oodev), AO1 (aromatase inhibitor 0.1 mg kg-1 fish + oodev 1 mL kg-1 fish), AO2 (aromatase inhibitor 1 mg kg-1 fish + oodev 1 mL kg-1 fish), and K (placebo). The results showed that the combination of aromatase inhibitor 1 mg kg-1 fish and oodev 1 mL kg-1 fish was effective to induce the sex change. It could increase the concentration of testosterone in the blood (2.819 ng/mL) after eight weeks of culture. Based on the results of gonadal histology and reproductive-related genes expression observations using DMRT1 and SOX3 target genes, the hormonal treatment of AO2 (aromatase inhibitor 1 mg kg-1 fish + oodev 1 mL kg-1 fish) was able to accelerate sex reversal from female to male and gonadal maturation in coral trout grouper Plectropomus leopardus.


Keywords


aromatase inhibitor; jantan; kerapu sunu; manipulasi hormonal; oodev; aromatase inhibitor; coral trout grouper; hormonal manipulation; male; oodev

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jra.12.4.2017.325-333


Lisensi Creative Commons
Jurnal Riset Akuakultur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
E-ISSN 2502-6534