KERAGAAN GENOTIPE DAN FENOTIPE IKAN UCENG Nemacheilus fasciatus (Valenciennes, 1846) ASAL BOGOR, TEMANGGUNG, DAN BLITAR

Muhammad Hunaina Fariduddin Ath-thar, Arifah Ambarwati, Dinar Tri Soelistyowati, Anang Hari Kristanto

Abstract


Ikan uceng (Nemacheilus fasciatus) merupakan ikan asli Indonesia yang hidup di sungai dan potensial sebagai komoditas budidaya lokal yang bernilai ekonomi. Pengenalan sumber genetik ikan uceng berdasarkan lokasi geografis perlu dilakukan untuk pengembangan budidaya jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi genotipe dan fenotipe ikan uceng asal Bogor (Jawa Barat), Temanggung (Jawa Tengah), dan Blitar (Jawa Timur). Tiga primer (OPA-12, OPC-04, dan OPC-06) digunakan untuk analisis genotipe dengan metode PCR-RAPD, sedangkan performa fenotipik dievaluasi berdasarkan analisis truss morfometrik dan kinerja pertumbuhannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan uceng asal Temanggung memiliki heterozigositas dan tingkat polimorfisme tertinggi yaitu 0,153 dan 34,69%. Fenotipe truss morfometrik interpopulasi ikan uceng asal Temanggung dan Bogor memiliki tingkat inklusivitas sebesar 10%, sedangkan populasi Blitar menunjukkan tingkat keseragaman intrapopulasi yang tertinggi (96,7%). Sintasan tertinggi terdapat pada populasi ikan uceng asal Temanggung (96,66 ± 3,33%) yang diikuti dengan peningkatan nilai faktor kondisi, namun laju pertumbuhan spesifik tertinggi yaitu populasi asal Blitar (1,082 ± 0,164%). Berdasarkan keragaan genotipe dan fenotipe populasi ikan uceng asal Temanggung menunjukkan potensial sebagai sumber genetik budidaya dengan tingkat keragaman genetik, sintasan, dan inklusivitas tertinggi.

Barred loach (Nemacheilus fasciatus) is an Indonesian native fish and has a potential as an economically valuable aquaculture species. The genetics resource identification of barred loach based on geographical location is needed in order to determine its aquaculture potential. The purpose of this research was to evaluate the genotype and phenotype performance of barred loach originated from Bogor (West Java), Temanggung (Central Java), and Blitar (East Java). Three primer (OPA-12, OPC04, and OPC-06) were used in the genotype analysis using PCR-RAPD method, while phenotype performance was evaluated based on truss morphometric analysis and growth performance. The result indicated that barred loach from Temanggung had highest heterozigosity (0.153) and polymorphism (34.69%) compared to the others. The highest intrapopulation sharing component gained by barred loach from Blitar (96.7%), while the interpopulation sharing component by barred loach from Temanggung and Bogor (10%). Barred loach from Temanggung had the highest survival rate (96.66 ± 3.33%) with increasing of condition factor. The highest specific growth rate resulted by barred loach from Blitar (1.08 ± 0.16%). Barred loach from Temanggung potential for genetic resources as highest polymorphism, inclusivity, and survival rate.


Keywords


fenotipe; genotipe; Nemacheilus fasciatus; produksi; truss morfometrik; phenotype; genotype; Nemacheilus fasciatus; production; truss morphometric

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jra.13.1.2018.1-10


Lisensi Creative Commons
Jurnal Riset Akuakultur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats
p-ISSN 1907-6754
e-ISSN 2502-6534


Find in a library with WorldCatCrossref logoSHERPA/RoMEO LogoHasil gambar untuk isjdgoogle scholardoaj