DETEKSI DINI Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) PADA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) MENGGUNAKAN METODE PCR (POLYMERASE CHAIN REACTION)

Annisa Fitriah Faisal, Adi Pancoro

Abstract


Sejak akhir tahun 2014, wabah kotoran putih atau yang sering disebut juga WFD (White Feces Disease), merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada petambak udang di Indonesia. Wabah ini diketahui disebabkan oleh Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) dan telah mengakibatkan retardasi pertumbuhan hingga kematian pada udang. Hingga saat ini, penyakit WFD dapat dideteksi dengan cara uji histologi, hibridisasi in situ, dan PCR. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode deteksi dini penyakit EHP pada udang vaname dengan metode PCR melalui perancangan primer yang spesifik dan sensitif. Pada penelitian ini dilakukan isolasi EHP pada udang vaname yang terinfeksi, kemudian dideteksi dengan metode PCR yang mentarget SWP (spore wall protein) dari EHP serta pengujian spesifitas dan sensitivitasnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa EHP dapat diisolasi dari udang yang terinfeksi dan dapat didesain dua pasang primer yaitu SWP-EHP1 dan SWP-EHP3 yang mentarget spore wall protein EHP. Kedua primer ini dapat digunakan untuk deteksi EHP menggunakan PCR, dengan produk PCR pada primer SWP-EHP1 yaitu 398 bp dan primer SWP-EHP3 sebesar 415 bp, serta nilai suhu annealing optimal pada 48oC.Hasil pengujian sensitivitas primer, diketahui bahwa primer SWP-EHP1 dapat mendeteksi EHP hingga jumlah DNA target sebanyak 7,74 x 102 kopi sedangkan primer SWP-EHP3 dapat mendeteksi hingga 16,2 x 102 kopi.

Since 2014, white feces disease (WFD) is one of the emerging problems for whiteleg shrimp farming industries in Indonesia. This outbreak is known to be caused by Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) infection to shrimp. EHP infection resulted in growth retardation to a mass mortality in shrimp. To date, WFD can be detected by histology, in situ hybridization and PCR. This study aimed to obtain an early detection method of EHP on whiteleg shrimp by PCR method through specific and sensitive primers design. In this study, we isolated the DNA of EHP from infected whiteleg shrimp, then detected by PCR method which targeted spore wall protein (SWP) from EHP as well as sensitivity and specificity testing. As a result, EHP can be isolated from infected shrimp and can be designed 2 pairs of primers (SWP-EHP1 and SWP-EHP3) targeting spore wall protein of EHP. These primers could be used for EHP detection using PCR, with PCR products from primers SWP-EHP1 was 398 bp and from SWP-EHP3 primers was 415 bp, with an optimum annealing temperature of 48oC. Primers sensitivity test results revealed that primers SWP-EHP1 could detect EHP to 7.74 x 102 copies while the primers SWP-EHP3 could detect up to 16.2 x 102 copies.


Keywords


udang vaname; WFD; Enterocytozoon hepatopenaei; PCR; whiteleg shrimp; WFD; Enterocytozoon hepatopenaei; PCR

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jra.13.3.2018.267-275


Lisensi Creative Commons
Jurnal Riset Akuakultur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats
p-ISSN 1907-6754
e-ISSN 2502-6534


Find in a library with WorldCatCrossref logoSHERPA/RoMEO LogoHasil gambar untuk isjdgoogle scholardoaj