PENGARUH KEDALAMAN DAN BOBOT Sargassum aquifolium TERHADAP TINGKAT SERANGAN ICE ICE DAN KADAR KARAGENAN PADA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii

Naning Dwi Sulystyaningsih, Rajuddin Syamsuddin, Zainuddin Zainuddin

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedalaman dan bobot Sargassum terhadap tingkat serangan ice-ice dan kadar karagenan pada rumput laut Kappaphycus alvarezii. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan percobaan di lapangan. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial dengan dua faktor yaitu; tingkat kedalaman dari permukaan laut (A) dan bobot Sargassum (B). Faktor pertama (A) terdiri atas tiga taraf yaitu; A1: kedalaman 30 cm, A2: kedalaman 45 cm, dan A3: kedalaman 60 cm. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali dengan total 36 satuan perlakuan. Parameter yang diamati yaitu tingkat serangan ice-ice dan kadar karagenan. Data variabel penelitian yang diperoleh akan dianalisis perbedaannya menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf kesalahan 5%. Apabila terdapat pengaruh yang signifikan akan dilanjutkan dengan uji lanjut W-Tukey. Tidak ada pengaruh kedalaman dan bobot Sargassum terhadap serangan ice-ice dan kadar karagenan dan tidak ada interaksi antara keduanya pada Kappaphycus alvarezii.

This study aimed to determine the effects of Sargassum culture depth and weight on ‘ice-ice’ disease development and carrageenan levels of Kappaphycus alvarezii. The study used an on-field experimental method and designed following a factorial randomized complete design (CRD) with two factors, namely the depth of culture (A) and the weight of Sargassum (B). Factor (A) consisted of three levels, namely A1 : 30 cm depth, A2 : 45 cm depth, and A3 : 60 cm depth. Each treatment was repeated three times, a total of 36 treatment units of Sargassum for the whole experiment. The parameters observed ware the rate of ice-ice attack and carrageenan level of Sargassum. Data from the research variables obtained were analyzed for differences using ANOVA at 5% error margin. If there was a significant effect, a post-hoc test using W-Tukey was conducted. There was no effect of the culture depth and weight of Sargassum on ‘ice-ice’ attack and carrageenan levels. There was no observed interaction between ‘ice-ice’ and carrageenan level on Kappaphycus alvarezii

 


Keywords


bobot rumput laut; Kappaphycus alvarezii; pertumbuhan; Sargassum; seaweed weight; Kappaphycus alvarezii; growth; Sargassum

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jra.14.1.2019.39-46


Lisensi Creative Commons
Jurnal Riset Akuakultur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats
p-ISSN 1907-6754
e-ISSN 2502-6534


Find in a library with WorldCatCrossref logoHasil gambar untuk isjdlogo ROAD