Penentuan Padat Penebaran Optimal Pendederan Bandeng (Chanos chanos) dalam Hapa di Tambak Tanah Gambut

Muhammad Syahrir

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan padat penebaran optimal pada pendederan bandeng dalam tambak tanah gambut.   Padat penebaran yang dicoba adalah 200, 300,  400 dan 500  ekor per 1,0  m3, dengan sistem hapa dan masing-masing diulang tiga  kali. Wadah pemeliharaan terbuat dari polyethylene denganukuran 0,8 mm dan dipasang pada patok bambu. Berat  awal dan panjang total nener masing-masing adalah 0,01 g dan 16,3 mm. Selama pemeliharaan  (21 hari), nener diberi pakan remah, tiga kali sehari  dengan dosis menurun dari 100 sampai 15% berat per hari. Pergantian air dilakukan setiap 2  hari sekali  secara garavitasi atau dengan menggunakan pompa.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat penebaran yang dicoba belum berpengaruh nyata(p>0,05) terhadap pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan harian, kelangsungan hidup 96,18% dan rasio konversi pakan 1,9. Padat penebaran 400 ekor  nener / m kubik  memberi pertumbuhan absolut terbaik  yaitu 0,27 g, pertumbuhan harian 18,1%, kelulusan hidup 96,18 %, biomassa 90,30 g  dan konversi pakan 1,90.

Keywords


Padat Penebaran optimal, Bandeng, Kualitas air, tanah gambut, tambak air payau

Full Text:

PDF

References


Anggoro, S. (1984). Pengaruh salinitas terhadap kuantitas dan kualitas makanan alami serta produksi biomassa nener bandeng. Tesis. Fakultas Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor. 109 hal.

Atmomarsono, M. (1992). Faktor penduga kesuburan perairan pada tambak tradisional. J. Penelitian Budidya Pantai, 8, 73-85.

Ambi,Muhammad, dkk. (2014). Pengarruh Pemberian Pakan Dengan Kandungan Protein Berbeda Terhadap Pertumbuhan Ikan Bandeng (Chanos chanos). PS Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Sumatera Utara.

Boyd C.E. (1979). Water quality in warmwater fish pond. Craftmaster Print. Inc., Auburn. 395 p.

Chu S.P. (1943). The influence of the mineral and composition of the medium on the growth of phytoplankton and algae. Part II. The influence of the concertation of inorganic nitrogen and phosphat phosporus. The Ecol, 31,1-19.

Hakim N., Nykpan, M.Y., Lubis, A.M., Nugroho, S.G., Saul, M.R., Lubis, M.A., Diha, M.A., Hong, G.B. & Bailey, H.H. (1986). Dasar-dasar ilmu tanah. Universitas Lampungg, Lampung. 488 hal.

Jufri, Darmansyah, Wardoyo & Setyadi, I. (1994). Pengaruh dosis pakan harian terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih bandeng, Chanos chanos dalam hapa. J. Penelitian Budidaya Pantai, 10, 49-56.

Kahar & Amin, M. (1988). Pengaruh berbagai padat penebaran terhadap pertumbuhan dan tingkat kematian nener dengan sistem terkontrol. Jurnal Penelitian Budidaya Pantai, 4, 22-26.

Kusnedar, E. & Sudjiharno. (1984). Budidaya bandeng dan udang di tambak dalam Pedoman Budidaya Tambak. Dirjen perikanan, Departemen Pertanian, Jakarta hal: 112-156.

Lim, C.S., Sukwahongs & Pascual, F.P. (1979). A Preliminary study on the protein requrement of Chanos chanos (Forskal) fry in a controlled environment. Aquaculture Department, Southeast Asian Fisheries Develop-ment Center. Aquaculture, 17, 195-201.

Lin H.S. (1969). Some aspect of milkfish ecology. Rep. Fish Culture Res., Fish Series Chin-Am. Joint Comission on Rural Reconstruction 7:68-90.

Mustafa, A., Hanafi, A. & Pantjara, B. (1993). Pengaruh berbagai dosis kapur pertanian terhadap kualitas tanah gambut. Jurnal Penelitian Budidaya Pantai, 10,109-120.

Nasional Research Council (NRC), 1977. Requirement of warmwater fishes. National




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/salamata.v2i1.11247

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan Oleh:

Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Jl. Sungai Musi Km 09, Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Indonesia
Telp/Fax: (0481) 2920204

Creative Commons License
Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.

Web Analytics View My Stats

p-ISSN: 2615-5753 

e-ISSN : 2963-6493


Indexed by: