Uji Tantang Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Dengan Bakteri Vibrio harveyi yang Dipelihara Bersama Rumput Laut (Gracilaria verrucosa)

Yunarty Yunarty, Anton Anton, Ardana Kurniaji

Abstract


Intensifikasi teknologi budidaya udang vaname memicu timbulnya berbagai jenis penyakit. Salah satu jenis penyakit yang sering ditemukan adalah vibriosis yang disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi. Polikultur udang vaname dan rumput laut (G. verrucosa) diketahui memiliki potensi dalam meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan udang vaname. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil uji tantang udang vaname dengan bakteri V. harveyi yang dipelihara bersama rumput laut (G. verrucosa). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan penelitian yakni penggunaan rumput laut dengan jumlah berbeda 400 gram/100 l air (P4), 800 g/100 l air (P8) dan kontrol (K) atau tanpa pemberian rumput laut. Variabel yang diamati berupa laju kematian udang vaname selama 10 hari uji tantang dan relative percent survival (RPS). Injeksi bakteri dilakukan pada segmen ketiga abdomen udang dengan konsentrasi bakteri 106CFU/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian udang yang dipelihara tanpa rumput laut terjadi lebih awal dibandingkan dengan udang yang dipelihara dengan rumput laut yakni hari ke-4 dan hari ke-6 pasca infeksi. Kematian udang pada kontrol terus terjadi hingga hari ke-9, sedangkan kematian udang pada P8 hanya terjadi hingga hari ke-8 pasca infeksi. RPS pada semua perlakuan tidak berbeda siginfikan yakni P4 adalah 33.3% dan P8 adalah 41.7%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa polikultur rumput laut (G. verrucosa) dan udang vaname berpotensi dalam proteksi udang vaname terhadap infeksi bakteri V. harveyi.


Keywords


Potensi proteksi, rumput laut, udang vaname, Vibrio harveyi

Full Text:

PDF

References


Adams, A. (1991). Response of penaeid shrimp to exposure to Vibrio species. Fish Shellfish Immunol, 1, 59–70.

Aslan, L.M. (2003). Budidaya Rumput Laut. Kanisisus: Yogyakarta. 114 hal.

Austin, B. & Austin, D.A. (2007). Bacterial Fish Pathogens. Disease in Farmed and Wild Fish. Fourth Edition. Chichester: Ellis Horword limited.

Austin, B. & Zhang, X.H. (2006). Under the microscope. Vibrio harveyi: a significant pathogen of marine vertebrates and invertebrates. Letters in Applied Microbiology, 43 (2), 119-124.

Bansemir, A.M., Blume, S., Schroder & Lindequist, U. (2006). Screening of cultivated seaweed for antibacterial activity against fish pathogenic bacteria. Aquaculture, 252, 79-84.

Chen, F.R., Liu, P.C. & Lee, K.K. (2000). Lethal attribute of serine protease secreted by Vibrio alginolyticus strains in Kurama Prawn Penaeus japonicus. Zool Naturforsch, 55, 94–99.

Ellis, A.E. (1988). Fish Vaccination. London (US): Academic Press.

Hendrajat, E.A., Pantjara, B. & Mangampa, M. (2010). Polikultur udang vaname (Litopenaeus vannamei) dan rumput laut (Gracilaria verrucosa). Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur.

Irianto, A. (2005). Patologi Ikan Telestoi. Gajah Mada University Press: Yogyakarta.

Istiqomawati & Kusdarwati, R. (2010). Teknik budidaya rumput laut (Gracilaria verrucosa) dengan metode rawai di balai budidaya air payau situbondo jawa timur. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 2 (1).

Janarthanam, K., George, M.R., John, K.R. & Jayaseelan, M.J.P. (2011). In vitro and in vivo biocontrol of Vibrio harveyi using indigenous bacterium, Bacillus spp. Indian Journal of Geo-Marine Sciences, 41 (1), 83-89.

Jasmanindar, Y., Sukenda, Zairi,n M.J., Alimuddin & Utomo, N.B.P. (2018). Dietary administration of Gracilaria verrucosa on Litopenaeus vannamei immune response, growth, and resistance to Vibrio harveyi. AACL. Biofluc, 11 (4), 1069-1080.

Katili, V.R.A., Adrianto, L., & Yonvitner. (2017). Evaluasi emergy pengembangan sistem budidaya udang supra intensif di kawasan pesisir mamboro, Kota Palu, Provinsi Sulawesi tengah. Jurnal Pengolahan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 7(2), 138-147.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2014). Statistik Perikanan Kelautan dalam angka (2014). Diakses pada http://statistik.kkp.go.id.

Kitikiew, S., Chen, J.C., Putra, D.F., Lin, Y.C., Yeh, S.T., & Liou, C.H. (2013) Fucoidan effectively provokes the innate immunity of white shrimp Litopenaeus vannamei and its resistance against experimental Vibrio alginolyticus infection. Fish & Shellfish Immunology, 34, 280-290.

Kurniaji, A., Idris, M., & Muliani. (2019) Uji daya hambat ekstrak daun mangrove (Sonneratia alba) pada bakteri Vibrio harveyi secara in vitro. Jurnal Sains Teknologi Auakultur, 3 (1), 1-9.

Lightner, D.V. & Lewis, D.H. 1975. A septicemic bacterial disease syndrome of penaeid shrimp. Mar. Fish. Rev, 37 (5-6), 25-28.

Lin, Y.C., Chen, J.C., Morni, W.Z.W., Putra, D.F., Huang, C.L., Li, C.C. & Hsieh, J.F. (2013) Vaccination enhances early immune responses in white shrimp Litopenaeus vannamei after secondary exposure to Vibrio alginolyticus. PloS ONE, 8(7),1-7.

Maftuch, Kurniawati, I., Adam, A. & Zamzami, I. (2016). Antibacterial effect of Gracilaria verrucosa bioactive on fish pathogenic bacteri. Egyptian Journal of Aquatic Research.

Munaeni, W., Pariakan, A., Yuhana, M., Setiawati, M. & Abidin, L.B. (2017). In vitro phytochemical and inhibitory potential test of buton forest onion extract (Elutherine palmifolia) on Vibrio harveyi. Microbiology Indoensia, 11(3), 75-80.

Novyandi, R., Aryawati, R. & Isnaini. (2011). Laju pertumbuhan rumput laut (Gracilaria sp.) dengan metode rak bertingkat di perairan kalianda, lampung selatan. Maspari Journal, 03, 58-62.

Putri, Y.S. & Susilowati. (2013). Pengaruh padat penebaran terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan udang vaname (Litopenaeus vannamei) serta produksi biomassa rumput laut (Gracilaria sp) pada Budidaya Polikultur. Jurnal of Aquaculture Management and Technology, 2(3), 12-19.

Ramesh, K.M., Natarajan, H., Sridhar & Umamaheswari, S. (2014). virulence determination among Vibrio harveyi hatchery isolates through haemolysis and growth constraint. Global Journal of Bio-Science and Biotechnology, 3(1), 109-114.

Rivera, D.A., Davo, A.P., Fuentes, G.R., Herera, K.S.E. & Gaxiola, G. (2019). A vibriosis outbreak in the pacific white hrimp, Litopenaeus vannamei reared in biofloc and clear seawater. Journal of Invertebrate Pathology, 167, 107246.

Romano, N., Koh, C. & Ng, W. (2015). Dietary microencapsulated organic acids blend enhances growth, phosphorus utilization, immune response, hepatopancreatic integrity and resistance against Vibrio harveyi in white shrimp Litopenaeus vannamei. Aquaculture, 435, 228-236.

Rudi, M., Sukenda, Wahjuningrum, D., Pasaribu, W. & Hidayatullah, H. (2019). Seaweed extract Gracillaria verrucosa as an antibacterial and treatment against Vibrio harveyi infection of Litopenaeus vannamei. Jurnal Akuakultur Indonesia, 18 (2), 120-129.

Sirirustananun, N., Chen, J.C., Lin, Y.C., Yeh, S.T., Liou, C.H., Chen, L.L., Sim, S.S. & Chiew, S.L. (2011). Dietary administration of a Gracilaria tenuistipitata extract enhances the immune response and resistance against Vibrio alginolyticus and white spot syndrome virus in the white shrimp Litopenaeus vannamei. Fish & Shellfish Immunology. 31, 848-855.

Sommerset, I., Krossoy, B., Biering, E. & Frost, P. (2005). Vaccines for Fish in Aquaculture. Expert Rev. Vaccine, 4(1), 89-101.

Suwoyo, H.S. (2018). Perkembangan teknologi budidaya udang vaname Litopenaeus vannamei. Disampaikan pada acara diseminasi teknologi budidaya udang vaname Ekstensif Plus. Maros 2-7 September 2020. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros. Pusat Riset Perikanan – BRSDMKP. Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Syah, R., Makmur & Fathur, M. (2017). Budidaya udang vaname dengan padat penebaran tinggi. Media Akuakultur, 12 (1), 19-26.

Triyanto, Kamiso, H.N., Isnansetyo, A. & Murwantoko. (1997). Pembuatan antigen murni untuk memproduksi polivalen antibody dan vaksin Aeromonas hydrophilla.Yogyakarta (ID): Unversitas Gajah Mada.

Utami, W., Sartijo & Desrina. (2016). Pengaruh salinitas terhadap efek infeksi Vibrio harveyi pada udang vaname (Litopenaeus vannamei). Jurnal of Aquaculture Management and Technology, 5(1), 82-90.

Zahra, A., Sukenda & Wahjuningrum, D. (2017). Ekstrak rumput laut Gracilaria verrucosa sebagai imunostimulan untuk pengendalian penyakit white spot pada udang vaname Litopenaeus vannamei. Jurnal Akuakultur Indonesia, 16(2), 174-183.

Zhang, X.H. & Austin, B. (2000). Pathogenicity of Vibrio harveyi to salmonids. Journal of Fish Diseases, 23(2), 93-102.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/salamata.v2i1.11254

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan Oleh:

Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Jl. Sungai Musi Km 09, Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Indonesia
Telp/Fax: (0481) 2920204

Creative Commons License
Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.

Web Analytics View My Stats

p-ISSN: 2615-5753 

e-ISSN : 2963-6493


Indexed by: