Pengaruh Pemberian Pakan Protein Rendah Terhadap Kualitas Air, Profil Darah Dan Performa Produksi Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus)

Azam Bachur Zaidy, Nayu Nurmalia, Adang Kasmawijaya

Abstract


Penggunaan pakan mandiri pada budidaya ikan patin dapat menurunkan biaya produksi. Kandungan protein pakan mandiri antara 18 - 22%, berakibat  sisa pakan  cukup tinggi dapat mencemari lingkungan budidaya. Kajian  tentang pemberian pakan protein rendah yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan masih sangat terbatas. Tujuan penelitian  adalah untuk mengevaluasi pengaruh pakan protein rendah terhadap kualitas air, profil darah dan performa produksi ikan patin. Rancangan acak dengan tiga perlakuan pakan protein 16%, 23%, dan 30% masing-masing perlakuan  tiga ulangan.  Benih  patin dengan  bobot  50 g dan dibudidayakan selama 60 hari sebanyak 20 ekor/koma dengan  volume air 1,8 m3.. Parameter yang diukur meliputi Suhu, pH, Oksigen terlarut, TOM, TDS, TSS, total amonia, nitrit, nitrat, total fosfat, eritrosit, leukosit, hemoglobin, hematokrit, kelimpahan fitoplankton, laju pertumbuhan, pertambahan bobot badan, kelangsungan hidup dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar amonia dan kelimpahan fitoplankton tertinggi pada pakan protein 30% dibandingkan dengan pakan protein 16% dan 23%. Kadar eritrosit, leukosit, hemoglobin dan hematokrit tidak berbeda nyata pada ketiga perlakuan. Tingkat pertumbuhan dan pertambahan berat badan yang lebih tinggi dan konversi pakan terendah pada pakan protein 30%. Berdasarkan data hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian pakan protein sekitar 20% tidak menyebabkan  pencemaran media budidaya, dengan demikian  pakan mandiri dapat digunakan dalam budidaya patin.

Keywords


Pakan mandiri, Pencemaran lingkungan budidaya

Full Text:

PDF

References


Amirkolaie, A. K. (2011). Reduction in the environmental impact of waste discharged by fish farms through feed and feeding. Reviews in Aquaculture, 3(1), 19–26.

APHA. (2017). Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater (23rd ed.). American Public Health Association.

Hasan, B. M. A., Guha, B., & Datta, S. (2012). Optimization of feeding efficiency for cost effective production of Penaeus monodon Fabricius in semi-intensive pond culture system. J. Aquacult. Res. Dev, 3(6).

Hastuti, S., & Subandiyono, S. (2011). Performa hematologis ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dan kualitas air media pada sistim budidaya dengan penerapan kolam biofiltrasi. Jurnal Saintek Perikanan, 6(2), 1–5.

Heriyanto, N. M. (2012). Keragaman plankton dan kualitas perairan di hutan mangrove. Buletin Plasma Nutfah, 8(1).

Marzuqi, M., Astuti, N. W. W., & Suwirya, K. (2012). Pengaruh kadar protein dan rasio pemberian pakan terhadap pertumbuhan ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus). Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 4(1), 55–65.

Mente, E., Pierce, G. J., Santos, M. B., & Neofitou, C. (2006). Effect of feed and feeding in the culture of salmonids on the marine aquatic environment: a synthesis for European aquaculture. Aquaculture International, 14(5), 499–522.

Mo, W. Y., Lau, R. S. S., Kwok, A. C. K., & Wong, M. H. (2016). Use of soybean meal and papain to partially replace animal protein for culturing three marine fish species: Fish growth and water quality. Environmental Pollution, 219, 815–820.

Opiyo, M. A., Githukia, C. M., Munguti, J. M., & Charo-Karisa, H. (2014). Growth performance, carcass composition and profitability of Nile tilapia (Oreochromis niloticus L.) fed commercial and on-farm made fish feed in earthen ponds. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies, 1(5), 12–17.

Poernomo, N. (2015). Kinerja Pertumbuhan Dan Kualitas Daging Ikan Patin (Pangasianodon Hypophthalmus) Yang Diberi Pakan Komersial Dengan Kadar Protein Berbeda. Bogor Agricultural University (IPB).

Royan, F., Rejeki, S., & Haditomo, A. H. C. (2014). Pengaruh salinitas yang berbeda terhadap profil darah ikan nila (Oreochromis niloticus). Journal of Aquaculture Management and Technology, 3(2), 109–117.

Steel, R. G. D., & Torrie, J. H. (1980). Principles and procedures of statistics a biometrical approach (2nd ed.). McGraw-Hill Book Company: New York.

Sukadi, M. F. (2016). Ketahanan dalam air dan pelepasan nitrogen & fosfor ke air media dari berbagai pakan ikan air tawar. Jurnal Riset Akuakultur, 5(1), 1–12.

Syafaat, M. N., Mansyur, A., & Tonnek, S. (2012). Dinamika kualitas air pada budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) semi-intensif dengan teknik pergiliran pakan. Inovasi Teknologi Akuakultur, 487–493.

Tahir, S. H. M., Damayanti, A. A., & Lestari, D. P. (2021). Pengaruh Kombinasi Pakan Komersial Dengan Daun Kangkung Air (Ipomoea aquatica) Terhadap Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio). Jurnal Perikanan Tropis, 8(1), 45–55.

Wulandari, T., Widyorini, N., Purnomo, P. W., & Pujiono, W. (2015). Hubungan pengelolaan kualitas air dengan kandungan bahan organik, NO2 dan NH3 pada budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) di Desa Keburuhan Purworejo. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 4(3), 42–48.

Yulisman, Y., Fitrani, M., & Jubaedah, D. (2012). Peningkatan pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan gabus (Channa sriata) melalui optimasi kandungan protein dalam pakan. Berkala Perikanan Terubuk, 40(2), 47–55.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/salamata.v3i2.11261

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan Oleh:

Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Jl. Sungai Musi Km 09, Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Indonesia
Telp/Fax: (0481) 2920204

Creative Commons License
Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.

Web Analytics View My Stats

p-ISSN: 2615-5753 

e-ISSN : 2963-6493


Indexed by: