Economic rent and optimum allocation of blue swimming crab (Portunus spp.) In Fishery Management Area 712 (Case Study: PPN Karangantu, Banten)
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anna, S. (2003). Model embedded dinamik ekonomi interaksi perikanan-pencemaran [Doctoral dissertation, Institut Pertanian Bogor].
Clark, R. P., Yoshimoto, S. S., & Pooley, S. G. (1992). A bioeconomic analysis of the Northwestern Hawaiian Islands lobster fishery. Marine Resource Economics, 7(3), 115–140.
Dahuri, R., Rais, J., Ginting, S. P., & Sitepu, M. J. (2008). Pengelolaan sumber daya wilayah pesisir dan lautan secara terpadu. Pradnya Paramita.
Dewantara, E. C., Farhudin, A., & Wahyudin, Y. (2020). Bioeconomic analysis of Stolephorus sp. fisheries in the conservation area of Perairan Karang Jeruk, Tegal Regency, Central Java. ECSOFiM: Journal of Economic and Social of Fisheries and Marine, 8(1), 54–67.
Fauzi, A., & Anna, S. (2005). Pemodelan sumber daya perikanan dan kelautan. Gramedia Pustaka Utama.
Gordon, H. S. (1954). The economic theory of a common-property resource: The fishery. Journal of Political Economy, 62(2), 124–142.
Ihsan, F. (2023). Analisis bioekonomi perikanan rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Teluk Banten [Bachelor's thesis, Universitas Pendidikan Indonesia].
Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2021). Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyusunan Rencana Pengelolaan Perikanan dan Lembaga Pengelola Perikanan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 425).
Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2024). Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Negara Republik Indonesia.
Muawanah, U., Huda, H. M., Koeshenderajana, S., Nugroho, D., Anna, Z., Mira, M., & Ghofar, A. (2018). Keberlanjutan perikanan rajungan Indonesia: Pendekatan model bioekonomi. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 10(1), 1–12.
Mursyid, M. F., Prabowo, P. A., Sudrajat, I. P., Puspa, D., Farhandika, N., Moumitay, A. Z. A., Suharti, R., Kadarusman, & Triyono, H. (2020). Aspek biologi rajungan (Portunus pelagicus) di Teluk Banten, Indonesia. Buletin JSJ, 2(2), 83–92.
Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu. (2019). Laporan statistik perikanan tahunan Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu 2019.
Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu. (2024). Laporan statistik perikanan tahunan Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu 2024.
Pemerintah Republik Indonesia. (2023). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur (Lembaran Negara RI Tahun 2023 Nomor 11). Sekretariat Negara.
Schaefer, M. B. (1957). Some considerations of population dynamics and economics in relation to the management of marine fisheries. Journal of the Fisheries Research Board of Canada, 14(5), 669–681.
Trenggono, S. W. (2024). Menteri KP: Penangkapan ikan harus terukur, gunakan output kontrol [Press release]. Radio Republik Indonesia. https://rri.co.id
Wahyudin, Y. (2016). Potensi bisnis kelautan di negara maritim poros dunia untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Agrimedia, 21(1), 17–23.
DOI: http://dx.doi.org/10.15578/aj.v8i1.20343
Refbacks
- There are currently no refbacks.
ublic Services

Citation
Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai
Jl. Wan Amir No. 1, Kel. Pangkalan Sesai, Kec. Dumai Barat, Kota Dumai
Telp/Fax: (0765) 4300443
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
















