Keanekaragaman Kepiting Mangrove di Pantai Merdeka Desa Bagan Kuala Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara

Dianita Awaliyah Nasution, Melfa Aisyah Hutasuhut, Khairunnisa Khairunnisa

Abstract


ABSTRAK

Ekosistem mangrove di Pantai Merdeka memiliki peran ekologis penting sebagai habitat berbagai biota, termasuk kepiting mangrove (Bracyura). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies kepiting, menganalisis indeks keanekaragaman (H’), kemerataan (E), dan dominansi (C), serta mengetahui kadar logam berat Timbal (Pb) dan korelasi faktor lingkungan terhadap spesies di kawasan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada September–Desember 2025 menggunakan metode observasi deskriptif dengan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian dibagi menjadi tiga stasiun berdasarkan tingkat kerapatan mangrove: Stasiun I (Mangrove Rapat), Stasiun II (Mangrove Sedang), dan Stasiun III (Mangrove Jarang). Pengambilan sampel menggunakan plot meter dan perangkap bubu jaring. Parameter lingkungan yang diukur meliputi pH air/tanah, salinitas, DO, C-Organik, intensitas cahaya, dan kadar Timbal (Pb). Hasil penelitian menemukan delapan jenis kepiting dari masing-masing stasiun yaitu, Scylla traquebarica, Tubuca dussumieri, Austruca triangularis, Austruca perplexa, Parasesarma pictum, Episesarma versicolor, Tubuca rosea, Gelasimus tetragonon dengan Indeks keanekaragaman tertinggi di stasiun II adalah sekitar 1,44 Sementara itu, Indeks Keanekaragaman terendah di stasiun III adalah sekitar 1,17. Kemerataan (E) di ketiga stasiun berkisar antara 0,6–0,7, menunjukkan komunitas kepiting relatif merata tanpa dominansi spesies tertentu. Nilai indeks dominansi (D) berkisar 0,28–0,38, yang berarti tidak ada spesies yang mendominasi secara ekstrem. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor lingkungan pada ketiga stasiun menunjukkan pH air 7,7-7,74, salinitas 12–26 ppt, DO 8,98–11,36 Mg/L yang mendukung habitat kepiting. Pada Setiap stasiun kadar timbal pada air sangat rendah yaitu berkisar (0,001–0,002 mg/L) dan jauh di bawah ambang batas sesuai keputusan standart peraturan pemerintah (0,05 mg/L) sedang pada substrat berkisar <0,07 mg/kg sampai 0,31 mg/kg dan masih dikategorikan rendah karena tidak melampaui batas baku mutu pada Standart acuan Internasional yaitu standart baku mutu berdasarkan United State Environmental Protection Agency (USEPA, 2004) berdasarkan hasil ketiga indeks dan faktor lingkung disetiap stasiun saling berkaitan sehingga dapat menciptakan ekosistem yang tergolong stabil secara ekologis.

Kata Kunci:, Jenis Kepiting, Keanekaragaman, Pantai Merdeka Bagan Kuala


Keywords


Jenis Kepiting, Keanekaragaman, Pantai Merdeka Bagan Kuala

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Baura, J. A., Sinolungan, M. T., Tamod, Z. E., Prodi Ilmu Tanah, M., Prodi Ilmu Tanah, D., Tanah, J., & Pertanian Unsrat Manado, F. (2021). Analisis Kualitas Air Pada Perairan Ekosistem Sekitar Mangrove Di Pltu Sulut-3 Desa Kema Satu

Bryan G. Lepa.2022. Identifikasi Keanekaragaman Kepiting Di perairan Pantai Pondang dan Lopana Minahasa. Jurnal Ilmiah Platax. Vol 10:(1)

Darwati, H., & Darmawan, B. (2022). Keanekaragaman Jenis Kepiting Biola (Uca Spp.) Pada Ekosistem Hutan Mangrove Di Desa Parit Setia Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas (Vol. 10, Issue 4).

Hasan, R., & Kurnia Wardani, A. (2021). Morfometri Dan Alometri Kepiting Biola Uca Perplexa Yang Terdapat Pada Vegetasi Mangrove Di Pulau Baai, Bengkulu . Jurnal Pendidikan Biologi. Vol .4.No.2

Kusuma, A. H. (2025). Struktur Komunitas Kepiting (Brachyura) di Ekosistem Mangrove Desa Sungai Nibung, Kabupaten Tulang Bawang. Jurnal Akuatiklestari, 8(2), 185–192

Ngo-Massou, V. M., Kottè-Mapoko, E. F., & Din, N. (2022). Heavy metal accumulation in the edible crab Cardisoma armatum (Brachyura: Gecarcinidae) and implications for human health risks. In Scientific African (Vol. 16). Elsevier B.V.

Nova, K. D. P. A. P., Agustini, M., Sumaryam, S., & Madyowati, S. O. (2023). Pengaruh Jenis Substrat Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Berat Mutlak Dan Panjang Mutlak Kepiting Bakau (Scyllas Serrata) Dalam Bak Pemeliharaan. Juvenil:Jurnal Ilmiah Kelautan DanPerikanan,4(3),246–253.

Prasetyo, C. G., Putra, I. D. N. N., & Putra, I. N. G. (2023). Korelasi Indeks Keanekaragaman Dan Kerapatan Tegakan Dengan Simpanan Karbon Mangrove Estuari Perancak. Journal Of Marine And AquaticSciences,8(2),230.

Rahayu, S. M. . (2023). Distribusi Kelimpahan Dan Pola Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla Spp.) Di Kawasan Mangrove Golo Sepang, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal Of Marine Science And Technology, 16(3), 258–267.

Syafriliansah, M. W., Purnomo, T. (2022). Kadar Logam Berat Timbal (Pb) Tumbuhan Aquatik Dan Air Sebagai Indikator Kualitas Air SungaiBrangkalMojokerto11(2),341–350.

Setyo Pambudi, D. (2023). Pengaruh Kerapatan Mangrove Terhadap Kelimpahan Kepiting Mangrove (Scylla Spp.) Di Kawasan Ekosistem Mangrove Rembang. Jurnal Kelautan Nasional. Vol.18. No.3.

Sipayung, R. H., & Poedjirahajoe, E. (2021). Pengaruh Karakteristik Habitat Mangrove Terhadap Kepadatan Kepiting (Scylla Serrata) Di Pantai Utara Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Science And Technology (Vol. 5, Issue 2). Http://Jurnal.Uts.Ac.Id

Yolanda, (2023). Analisa Pengaruh Suhu, Salinitas dan pH terhadap Kualitas Air di Muara Perairan Belawan. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah. Vol 11 No. 2 329 -337

Yuni. (2021). Salinitas Optimum untuk Pertumbuhan Benih Kepiting Bakau Scylla Serrata dalam Sistem Resirkulasi. Jurnal Aquakultur Indonesia 14 (1) 50-57.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/bawal.18.1.2026.52-60