TINJAUAN HISTORIS PERKEMBANGAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN PERIKANAN SKALA KECIL DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Muhamad Ariston, Luky Adrianto, Luky Adrianto, Dietriech G Bengen, Dietriech G Bengen, Handoko Adisusanto, Handoko Adisusanto

Abstract


Terbatasnya pemahaman tentang sejarah perkembangan kebijakan perikanan skala kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara mendorong dilakukannya penelitian ini. Tinjauan historis ini menguraikan evolusi kebijakan pengelolaan perikanan skala kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara dari masa ke masa. Sejak masa Orde Lama, Orde Baru hingga masa Reformasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah perkembangan kebijakan perikanan skala kecil sejak berdirinya Provinsi Sulawesi Tenggara, mulai dari masa pemerintahan gubernur pada masa Orde Lama dan Orde Baru sampai Era Reformasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi yang digunakan untuk menggali/ membedah tulisan atau muatan-muatan teks komunikasi yang manifest atau bersifat nyata. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi evolusi signifikan dalam pendekatan kebijakan terhadap sektor perikanan. Pada masa Orde Lama, politik dan ekonomi merupakan hambatan utama terhadap implementasi kebijakan di semua sektor, termasuk sektor perikanan. Sementara pada masa Orde Baru, pembangunan ekonomi menjadi fokus utama dengan peningkatan pada sektor infrastruktur dan sektor ekonomi, termasuk sektor perikanan. Era Reformasi terjadi pergeseran fokus ke pertumbuhan dan produksi perikanan dengan investasi dalam industri unggulan seperti rumput laut dan pengolahan hasil perikanan. Penelitian ini memotret terkait dengan Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan perikanan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi lingkungan.

 

The loading and unloading of fishing vessels are among the main activities at fisheries ports. The implementation of the post-production non-tax state revenue policy under Ministerial Regulation of Marine Affairs and Fisheries No. 2 of 2023 has brought significant changes to this practice, particularly at PPN Palabuhanratu. This study aims to analyze the policy’s impact on the numbers of post-production fishing vessels, unloading facilities, and labor at the port. The research employed field observations and interviews conducted from July 17 to August 5, 2024. The findings indicate an increase in the number of post-production vessels from 60 to 87 units, driven by license migration and changes in base ports. However, unloading facilities have not undergone substantial improvements, apart from the addition of an unloading corridor. Moreover, there has been no increase in supporting labor; only a shift reformation was made to improve operational efficiency


Keywords


Bongkar muat; pascaproduksi; pnbp; tenaga kerja; fasilitas pelabuhan

Full Text:

PDF

References


ANRI. 2007. Citra Sulawesi Tenggara dalam arsip. Jakarta, Arsip Nasional Republik Indonesia.

Adrianto, L. (2005). Valuasi ekonomi sumberdaya pulau-pulau kecil. Working Paper. Bogor: Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan - Institut Pertanian Bogor. Bogor, ID: PKSPL-IPB.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional [BAPPENAS]. (2014). Kajian Strategi Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan. Direktorat Kelautan dan Perikanan, Kementerian PPN/BAPPENAS. Jakarta.

Bene, C., & Tewfik, A. (2001). Fishing effort allocation and fishermen's decisions making processin a multi species smallscale fishery: Analysis of The Conch and Lobster Fishery in Turks and Caicos Island. Human Ecology, 157-186.

Bene, C., Macfayden, G., & Allison, E. H. (2007). Increasing the contribution of small-scale fisheries to poverty alleviation and food security. FAO Fisheries Technical Paper. Rome: FAO.

Cunningham, S. (1993). Fishermen's incomes and fisheries management. Research Paper No 61. PortsMouth: CEMARE.

Dahuri, R. (2002). Kebijakan dan program pengembangan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan. Bogor. Pusat Kajian Studi Pesisir dan Lautan.

Fauzi, A. (2010). Ekonomi perikanan : Teori, Kebijakan dan Pengelolaan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka.

Gian, A., & Akim. (2020). Kebijakan uar Negeri Indonesia terhadap World Trade Organization dalam Negosiasi Pembentukan Aturan Subsidi Perikanan. Padjadjaran Journal of International Relations (PADJIR), 2(1), 18-33. doi: 10.24198/padjir.v2i1.22247. e-ISSN: 2684-8082.

Hidayat. (2013). Peningkatan kapasitas kelembagaan nelayan. Jurnal Sejarah Citra Lekha, Vol. XVII (1), 43-58.

Kusdiantoro, Achmad Fahrudin, Sugeng Hari Wisudo & Bambang Juanda (2019). Kinerja Pembangunan Perikanan Tangkap di Indonesia. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan. 69-84. DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v5i2.8053.

Kusdiantoro, Achmad Fahrudin, Sugeng Hari Wisudo & Bambang Juanda (2020). Strategi kebijakan pembangunan perikanan tangkap berkelanjutan. Economic and Social of Fisheries and Marine Journal. 07(02): 131-141. DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.ecsofim.2020.007.02.01

Machena, N., & Kwaramba, R. (1997). The creation of property right to promote sustainable development in lake kariba inshore fishery in Zimbabwe In K Remane (Ed). African Inland Fisheries. Aquaculture and The Environment, 245-254.

Mudzakir, A. K. (2011). Juridical study and history of collection fisheries management in ZEE. oai:generic.eprints.org:35265/core379.

Nurlina, (2018). Analisis keterkaitan sub sektor perikanan dengan sektor lain pada perekonomian di Provinsi Aceh. Jurnal Samudra Ekonomika, Vol. 2, (1). 20-29.

Pinkerton, E. (2015). Neoliberalism and the politics of enclosure in north american small-scale fisheries. Marine Policy, 61, 303-312. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2015.03.025

Purwatia, M. Y., Sugiyanto, & Marjono. (2017). Socio-economic changes in fishing communities of the village of Kedungrejo, Sub-district Muncar, Banyuwangi, 2000-2015. Historica, 1(1), ISSN 2252-4673.

Raazy, A. F., Idrus, R., & Demmalino, E. B. (2023). Recommendations for effective co-management model of small-scale grouper (Serranidae) Fishery in South Sulawesi Province. Torani: JFMarSci, Vol. 6(2), 86-101. DOI:10.35911/torani.v6i2.24605

Sara, L., Haslianti., Mansyur, A., Alimina, N., Annaastasia, N., Jali, W., Erawan, M. T. F., Mangurana, W. O. I, & Wahyudi, A. I. (2023). Membentuk generasi peduli wilayah pesisir dan laut melalui bina desa dan gerakan bulan cinta laut, Desa Batu Putih, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(1) DOI : https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i1.3046.

Tamburaka. R.E. (2004). Sejarah Sulawesi Tenggara dan 40 Tahun Sultra Membangun. Hasil Penelitian. Unhalu Kendari

Vatria, B. (2021). Pembangunan perikanan skala kecil melalui pendekatan mata pencaharian berkelanjutan. Jurnal Vokasi, Vol. XVI(2), hal. 45-58.

Widodo, S. K. (2011). Dinamika kebijakan tentang perikanan dan transformasi budaya nelayan Pantai Utara Jawa. Sabda, 6(1), 30-39. ISSN 1410-7910.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jkpi.18.1.2026.19-26


Creative Commons License
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
p-ISSN 1979-6366
e-ISSN 2502-6550