DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN PERMEN KP 2/2023 TERHADAP BONGKAR MUAT KAPAL PERIKANAN PASCAPRODUKSI DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU
Abstract
Aktivitas bongkar muat kapal perikanan merupakan salah satu kegiatan utama di pelabuhan perikanan. Penerapan kebijakan PNBP Pascaproduksi melalui PERMEN KP No. 2 Tahun 2023 memunculkan perubahan signifikan dalam praktik tersebut, khususnya di PPN Palabuhanratu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan tersebut terhadap jumlah kapal pascaproduksi, fasilitas bongkar muat, serta tenaga kerja di pelabuhan. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dan wawancara yang dilaksanakan pada 17 Juli hingga 5 Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kapal pascaproduksi mengalami peningkatan dari 60 unit menjadi 87 unit, yang disebabkan oleh migrasi izin dan perpindahan pelabuhan pangkalan. Namun, fasilitas bongkar muat belum mengalami perubahan signifikan selain penambahan selasar bongkar muat. Di sisi lain, tidak terdapat penambahan tenaga kerja, melainkan hanya perubahan formasi shift untuk mendukung efisiensi kegiatan bongkar muat.
The loading and unloading of fishing vessels are among the main activities at fisheries ports. The implementation of the post-production non-tax state revenue policy under Ministerial Regulation of Marine Affairs and Fisheries No. 2 of 2023 has brought significant changes to this practice, particularly at PPN Palabuhanratu. This study aims to analyze the policy's impact on the numbers of post-production fishing vessels, unloading facilities, and labor at the port. The research employed field observations and interviews conducted from July 17 to August 5, 2024. The findings indicate an increase in the number of post-production vessels from 60 to 87 units, driven by license migration and changes in base ports. However, unloading facilities have not undergone substantial improvements, apart from the addition of an unloading corridor. Moreover, there has been no increase in supporting labor; only a shift reformation was made to improve operational efficiency.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Asshiddiqi, M. (2023). Efisiensi Waktu Pendaratan Hasil Tangkapan Udang Di Pangkalan Pendaratan Ikan (Ppi) Kota Dumai, Provinsi Riau. In Universitas Jambi. https://repository.unja.ac.id/46297/
Aulia, D., Boesono, H., & Wijayanto, D. (2017). Analisis Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Berwawasan Lingkungan (Ecoport) di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, Bali. Jurnal Perikanan Tangkap (JUPERTA), 1(112). https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/juperta/article/view/1851
Bachtiar, S. F. (2022). Pengaruh Faktor Fisik Terhadap Produktivitas Bongkar Muat Petikemas Pada Pt Nilam Port Terminal Indonesia. In STIA dan Manajemen Kepelabuhan Barunawati Surabaya. http://repositori.stiamak.ac.id/id/eprint/357
Biernacki, P., & Waldorf, D. (1981). Snowball Sampling: Problems and Techniques of Chain Referral Sampling. Sociological Methods & Research, 10(2), 141–163. https://doi.org/10.1177/004912418101000205
Cahyarani, A., Susanto, A., & Hamzah, A. (2023). Perceptions of Fishing Vessel Owners Based at Ocean Fishing Port of Nizam Zachman Jakarta Regarding the Implementation of Measurable Fisheries Policies. Jurnal Agribisnis Perikanan, 16(2), 106–111. https://doi.org/https://doi.org/10.52046/agrikan.v16i2.1748
Hardin, Haya, N., & Ahmad, J. (2024). Tingkat Pemanfaatan Fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bacan. 2006, 1616–1623. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.60126/maras.v2i3.442
Hutapea, R. Y., Solihin, I., & Nurani, T. W. (2018). Peran Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Dalam Mendukung Industri Tuna. Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management, 8(2), 187–197. https://doi.org/https://doi.org/10.29244/jmf.8.2.187-198
Hutapea, R. Y. F., & Ikhsan, S. A. (2023). Modul Manajemen Pelabuhan Perikanan (Hozairi, ed.). Widina Bhakti Persada Bandung.
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2012). PERMEN KP No. 8 Tahun 2012. Peraturan Menteri Kelautan Perikanan, 18(1), 92–108. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=ubYSEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=konsesi+pelabuhan&ots=L3r5_V0VRm&sig=gm9VQqdVD3iqvNgjt0hczOqmT58
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 28 Tahun 2023. November, 5391.
Kirwelakubun, N., Kayadoe, M. E., Polii, J. F., Kaparang, F. F., & Pangalila, F. P. T. (2018). Studi tentang pelayanan terhadap kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tumumpa, Kota Manado (Study on Fishery Ship Service at Tumumpa Coastal Fishing Port (PPP), Manado City). Jurnal Ilmu Dan Teknologi Perikanan Tangkap, 3(1), 32–40. https://doi.org/10.35800/jitpt.3.1.2018.19377
Lestari, D. A., Purwangka, F., & Iskandar, B. H. (2017). Identifikasi Keselamatan Kerja Kegiatan Bongkar Muat Kapal Purse Seine Di Muncar, Banyuwangi (An Occupational Safety Identification of Purse Seiner Loading and Unloading Services in Muncar, Banyuwangi). Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 13(1), 31. https://doi.org/10.14710/ijfst.13.1.31-37
Lubis, E. (2011). Kajian Peran Strategis Pelabuhan Perikanan Dalam Pengembangan Perikanan Laut. Dalam AKUATIK-Jurnal Sumberdaya Perairan (Vol. 5, Issue 2, pp. 1–7).
Lubis, E., & Mardiana, N. (2011). Peranan Fasilitas Ppi Terhadap Kelancaran Aktivitas Pendaratan Ikan Di Cituis, Tangerang. Jurnal Teknologi Perikanan Dan Kelautan, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.24319/jtpk.2.1-10
Luthfia, S. S. (2023). Mengupas Tata Kelola Perikanan Nasional Melalui PP No. 11 Tahun 2023 Tentang Penangkapan Ikan Terukur Demi Mewujudkan Blue Economy. 12(11), 483–501. https://dx.doi.org/10.33331/rechtsvinding.v12i3.1374
Machdani, S., Eko Prihantoko, K., & Suherman, A. (2023). Tingkat Pemanfaatan Fasilitas Pelabuhan Perikanan (Studi Kasus: Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing). Jurnal Perikanan Tangkap (JUPERTA), 7(2), 42–52.
Muhidin, D., & Nursahbani, K. (2021). Strategi Pengembangan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Karangsong, Kabupaten Indramayu, Ditinjau dari Aspek Produksi dan Fasilitas (Suatu Kasus di PPI Karangsong, Kabupaten Indramayu). Jurnal Akuatek, 2(2), 112–129. https://doi.org/https://doi.org/10.24198/akuatek.v2i2.37485
Nadia, R. A. N. (2017). Buruh angkut dan keluarga nelayan di Pelabuhan Muara Angke. Lembaran Sejarah, 12(1), 44. https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.25519
Ratih, R. M., Muliatini, N., & Suhendi, R. M. (2020). Pengaruh Shift Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai (Suatu Studi pada PT BKS (Berkat Karunia Surya) di Kota Banjar). Business Management and Entrepreneurship Journal, 2(1), 66–77. https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/bmej/article/download/2500/3145
Scheffczyk, R. B. (2009). Fishing Port Management: The Forgotten Subject. Fisheries and Aquaculture, 1, 1–28.
Simatupang, P. (2003). Analisis Kebijakan : Konsep Dasar Dan Prosedur Pelaksanaan. Analisis Kebijakan Pertanian, 6(3), 1–21. https://doi.org/https://doi.org/10.21082/akp.v1n1.2003.1-23
Usman, H., & Akbar, P. S. (2017). Metodologi penelitian sosial (R. Damayanti (ed.)). Bumi Aksara.
Wahyudi, A., Lubis, E., & Pane, A. B. (2018). Strategi Pencegahan Pencemaran Lingkungan Di Pelabuhan Perikanan : Kasus Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu. ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut, 1(2), 139–152. https://doi.org/10.29244/core.1.2.139-152
Warid, R., Ihsan, & Hasrun. (2023). Analisis Fasilitas Pelabuhan Perikanan Nusantara (Ppn) Untia Kota Makassar. Jurnal Pelagis, 1(2), 130–144. https://doi.org/https://doi.org/10.33096/pelagis.v1i2.308
DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jkpi.18.1.2026.9-17

Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
p-ISSN 1979-6366
e-ISSN 2502-6550













