Identifikasi Klaster Maritim Unggulan Melalui Analisis Interregional Input Output (IRIO) Studi Kasus: Provinsi Sulawesi Selatan
Abstract
Ekonomi biru kini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang krusial untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan. Sebagai pusat pertumbuhan di Kawasan Timur Indonesia, Sulawesi Selatan memiliki potensi maritim yang besar. Namun, wilayah ini masih menghadapi tantangan dalam transisi menuju ekonomi biru untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi kinerja sektor maritim Sulawesi Selatan dengan mengidentifikasi klaster maritim unggulan yang memiliki dampak pengganda ekonomi terbesar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis keterkaitan (linkage analysis) dan dampak pengganda (multiplier effect). Data yang digunakan meliputi Tabel Interregional Input-Output (IRIO) Indonesia 2016, data Produk Domestik Bruto (PDB) Maritim, dan Tabel Konkordansi KBLI-Klaster Maritim dari Kemenkomarves-BPS. Hasil analisis menunjukkan bahwa Klaster Sumber Daya Energi (SDE) Maritim menjadi klaster maritim unggulan di Sulawesi Selatan yang memberikan dampak pengganda terbesar. Secara spesifik, sektor industri makanan-minuman dan industri barang galian bukan logam memiliki keterkaitan kebelakang (backward linkage) dan kedepan (forward linkage) tertinggi. Hal ini mengindikasikan kemampuan stimulasi kuat sektor ini terhadap sektor hulu maupun hilir. Rekomendasi dari penelitian ini adalah memfokuskan investasi pada akselerasi hilirisasi produk laut seperti rumput laut dan perikanan tangkap melalui insentif fiskal di kawasan industri pengolahan, pengembangan industri material konstruksi ramah lingkungan untuk mendukung infrastruktur pesisir misalnya pembangunan pelabuhan hijau, dan penguatan konektivitas logistik pelabuhan untuk efisiensi distribusi produk unggulan ke pasar global.
Title: Identification Of Leading Maritime Clusters Through Interregional Input-Output (IRIO) Analysis Case Study: South Sulawesi Province
The blue economy is now a crucial new source of economic growth that must be utilized sustainably. As a growth center in Eastern Indonesia, South Sulawesi has significant maritime potential. However, this region still faces challenges in transitioning to a blue economy to increase added value and regional competitiveness. This study aims to optimize the performance of South Sulawesi's maritime sector by identifying leading maritime clusters with the greatest economic multiplier impact. The study uses a quantitative approach through linkage analysis and multiplier effects. The data used include the 2016 Indonesian Interregional Input-Output (IRIO) Table, Maritime Gross Domestic Product (GDP) data, and the KBLI-Maritime Cluster Concordance Table from the Coordinating Ministry for Maritime Affairs and Investment-BPS. The analysis results indicate that the Maritime Energy Resources (SDE) is the leading maritime cluster in South Sulawesi with the greatest multiplier impact. Specifically, the food and beverage and non-metallic mining sectors have the highest backward and forward linkages. This indicates the sector's strong stimulating potential for both upstream and downstream sectors. This research recommends focusing investment on accelerating the downstream processing of marine products such as seaweed and capture fisheries through fiscal incentives in industrial processing areas, developing an environmentally friendly construction materials industry to support coastal infrastructure, such as the development of green ports, and strengthening port logistics connectivity for efficient distribution of superior products to the global market.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Afandi, F. A. (2025). Strategi Kebijakan Meningkatkan Kontribusi PDB Maritim dan Ekonomi Biru.
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika, 7(2), 1217–1225.
Ayuningtyas, A. D., & Muchlisoh, S. (2024). A Blue Economy as a Solution to Escape the Middle
Income Trap: A Case Study of Indonesia from 2001 to 2021. Seminar Nasional Official
Statistics, 2024(1), 1109-1118. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2024i1.2267
Arsyad, L. (1999). Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: STIE YKPN.
Bappenas. (2024a). Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia Edisi 2. Jakarta: Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional (Bappenas) RI.
Bappenas. (2024b). Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2025–2045. Jakarta:
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI.
BPS. (2018). Hasil Survei Pertanian Antar Sensus (SUTAS) 2018. Jakarta: Badan Pusat Statistik
(BPS) RI.
DKP Provinsi Sulawesi Selatan. (2023). Renstra 2024–2026. Makassar: Dinas Kelautan dan
Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Selatan.
Duan, Y., Dietzenbacher, E., Los, B., & Yang, C. (2023). Processing trade in Chinese interregional
input-output tables: construction and application. Economic Systems Research, 35(4): 566
Isard, W., Azis, I. J., Drennan, M. P., Miller, R. E., Saltzman, S., & Thorbecke, E. (1998). Methods
of Interregional and Regional Analysis. Aldeshot (UK): Ashgate.
Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2024). Bijak Mengelola Laut untuk Ekonomi Biru. Jakarta:
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
Kementerian Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi & Badan Pusat Statistik. (2023). Laporan
Perhitungan Produk Domestik Bruto Maritim Indonesia 2017-2021. Jakarta: Kemenko Marves
dan BPS.
Lestari, W. P., & Ruslam (2021). Identifikasi Industri Unggulan untuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi
di
Sulawesi Selatan dan Dampaknya pada Wilayah Lain di Indonesia.
Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia, 1(3), 284–296. doi: 10.11594/jesi.01.03.14
Miller, R. E., & Blair, P. D. (2009). Input Output Analysis. Cambridge: Cambridge University Press.
Priyarsono, D. S., Sahara, & Firdaus, M. (2007). Ekonomi Regional (Edisi 1). Jakarta: Universitas
Terbuka.
Rahmawan, I. M., & Angraini, W. (2021). Keterkaitan Antar Sektor dan Antar Wilayah dalam
Perekonomian Provinsi Lampung: Analisis Data Tabel Inter Regional Input Output (IRIO)
Tahun 2016. Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia, 1(3), 227–243. doi:
11594/jesi.01.03.09
Sahara. (2017). Analisis Input Output: Perencanaan Sektor Unggulan. Bogor: IPB Press.
Sukino, S. (2013). Makro Ekonomi, Teori Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2006). Economic Development (9th ed.). Boston:
Pearson/Addison Wesley.
DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v20i2.18023
Indexed by:
-------------------------------------------------------------------------------------
Published by
Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic
in collaboration with
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


















