Degradasi Lingkungan dan Transformasi Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Bayah Barat Kabupaten Lebak Provinsi Banten

Ahmad Zaky, Ibnu Tegar Maulana, Mohamad Firhan Akbar, Sri Mulyati, Ananda Putri, Fathiya Aulia Nurfadilah, Nasywa Maura Wilona, Nazwah Aleyda Zen

Abstract


Perkembangan industri dan aktivitas penambangan di wilayah pesisir sering kali membawa implikasi serius terhadap keberlanjutan lingkungan dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini mengangkat permasalahan degradasi lingkungan dan transformasi sosial ekonomi yang terjadi akibat ekspansi industri dan penambangan di Desa Bayah Barat, Kabupaten Lebak, Banten. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak aktivitas industri terhadap kualitas lingkungan, perubahan mata pencaharian, serta keberlanjutan tradisi ekonomi-budaya masyarakat pesisir. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2025      di Desa Bayah Barat dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, Focus Group Discussion (FGD), serta studi dokumentasi yang diperkuat dengan data sekunder dari laporan dan pemberitaan media. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas industri dan penambangan telah meningkatkan sedimentasi sungai, menurunkan kualitas ekosistem perairan, serta mengganggu keberlanjutan tradisi penangkapan ikan lokal. Kondisi ini memicu pergeseran mata pencaharian dan memperdalam ketimpangan sosial ekonomi antara masyarakat yang beralih ke sektor industri dan kelompok nelayan serta petani yang semakin terpinggirkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bayah Barat menghadapi ketegangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan ekologis akibat lemahnya tata kelola lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan pengawasan industri, rehabilitasi lingkungan sungai dan pesisir, peningkatan kapasitas masyarakat lokal, serta pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal seperti pengolahan hasil laut dan ekowisata.    

 

title : degradasi lingkungan, sosial ekonomi, Bayah Barat, kearifan lokal, masyarakat pesisir


Rapid industrial expansion in coastal areas often generates significant environmental and socio-economic consequences for local communities. This study examines environmental degradation and socio-economic transformation resulting from industrial and mining activities in Bayah Barat Village, Lebak Regency, Banten, Indonesia. The research aims to analyze the impacts of industrial expansion on environmental quality, livelihood changes, and the sustainability of local fishing traditions. Conducted in 2024, this study employs a qualitative descriptive approach. Data were collected through field observations, in-depth interviews with community members and key stakeholders, focus group discussions (FGDs), and document analysis, supported by secondary data from official reports and media sources. Data analysis was carried out using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that industrial and mining activities have increased river sedimentation, degraded aquatic ecosystems, and disrupted traditional small-scale fisheries, particularly the seasonal impun fishing practice. These environmental changes have driven shifts in local livelihoods and intensified socio-economic disparities between residents who transitioned into industrial employment and traditional fishers and farmers who have become increasingly marginalized. The study concludes that Bayah Barat is experiencing growing tension between economic growth and ecological sustainability due to weak environmental governance and limited policy intervention. To address these challenges, the study recommends strengthening industrial oversight, implementing river and coastal environmental rehabilitation, enhancing community capacity, and promoting local wisdom–based economic development, including value-added marine product processing and community-based ecotourism.



Keywords


degradasi lingkungan, sosial ekonomi, Bayah Barat, kearifan lokal, masyarakat pesisir

Full Text:

PDF

References


Adiwibowo, S., & Satria, A. (2019). Governance dan Konflik Pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia. Bogor: IPB Press.

Agustina, D. S., & Mayrudin, Y. M. (2023). Aktivisme Warga dan Negara dalam Kerusakan Lingkungan di Lebak Banten. Jurnal Sosial dan Lingkungan, Vol. 1, No. 1, hlm. 13-30.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (2022). Data Curah Hujan Tahunan Kabupaten Lebak 2018–2022. Jakarta: BMKG.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebak. (2023). Profil Kecamatan Bayah dalam Angka 2023. Lebak: BPS.

Bantenekspose.id. (2024). Penambangan Pasir Kuarsa di Desa Bayah Barat: Harus Ada Pembinaan dan Pengawasan. Diakses dari https://www.bantenekspose.id.

BPPT dan DLH Kab. Lebak. (2018). Laporan Kegiatan Inventarisasi Penggunaan Merkuri dan Evaluasi Potensi Bijih Emas Di Kabupaten Lebak. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak.

Dewi Sinta Agustina & Yeby Ma’asan Mayrudin.(2023).Aktivisme Warga dan Negara dalam Kerusakan Lingkungan di Lebak Banten .Journal of Social Contemplativa, Volume 1 Nomor 1, 2023, Halaman 13–30.

https://www.swarabanten.com/2023/08/pemerintah-dinilai-tak-serius-tangani.html

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). (2021). Climate Change 2021: The Physical Science Basis. Cambridge: Cambridge University Press.

Iskandar, J., & Santoso, M. (2021). Adaptasi Ekologi dan Perubahan Sosial pada Komunitas Pesisir Jawa Barat. Jurnal Ekologi Sosial, 14(2), 87–102.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2020). Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia 2020. Jakarta: KLHK.

Martinez-Alier, J. (2019). Environmentalism of the Poor: A Study of Ecological Conflicts and Valuation. Oxford University Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2013). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.

Patton, M. Q. (2014). Qualitative Research & Evaluation Methods: Integrating Theory and Practice. SAGE Publications.

Purnomo, H., & Prasetyo, Y. (2022). Dampak Industrialisasi terhadap Ekosistem Pesisir di Indonesia. Jurnal Ekologi Pembangunan, 17(3), 145–160.

Rahardjo, A. (2018). Geomorfologi dan Tanah Karst di Pesisir Selatan Jawa. Bandung: ITB Press.

Rahayuningsih, Y. (2017). Dampak Keberadaan Industri Semen terhadap Sistem Mata Pencaharian (Livelihood System) Nelayan Bayah. Jurnal Sosial Ekonomi dan Kelautan, Vol. 12, No. 2, Desember 2017, hlm. 213-223.

Soprima, M., Kusnoputranto, H., & Inswiasri (2020). KAJIAN RISIKO KESEHATAN MASYARAKAT AKIBAT PAJANAN MERKURI PADA PERTAMBANGAN EMAS RAKYAT DI KABUPATEN LEBAK, BANTEN. Jurnal Ekologi Kesehatan.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suwondo, B. (2020). Industrialisasi dan Transformasi Sosial di Daerah Pesisir. Jurnal Sosiologi Maritim, 8(2), 211–230.

Tim. (2023). Pemerintah Dinilai Tak Serius Tangani Dampak Lingkungan Keruhnya Sungai Cimadur di Desa Bayah Barat. Swara Banten. Diakses dari

View of POTENSI GEOWISATA PADA KAWASAN PESISIR BAYAH, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN https://share.google/RuttZffk8n9vYN7ED




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v21i1.19093

Indexed by:

 

-------------------------------------------------------------------------------------

Published by

Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic 
in collaboration with
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.