Prioritas Pengelolaan Ekosistem dan Sosial-Ekonomi Pesisir Pulau Sebesi Berbasis Indeks Kepekaan Lingkungan Oil Spill
Abstract
Pulau Sebesi merupakan wilayah pesisir yang memiliki keragaman ekosistem dan aktivitas sosial-ekonomi yang tinggi serta berada pada kawasan dengan risiko tumpahan minyak yang signifikan akibat intensitas pelayaran di Selat Sunda. Posisi Pulau Sebesi yang berdekatan dengan jalur pelayaran internasional dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI I) menjadikan wilayah ini rentan terhadap potensi kecelakaan kapal dan pencemaran minyak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis dan karakteristik ekosistem serta aktivitas sosial-ekonomi pesisir Pulau Sebesi, (2) menganalisis tingkat kepekaan lingkungan terhadap tumpahan minyak menggunakan pendekatan Indeks Kepekaan Lingkungan (IKL), dan (3) menentukan prioritas pengelolaan ekosistem dan aktivitas sosial-ekonomi yang paling rentan terhadap dampak oil spill. Penelitian dilakukan melalui survei lapangan, pengumpulan data ekologi dan sosial-ekonomi, serta analisis spasial. Parameter ekologi dan sosial-ekonomi selanjutnya diintegrasikan dalam IKL untuk memperoleh gambaran tingkat kepekaan lingkungan secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem pesisir Pulau Sebesi terdiri atas terumbu karang, mangrove, dan padang lamun, sedangkan aktivitas sosial-ekonomi utama meliputi permukiman pesisir, perikanan tangkap skala kecil, pertanian lahan kering, dermaga, serta pariwisata bahari. Analisis IKL menunjukkan bahwa tingkat kepekaan lingkungan bervariasi antar unit analisis, dengan nilai IKL berada pada kategori sedang hingga sangat sensitif. Ekosistem terumbu karang memiliki tingkat kepekaan tertinggi, khususnya pada Unit Analisis 10 dan 18 yang diklasifikasikan sebagai sangat sensitif, akibat tingginya nilai ekologis, peran penting sebagai habitat biota laut, serta keterkaitannya dengan aktivitas perikanan dan pariwisata. Sementara itu, ekosistem mangrove, padang lamun, dan berbagai aktivitas sosial-ekonomi lainnya berada pada kategori sedang hingga sensitif. Berdasarkan distribusi spasial IKL, wilayah dengan tingkat kepekaan sangat sensitif ditetapkan sebagai prioritas utama pengelolaan dan perlindungan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan IKL efektif dalam mengintegrasikan aspek ekologi dan sosial-ekonomi serta dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pengelolaan pesisir dan mitigasi risiko tumpahan minyak di Pulau Sebesi.
Title:Priorties for Coastal Ecosystem and Socio-Economic Management of Sebesi Island Based on the Oil Spill Environmental Sensitivity Index
Sebesi Island is a coastal area characterized by high ecological diversity and a wide range of socio-economic activities, and it is located in a region with a significant risk of oil spills due to the intense shipping traffic in the Sunda Strait. The proximity of Sebesi Island to international shipping routes and the Indonesian Archipelagic Sea Lane I (ALKI I) increases its vulnerability to potential ship accidents and oil pollution. This study aims to (1) identify the types and characteristics of coastal ecosystems and socio-economic activities on Sebesi Island, (2) analyze the level of environmental sensitivity to oil spills using the Environmental Sensitivity Index (ESI) approach, and (3) determine management priorities for ecosystems and socio-economic activities that are most vulnerable to oil spill impacts. The study was conducted through field surveys, collection of ecological and socio-economic data, and spatial analysis. Ecological and socio-economic parameters were subsequently integrated into the Composite Environmental Sensitivity Index (CESI) to obtain a comprehensive assessment of environmental sensitivity. The results indicate that the coastal ecosystems of Sebesi Island consist of coral reefs, mangroves, and seagrass meadows, while the main socio-economic activities include coastal settlements, small-scale capture fisheries, dryland agriculture, jetties, and marine tourism. The ESI analysis shows that environmental sensitivity varies among analysis units, with CESI values ranging from moderate to very high sensitivity. Coral reef ecosystems exhibit the highest sensitivity levels, particularly in Analysis Units 10 and 18, which are classified as very highly sensitive due to their high ecological value, essential role as marine habitats, and strong linkages with fisheries and tourism activities. In contrast, mangrove ecosystems, seagrass meadows, and other socio-economic activities fall within the moderate to high sensitivity categories. Based on the spatial distribution of ESI values, areas with very high sensitivity are designated as top priorities for management and protection. These findings highlight that the ESI approach is effective in integrating ecological and socio-economic aspects and can serve as a scientific basis for coastal management planning and oil spill risk mitigation on Sebesi Island.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Alves TM, Kokinou E, Zodiatis G, Lardner R, Panagiotakis C, Radhakrishnan H. 2015. Modelling of oil spills in confined maritime basins: The case for early response in the Eastern Mediterranean Sea. Environmental Pollution. 206:390–399. doi:10.1016/j.envpol.2015.07.042.
Ario D, Y Rustiandi, A Afandy, Kamsari RGHamdaniChristian. 2019. Studi Indeks Kepekaan Lingkungan di Wilayah Pesisir Kabupaten Indramayu. 9(3).
Carvalho G de A, Minnett PJ, Paes ET, de Miranda FP, Landau L. 2019. Oil-slick category discrimination (seeps vs. spills): A linear discriminant analysis using RADARSAT-2 backscatter coefficients (σ°, β°, and γ°) in Campeche Bay (Gulf of Mexico). Remote Sens (Basel). 11(14). doi:10.3390/rs11141652.
Carvalho M, Gherardi DFM. 2008. Mapping the environmental sensitivity to oil spill and land use/land cover using spectrally transformed Landsat 7 ETM data. Brazilian Journal of Aquatic Science and Technology. 12(2):1. doi:10.14210/bjast.v12n2.p1-9.
Damayanti FN, Putra IDNN, Nuarsa IW, Hartuti M. 2023. Deteksi Pola Sebaran Tumpahan Minyak (Oil Spill) Menggunakan Citra Sentinel-1A di Perairan Karawang. Journal of Marine and Aquatic Sciences. 8(2):210. doi:10.24843/jmas.2022.v08.i02.p06.
Fatma Assyifa S, Yulianto G, Yulianda F, Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan P, Perikanan dan Ilmu Kelautan F. 2023. Penilaian Kondisi Terumbu Karang Di Pulau Genteng Besar Dan Kayu Angin Genteng, Kepulauan Seribu Assesment The Condition Of Coral Reefs In Genteng Besar And Kayu Angin Genteng Islands, Seribu Islands. Volume ke-14.
Firmansyah Yuanto T. 2014. Kerapatan Rumput Laut Pada Kedalaman Yang Berbeda di Perairan Pantai Bandengan, Jepara. Diponegoro Journal of Maquares. 3:58–65.
Hernawan U, Risdianto RK. 2020. Oil spill contingency plan (OSCP) by environmental sensitivity index (ESI) analysis at East Barito District, South Barito District and Kapuas District (Tamiang Layang, Buntok and surrounding area), Central Kalimantan Province. Di dalam: IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. Volume ke-500. Institute of Physics Publishing.
Rikardi N, Damar A, Nurjaya IW. 2021. Analisis Metode Indeks Kepekaan Lingkungan Ekosistem Mangrove Terhadap Tumpahan Minyak Di Pesisir Subang, Jawa Barat. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 13(1):1–17. doi:10.29244/jitkt.v13i1.31792.
Sandhyavitri A, Fatnanta F, Husaini RR. 2020. Identification and prioritization of coastal vulnerability areas based on coastal vulnerability indexes (CVI) and analytical hierarchy process (AHP). Di dalam: AIP Conference Proceedings. Volume ke-2230. American Institute of Physics Inc.
Suresh Kumar Mojjada B, Joseph I, Gopalakrishnan A. 2021. Mariculture Advancements in India: Towards a New Epoch. January:55–58. www.infofish.org.
Utomo SW, Risdianto RK, Tambunan RP, Hernawan U. 2021. Environmental sensitivity index analysis for coastal protection of oil spill in Fakfak, Papua, Indonesia. Global Nest Journal. 23(2):241–248. doi:10.30955/gnj.003566.
Wahdaniar W. 2019. Daya Dukung dan Kesesuaian Lahan Ekowisata Mangrove Tongke-Tongke Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmu Lingkungan. 17(3):481. doi:10.14710/jil.17.3.481-485.
Wang Y, Du P, Liu B, Sheng S. 2023. Vulnerability of mariculture areas to oil-spill stress in waters north of the Shandong Peninsula, China. Ecol Indic. 148 February:110107. doi:10.1016/j.ecolind.2023.110107.
Yulianto B, Ario R. 2006. Daya Serap Rumput Laut (Gracilaria sp) Terhadap Logam Berat Tembaga (Cu) Sebagai Biofilter. 11(2):72–78.
DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v21i1.19146
Indexed by:
-------------------------------------------------------------------------------------
Published by
Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic
in collaboration with
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


















