Revitalisasi Peran Penyuluh Perikanan dalam Meningkatkan Kapasitas Pelaku Usaha Perikanan di Indonesia: Analisis Tantangan dan Strategi Penguatan Sistem Penyuluhan
Abstract
Sektor kelautan dan perikanan merupakan pilar strategis pembangunan ekonomi Indonesia. Namun, optimalisasi potensi ini terhambat oleh rendahnya kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku utama. Penyuluh perikanan memegang peran krusial sebagai agen perubahan, perantara informasi, dan fasilitator dalam pemberdayaan masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi terkini sistem penyuluhan perikanan, mengidentifikasi tantangan fundamental, dan merumuskan strategi revitalisasi peran penyuluh. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan meta-analisis terhadap data sekunder dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Pusat Statistik (BPS), serta literatur ilmiah periode 2020-2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara jumlah penyuluh (sekitar 4.000-5.000 orang) dengan jumlah pelaku usaha perikanan yang mencapai jutaan, menyebabkan rasio penyuluhan yang tidak ideal. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, rendahnya adopsi teknologi digital di kalangan penyuluh senior, serta minimnya dukungan anggaran operasional. Penelitian ini merekomendasikan strategi "Hybrid Extension System" yang mengintegrasikan penyuluhan konvensional dengan platform digital, penguatan kelembagaan melalui sinergi pusat-daerah, serta peningkatan kompetensi penyuluh dalam aspek manajerial dan kewirausahaan. Revitalisasi ini mendesak dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan pelaku usaha perikanan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Title: Revitalizing the Role of Fisheries Extension Officers in Enhancing the Capacity of Fisheries Business Actors in Indonesia: Analysis of Challenges and Strategies for Strengthening the Extension System
The marine and fisheries sector is a strategic pillar of Indonesia's economic development. However, the optimization of this potential is hindered by the low capacity of human resources among primary actors. Fisheries extension workers play a crucial role as agents of change, information intermediaries, and facilitators in empowering coastal communities. This study aims to analyze the current condition of the fisheries extension system, identify fundamental challenges, and formulate strategies for revitalizing the role of extension workers. The method used is descriptive qualitative with a meta-analysis of secondary data from the Ministry of Marine Affairs and Fisheries (KKP), Statistics Indonesia (BPS), and scientific literature from 2020-2025. The results show a significant gap between the number of extension workers (approximately 4,000-5,000 personnel) and the millions of fishery business actors, resulting in a non-ideal extension ratio. Key challenges include limited infrastructure, low adoption of digital technology among senior extension workers, and minimal operational budget support. This study recommends a "Hybrid Extension System"strategy integrating conventional extension with digital platforms, institutional strengthening through central-regional synergy, and enhancing extension workers' competence in managerial and entrepreneurial aspects. This revitalization is urgently needed to increase the productivity, competitiveness, and welfare of Indonesian fishery business actors towards the vision of Golden Indonesia 2045.
Keywords
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v20i2.19945
Indexed by:
-------------------------------------------------------------------------------------
Published by
Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic
in collaboration with
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


















