PENGAMATAN TINGKAH LAKU PEMIJAHAN, PERKEMBANGAN EMBRIO DAN DAYA TETAS TELUR RED BALLON RAINBOWFISH Glossolepis incisus Weber, 1908 (Melanotaeniidae)

Bastian Nur, Mochammad Zamroni, Rendy Ginanjar

Abstract


Red balloon rainbowfish dalam dunia perdagangan ikan hias lokal lebih dikenal dengan ikan pelangi merah “parrot”, merupakan salah satu ikan hias dari keluarga Melanotaeniidae yang memiliki bentuk unik dan menarik. Ikan jantan memiliki warna yang lebih menarik dengan perilaku yang lebih agresif dalam masa pemijahan. Sedangkan ikan betina mampu memijah beberapa kali dalam satu kali siklus reproduksinya. Pengamatan perilaku pemijahan, perkembangan embrio dan daya tetas telur ikan red ballon rainbowfish telah dilakukan di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias, Depok. Red ballon rainbowfish memijah pada dini hari menjelang matahari terbit hingga siang hari sekitar pukul 14.00 dengan suhu air 26,5– 28,3oC. Jumlah telur yang dihasilkan selama tiga kali pemijahan sebanyak 601 butir dengan daya tetas telur rata-rata diperoleh sebesar 95,87%. Telur yang terbuahi berwarna kuning zaitun transparan, dengan ratarata diameter telur 1,048±0,016 mm, memiliki alat penempel pada substrat yang disebut filamen. Fase pembelahan terjadi 42 menit setelah pembuahan, morula setelah 6 jam 52 menit, blastula setelah 8 jam 49 menit dan gastrula terjadi setelah 13 jam 41 menit. Embrio mulai terlihat setelah 15 jam 54 menit, somit terbentuk setelah 29 jam 21 menit dan bakal mata mulai terlihat setelah 31 jam 7 menit. Chorion mulai melunak dan larva menetas setelah 158 jam 11 menit.


Keywords


Red balloon rainbowfish; tingkah laku pemijahan; perkembangan embrio; daya tetas telur

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur by is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats