CACING NEMATODA PADA BELUT, Monopterus albus: PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN GNATHOSTOMIASIS

Angela Mariana Lusiastuti, Riza Tiuria, Agustin Indrawati, Uni Purwaningsih

Abstract


Ekspor belut Indonesia tahun 2011 ditolak di Jepang akibat terdeteksi positif gnathostomiasis. Gnathostomiasis adalah infeksi cacing Gnathostoma spp. Penulisan review ini adalah mengeksplorasi infeksi gnathostomiasis
dan membahas tentang cara penularan, epidemiologi, cara diagnosa, host definitif, inang antara dan pengendaliannya. Gnathostomiasis adalah jenis cacing nematode (round worm) yaitu Gnathostoma spinigerum dan G. hispidum yang dapat menyebabkan infeksi penyakit zoonotik pada manusia yang disebut sebagai penyakit Larva Migrans Profundus. Belut dapat berperan sebagai induk semang perantara II dan sekaligus sebagai induk semang definitif. Pada belut dapat ditemukan larva stadium III dan akan menyebar ke jaringan
otot dan organ dalam terutama hati, serta membentuk kista. Cacing nematode dewasa juga dapat dijumpai pada lambung dan saluran cerna belut dengan membentuk jaringan seperti tumor dan dapat melepaskan telur ke air budidaya dan menetas menjadi larva stadium I. Larva stadium I ini akan ditelan oleh jenis crustacean dari genus Cyclops. Budidaya menggunakan terpal dengan lumpur yang sudah dikeringkan terlebih dahulu atau bahkan hanya dengan air bersih merupakan cara alternatif untuk memutus mata rantai antara Cyclops dengan ikan belut sehingga diperoleh belut yang lebih bersih dan berkualitas. Diagnosa gnathostomiasis melalui mikroskopis dengan mengidentifikasi larva pada jaringan, deteksi ELISA dan Computed Axial TomographyT Scan (CAT Scan) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI). Strategi untuk membunuh larva cacing pada belut yang akan dikonsumsi adalah belut direndam dalam cuka selama 6 jam atau kecap manis selama 12 jam atau didinginkan pada suhu minus 20°C selama 3-5 hari. Strategi ini dapat membunuh larva cacing Gnathostoma spp. yang sudah ada di dalam belut.


Keywords


gnathostomiasis, belut, budidaya bersih

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur by is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats