PERTUMBUHAN BENIH F-3 IKAN MAS RAJADANU (Cyprinus carpio) TAHAN KHV HASIL PEMIJAHAN SEMI BUATAN DI BAK BETON

Yogi Himawan, Khairul Syahputra, Didik Ariyanto

Abstract


Pembentukan F-3 ikan mas (Cyprinus carpio Linn) Rajadanu tahan KHV (Koi Herpesvirus) melalui seleksi merupakan salah satu langkah menanggulangi masalah serangan penyakit melalui pendekatan genetik. Kegiatan tersebut
dibantu dengan deteksi MHC (Major histocompatibility Complex) sebagai penanda pembawa gen tahan KHV pada induk yang akan dipijahkan. Salah satu kegiatan yang diamati dalam pembentukan populasi F-3 benih ikan mas tahan KHV adalah performa benih F-3 pada fase pemeliharaan benih. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis performa benih F-3 ikan mas Rajadanu tahan KHV hasil pemijahan teknik semi buatan di bak beton secara outdoor. Perlakuan berupa dua populasi F-2 induk betina ikan mas Rajadanu tahan KHV, yakni: A (MHC), dan B (non MHC) yang dipijahkan dengan F-1 jantan, masing-masing sebanyak tiga ulangan. Induk betina dan jantan yang digunakan masing-masing berbobot 1,5 kg; dipijahkan dengan teknik semibuatan pada waktu yang bersamaan. Hormon rangsangan pemijahan diberikan pada induk jantan dan
betina berupa Ovaprim sebanyak 0,3 mL/kg bobot. Wadah pemijahan berupa happa berukuran 2 m x 2 m x 1 m yang ditempatkan pada bak beton berukuran 25 m2 sekaligus sebgai wadah pendederan tahap 1. Benih yang digunakan berumur empat hari setelah menetas berukuran 0,00078 ± 0,05 g dan panjang standar 0,55 ± 0,01 cm. Pemberian pakan pada minggu pertama berupa pakan alami hasil pemupukan organik tiap bak sebanyak 15 kg, dan selanjutnya diberi pakan tambahan komersial dengan protein 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot akhir rata-rata pada perlakuan A mencapai 0,16 ± 0,01 g dan perlakuan B sebesar 0,12 ± 0.02 g. Panjang standar perlakuan A memiliki nilai 1,58 ± 0,01 cm; relatif lebih tinggi dibanding B yakni sebesar 1,53 ± 0,01 cm. Biomassa benih F-3 pada perlakuan A mencapai rata-rata 1.434,34 ± 354,90 g relatif lebih tinggi dibanding perlakuan B yang mencapai 998,92 ± 133,09 g. Kualitas air pada penelitian masih berada dalam batas aman dalam pendederan ikan mas.


Keywords


ikan mas Rajadanu (Cyprinus carpio); pendederaan; MHC; bobot akhir; biomassa; panjang standar

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur by is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats