Pengaruh Perubahan Luas Hutan Mangrove Terhadap Konsentrasi Total Suspended Matter (TSM) di Muara Perancak, Jembrana – Bali

Komang Iwan Suniada, Liuta Yamano Aden

Abstract


Data penginderaan jauh satelit Landsat dengan akurasi yang tinggi menjadikannya sangat layak digunakan sebagai salah satu alternatif untuk memetakan sebaran mangrove (Sulong et al., 2002; Jhonnerie et al., 2014; Alimudi et al., 2017).   Selain akurasi tinggi, monitoring luasan hutan mangrove dengan menggunakan data satelit penginderaan jauh dapat dilakukan secara berkala dengan lebih cepat dan biaya yang tidak terlalu mahal. Kajian mengenai fungsi hutan mangrove sebagai perangkap sedimen telah banyak dilakukan dengan menggunakan metode pengukuran lapangan, namun masih sedikit penelitian yang menghubungkan Total Suspended Matter (TSM) dengan perubahan luasan hutan mangrove yang sepenuhnya memanfaatkan data satelit penginderaan jauh menyebabkan penelitian ini sangat menarik dan cukup penting untuk dilakukan. Penelitian ini dilakukan di kawasan estuari Perancak yang merupakan salah satu kawasan ekosistem mangrove yang ada di Bali selain Taman Nasional Bali Barat, Taman Hutan Rakyat Benoa dan Nusa Lembongan. Data yang digunakan untuk menghasilkan informasi TSM dan perubahan luasan hutan mangrove pada penelitian ini adalah data citra satelit resolusi menengah, Landsat. Data pendukung yang digunakan adalah data pasang surut dan data curah hujan. Informasi sebaran hutan mangrove dilakukan dengan menggunakan data pada 2005 dan 2015 dengan metode supervised maximum likelihood, sedangkan informasi konsentrasi TSM diperoleh dengan menggunakan data pada 2002 dan 2016 dengan menggunakan algoritma Budhiman (2004). Hasil kajian menunjukkan bahwa seiring dengan penambahan luas hutan mangrove di kawasan estuari Perancak telah menyebabkan penurunan konsentrasi TSM di muara sungai Perancak. Penurunan itu disebabkan karena terdapat sedimen yang terperangkap dan mengendap disekitar pohon ataupun akar mangrove terutama mangrove jenis Rhizophora.  Selain penambahan luas hutan mangrove, faktor oseanografi pasang surut juga sangat berpengaruh terhadap fluktuasi TSM di sekitar muara Perancak.

Keywords


TSM; mangrove; pasang surut; estuari Perancak

Full Text:

PDF

References


Alimundi, S., Susilo, S.B., & Panjaitan, J.P. (2017). Deteksi Perubahan Luasan Mangrove menggunakan Citra Landsat berdasarkan Metode Obia di Teluk Valentine Pulau Buano Seram Bagian Barat, Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, (8)1, 139-146.

Budhiman, S. (2004). Mapping TSM Concentrations from Mu/tisensor Satellite Images in Turbid Tropical Coastal Waters of Mahakam Delta-Indonesia. Master thesis. Netherland.

Budhiman, S. (2005). Pemetaan Sebaran Total Suspended Matter (TSM) menggunakan Data Aster dengan Pendekatan Bio-Optocal Model. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV, 1-6.

Cahoon, D. R. & Lynch, J. C. (1997). Vertical accretion and shallow subsidence in a mangrove forest of southwestern Florida, USA, Mangroves and Salt Marshes, (1)3, 173-186.

Donato, D. C., Kauffman, J. B., Murdiyarso, D., Kurnianto, S., Stidham, M., & Kannine, M. (2011). Mangroves Among The Most Carbon-Rich Forests in The Tropics, Nature Geoscience, 4, 293–297. DOI:10.1038/NGEO1123

Furukawa, K., Wolanski, E., & Mueller, H. (1997). Current and Sediment Transport in Mangrove Forests, Estuarine, Coastal and Shelf Science, 44(3), 301-310.

Haryani, N. S. (2013). Analisis Perubahan hutan mangrove menggunakan citra Landsat, Jurnal Ilmiah Widya, (1)1, 72-77.

Hastuti, A. W., Suniada, K. I. & Islamy, F. (2017). Carbon Stock Estimation of Mangrove Vegetation using Remote Sensing in Perancak Estuary, Jembrana District, Bali, International Journal of Remote Sensing and Earth Science, (14)2, 137-150.

Hastuti, A.W., Suniada, K. I., & Aden, L.Y. (2018). Pemetaan dan Deteksi Perubahan Mangrove menggunakan Citra Landsat Multi-Temporal di Pulau Bali, Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Penginderaan Jauh ke-5. 309-316.

Jhonnerie, R., Siregar, V. P., Nababan, B., Prasetyo, L. B., & Wouthuyzen, S. (2014). Deteksi Perubahan Mangrove Menggunakan Citra Landsat Berdasarkan Klasifikasi Hibrida di Sungai Kembung, Pulau Bengkalis, Provinsi Riau, Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, (6)2, 491-506.

Komiyama, A., Ong, J. E., & Poungparn, S. (2008). Allometry, Biomass and Productivity of Mangrove Forest: A review, Aquatic Botany (89)2, 128-137.

Lovelock C. E., Bennion V., Grinham, A., & Cahoon, D. R. (2011). The Role of Surface and Subsurface Processes in Keeping Pace With Sea Level Rise in Intertidal Wetlands of Moreton Bay, Queensland, Australia. Ecosystems, (14)5, 745-757.

Marini, Y., Emiyati., Hawariyah, S., & Hartuti, M. (2014). Perbandingan Metode Klasifikasi Supervised Maximum Likelihood dengan Klasifikasi Berbasis Objek untuk Inventarisasi Lahan Tambak di Kabupaten Maros. Prosiding Seminar Nasional Penginderaan Jauh LAPAN. Hal 505-516.

Misra, A., Murali, R. M., Sukumaran, S., & Vethamony, P. (2014). Seasonal Variations of Total Suspended Matter (TSM) in the Gulf of Khambhat, West Coast of India. Indian Journals of Geo-Marine Sciences, 43(7), 1202-1209.

Petra, J. L., Sastrawibawa, S., & Riyantini, I. (2012). Pengaruh Kerapatan Mangrove Terhadap Laju Sedimen Transpor di Pantai Karangsong Kabupaten Indramayu. Jurnal Perikanan dan Kelautan, (3)3, 329-337.

Proisy, C., Viennois, G., Sidik, F., Andayani, A., Enright, J. A., Guitet, S., Gusmawati, N., Lemonnier, H., Muthusankar, G., Olagoke, A., Prosperi, J., Rahmania, R., Ricout, A., Soulard, B., & Suhardjono. (2017). Monitoring mangrove forests after aquaculture abandonment using time series of very high spatial resolution satellite image : A case study from Perancak estuary, Bali, Indonesia. Marine Pollution Bulletin, 131(Part B), 61-71. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2017.05.056.

Purwanto, A. D., Asriningrum, W., Winarso, G., & Parwati. E. (2014). Analisis Sebaran dan Kerapatan Mangrove menggunakan Citra Landsat 8 di Segara Anakan, Cilacap. Prosiding Seminar Nasional Penginderaan Jauh LAPAN. 232-241.

Rahmania, R., Proisy, C., Viennois, G., Andayani, A., Baudel, S., Farhan, R., Subki, B., Lemonnier, H., Gusmawati, N.F., Gaspar, P., Germain, O., Prosperi, J., Widagti, N., Sidik, F., & Suhardjono. (2015). 13 Years of Changes in The Extent and Physiognomy of Mangroves After Shrimp Farming Abandonment, Bali. 8th International Workshop on the Analysis Multitemporal Remote Sensing Images (Multi-Temporal). IEEE Explore. doi: 10.1109/Multi-Temp.2015.7245801.

Roza, S. Y. (2016). Kontribusi Mangrove dalam Memerangkap Sedimen di Wilayah Pesisir Kota Dumai Provinsi Riau. Master Thesis. Institut Pertanian Bogor.

Satriadi, A., & Widada, S. (2004). Distribusi Muatan Padatan Tersuspensi di Muara Sungai Bodri, Kabupaten Kendal. Jurnal Ilmu Kelautan, 9(2), 101-107.

Schmitt, K., & Duke, N. C. (2015). Mangrove management, Assesment and Monitoring. Tropical Forestry Handbook, Springer-Verlag, 1-29. DOI 10.1007/978-3-642-41554-8_126-1

Sidik, F. (2014). Chapter 4 : Surface Elevation Change in Restored and Natural Mangrove Forests in the Perancak Estuary, Bali. Doctor of Philosophy Thesis. The University of Queensland.

Spalding, M., Mclvor, A., Tonneijck, F. H., Tol, S., & Van Eijk, P. (2014). Mangroves for coastal defence : Guidelines for coastal managers and policy makers. Wetlands International and The Nature Conservancy. 42p.

Sulong, I., Lokman, H. M., Tarmizi, K. M., & Ismail, A. (2002). Mangrove mapping using Landsat imagery and aerial photographs : Kemaman District, Trengganu, Malaysia. Environment, Development and Sustainability, (4)2, 135-152.

Wibowo, Y. S. A., Hariadi., & Marwoto, J. (2016). Pengaruh Arus Laut dan Pasang Surut terhadap Distribusi Sedimen Tersuspensi di Perairan Muara Sungai Sembilangan Kaliprau Pemalang. Jurnal Oseanografi (5)4, 490-497.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jkn.v14i1.6864

Copyright (c) 2019 Jurnal Kelautan Nasional


Creative Commons License

Copyright of Jurnal Kelautan Nasional (p-ISSN 1907-767Xe-ISSN 2615-4579)

Pusat Riset Kelautan
Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan

View My Stats

Index by