Analisis Karakteristik Dimensi Ekologi Pulau-Pulau Kecil Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara

Eva Mustikasari, Muhammad Ramdhan, Syahrial N. Amry, Aida Heriati, Utami R. Kadarwati, Yulius Yulius, Joko Prihantono, Dino Gunawan Pryambodo

Abstract


Sebagai salah satu pulau terluar Nunukan termasuk dalam jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), terletak pada wilayah Segi Tiga Karang (Coral Triangle) serta wilayah perairan yang dilewati jalur Arus Lintas Indonesia (Arlindo). Dari potensi-potensi yang ada, serta berdasarkan PP No 62 tahun 2010, maka perlu diakukan kajian mengenai kerakteristik dimensi ekologi yang menyangkut Hidro-oseanografi, Aspek tata guna lahan menyangkut karakteristik Kualitas Air serta ekosistem utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengukuran in situ dan analisis laboratorium.. Secara umum parameter yang terukur di perairan Pulau Nunukan masih dalam kondisi baik, hanya terlihat nilai suhu 27-30 oC dan kekeruhan rata-rata 32,08 ± 26,49 ntu yang berada di luar ambang batas baku yang ditetapkan pemerintah. Dari hasil analisis karakteristik tersebut dimensi ekologi maka perairan nunukan sangat cocok untuk area budidaya rumput laut khusus untuk jenis Eucheuma sp. Sebaran indeks vegetasi pada tahun 2016 menunjukkan data kepadatan vegetasi mangrove yang sangat rendah


Keywords


Pulau kecil terluar; Pulau Nunukan; Eucheuma sp.

Full Text:

PDF

References


__________. Peratutran Presiden No. 78 Tahun 2005 Tentang: Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar, 2005.

__________, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 62 tentang pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil Terluar, 2010.

__________, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1/PERMEN-KP/2016 tentang Pengelolaan Data dan Informasi Dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, 2016.

__________, http://mengukurkualitasair007.blogspot.co.id/pada tanggal 20 desember 2016, jam 14:28

Ornamental Fish Information Services Highlights (O_FISH), Kualitas Air, http://o-fish.com/Air/kualitas_air.php

Dahuri, R., Rais, J., Ginting, S. P., & Sitepu, M. J. (2001). Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu, balai Pustaka.

Creswell. J. W. (2010). Research Design, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed., Edisi ke tiga.

Hardjowigeno, S & Widiatmaka. (2007). Evaluasi kesesuaian lahan & perencanaan tataguna lahan, Gadjah Mada University Press.

Fakhrunnisa, R. A. (2015). Analisis Tingkat Pencemaran Laut Pada Kawasan Sekitar Pelabuhan Poetere, Program Studi Teknik Lingkungan Jurusan Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin.

Foale, S., Adhuri, D., Aliño. P. Allison, E. H., Andrew, N., Cohen, P., Evans, L., Fabinyi, M., Fidelman, P., Gregory, C., Stacey, N., Tanzer, J., & Weeratunge, N. (2013). Food security and the Coral Triangle Initiative. Marine Policy, 38, 174–183. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2012.05.033

Badan Pusat Statistik Kab. Nunukan. (2015). Nunukan dalam Angka, nunukan Regency I Figure.

Dinas Kelautan dan Perikanan. (2014). Profil Kelautan dan Perikanan Kab. Nunukan.

Dinas Kelautan dan Perikanan, Kab. Nunukan. (2011) Rencana Strategis Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Nunukan, 2011-2016.

Legendre, L., & Legendre, P. (1983). Statistical Ecology: A Primer on Method and Computing. Jhon Wiley and Sons.Inc.New York .337 p.

http://www.nunukankab.go.id/hal-visi-dan-misi.html diunduh pada tanggal 28 April 2016.

Oram, B. (2014), Total Dissolved Solids, http://www.water-research.net/index.php/water-treatment/tools/total-dissolved-solids , diakses tanggal 29 April 2016

Ouzemou, J. E., El Harti, A., Lhissou, R., Moujahid, A. E., Bouch, N., Ouazzani, R. E., Bachaoui, E. M., & Ghmari, A. E. (2018). Crop type mapping from pansharpened Landsat 8 NDVI data: A case of a highly fragmented and intensive agricultural system. Remote Sensing Applications: Society and Environment, 11, 94-103. https://doi.org/10.1016/j.rsase.2018.05.002

Rangka, N. A. & Paena, M. (2012). Potensi dan kesesuaian lahanbudidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di sekitar perairan kab. Wakatobi Prov Sulawesi tenggara. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 4 (2): 151-159

Sanusi, H. (2006). Kimia Laut, Proses Fisik Kimia dan Interaksinya dengan Lingkungan. Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan. Fakultas Perkanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor

Sirajuddin, M. (2009). Informasi Awal Tentang Kualitas Biofisik Perairan Teluk Waworada Untuk Budidaya Rumput Laut (Eucheuma Cottonii). Jurnal Akuakultur Indonesia, 8(1): 1-10

Sprintall, J. (2009). Indonesian Throughflow. In Encyclopedia of Ocean Sciences (3rd ed.). 237-243 https://doi.org/10.1016/B978-012374473-9.00602-0

Umar, H. B. (2009). Principal Component Analysis (PCA) dan Aplikasinya dengan SPSS, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(2), 97-101.

Yamazaki, S., Resosudarmo, B. P., Girsang, W., & Hoshino, E. (2018). Productivity, Social Capital and Perceived Environmental Threats in Small-Island Fisheries: Insights from Indonesia. Ecological Economics, 152, 62–75. https://doi.org/10.1016/j.ecolecon.2018.05.020




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jkn.v14i1.7458

Copyright (c) 2019 Jurnal Kelautan Nasional


Creative Commons License

Copyright of Jurnal Kelautan Nasional (p-ISSN 1907-767Xe-ISSN 2615-4579)

Pusat Riset Kelautan
Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan

View My Stats

Index by