Analisa Tumpahan Crude Palm Oil (CPO) di Teluk Bayur Sumatera Barat, 28 September 2017

Herdiana Mutmainah, Ilham Ilham, Try Altanto, Hadi -, Rizki Anggoro Adi

Abstract


Degradasi kualitas perairan dapat disebabkan oleh berbagai hal salah satunya tumpahan minyak. Walaupun merupakan minyak nabati, tumpahan Crude Palm Oil (CPO) atau minyak mentah kelapa sawit pada beberapa kasus di Indonesia menimbulkan degradasi kualitas air laut yang cukup signifikan dan berdampak buruk terhadap biota laut. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan peristiwa terjadinya tumpahan CPO di Teluk Bayur pada 28 September 2017 pkl. 09.30 WIB dan langkah-langkah yang dilakukan oleh seluruh pihak baik masyarakat, perusahaan dan beberapa instansi terkait dalam menangani tumpahan CPO serta menganalisa dampak tumpahan CPO terhadap perairan dan pulau-pulau kecil sekitarnya disertai alternatif solusi. Metode yang digunakan wawancara, survey literatur, dan survey primer berupa pengamatan sebaran tumpahan CPO dengan GPS dan drone; serta pengukuran kualitas air laut baik menggunakan alat WQC TOAA maupun pengukuran di laboratorium. Hasil analisa menunjukkan tumpahan Crude Palm Oil (CPO) di Teluk Bayur telah menyebabkan degradasi kualitas lingkungan perairan pada beberapa parameter seperti temperatur permukaan laut 30,5°C; pH: 5,7; DO: 0,55-3,89 mg/L; BOD: 0,39-0,48 mg/L; COD: 121-180 mg/L dan minyak lemak: 1,4-6,6 mg/L. Karakteristik CPO berwarna jingga seperti mentega, tekstur licin. CPO yang bercampur air laut dan pasir memiliki berat jenis 3,75 gr/cm3. Pada beberapa kasus, selain naiknya temperatur dan pH tetapi juga BOD, COD dan turbiditas serta menurunkan DO dan TDS. Tumpahan CPO berdampak negatif pada ekosistem dan biota laut seperti Mangrove, udang Windu, kepiting, coral dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena gumpalan dan lapisan CPO menutupi permukaan perairan sehingga mengganggu penetrasi sinar matahari dan proses respirasi dan fotosintesis tanaman laut. Diperlukan kewaspadaan dan mitigasi bencana tumpahan minyak untuk mengurangi resiko degradasi lingkungan. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengurangi kadar minyak atau tumpahan CPO seperti Oil Boom, Oil sponge, tanaman air Azolla folliculoid hingga bakteri tertentu jenis Bacillus dan Geobacillus.

Keywords


CPO; degradasi; kualitas lingkungan perairan

Full Text:

PDF

References


Amal Fatullah Randy. (2009). Pemetaan Indeks Kepekaan Lingkungan Terhadap Tumpahan Minyak di Pesisir Pulau Pramuka, Panggang, Semak Daun dan Karang Congkak, Kepulauan Seribu, Jakarta. Prodi Ilmu dan Teknologi Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. IPB.

Amin, J. A., Abkenar, M. V., & Zendehboudi, S. (2012). Natural Sorbent for Oil Spill Cleanup from Water Surface: Environmental Implication Department of Chemical Engineering, University of Guilan, Rasht, 41996-13769, Iran. Department of Chemical Engineering, Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, Massachusetts 02139, United States. Ind. Eng. Chem. Res. 54(43), 10615–10621.

Barus, A., Tanjung, A., & Ghalib, M. (2017). Pola Arus Pasang Surut dan Gelombang di Perairan Teluk Bayur Kota Padang Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Online Mahasiswa Vol.4 No.1.Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Riau. Diakses Juli 2018 dari https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFAPERIKA/article/view/13455.

BPSPL. (2017). BPSPL Padang Observasi Dampak Tumpahan Minyak FAD. Diakses 10 Oktober 2017 dari http://bpsplpadang.kkp.go.id/bpspl-padang-observasi-dampak-tumpahan-minyak-pfad.

Charles, N. Nwoko. (2014). Assessing The Sosioeconomic Impacts Arising From Oil Pollutions in The Niger Delta Region of Nigeria: Including Proposals for Solution. Environmental Law and Mangement. 22 August 2014. Doctoral Dissertations. Aalto University. School of Engineering, Real Estate, Planning and Geoinformatics. http://urn.fi/URN:ISBN:978-952-60-5799-6. Finland. DOI: 10.1021/acs.iecr.5b01715. http://pubs.acs.org/doi/pdfplus/10.1021/acs.iecr.5b01715.

Fadhilat, L. (2007). Penentuan Lokasi yang Rentan terhadap Tumpahan Minyak di Ekosistem Mangrove Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah Berdasarkan Pendekatan Cell Based Modelling. Skripsi. Prodi Ilmu dan Teknologi Kelautan. IPB.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup no.51 Tahun 2004 tentang Penetapan Baku Mutu Air Laut. Jakarta.

Marraskuranto, E., Januar, H. I., & Pratitis, A. (2012). Application of Micro Morr E-3360 as Bioremediation Material for Marine Oil Spill. JPB Perikanan, 7(2), 97-104.

Manafi, M. R. (2010). Rancang Bangun Pengelolaan Pulau-pulau Kecil Berbasis Pemanfaatan Ruang (Khusus Gugus Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi). Disertasi. Sekolah Pascasarjana IPB. Bogor.

Mutmainnah. (2012). Kajian Model Kesesuaian Pemanfaatan Sumberdaya Pulau-pulau Kecil Berbasis Kerentanan dan Daya Dukung di Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Nufus, H. (2016). Potensi Pencemaran Minyak Sawit Kasar (CPO) di Perairan Umum Dumai dan Toksisitas Akut Terhadap Organisme. Januari 2016. Tesis Sekolah Pasca Sarjana IPB. Bogor.

Rahmadhani. (2017). 50 Ton Minyak Sawit Mentah Tumpah ke Teluk Bayur. Diakses 30 September 2017 dari http://regional.kompas.com/read/2017/09/29/18194881/50-ton-minyak-sawit-mentah-tumpah-ke-teluk-bayur.

Safitri, R. (2009). Model Sebaran Tumpahan Minyak di Alur Pelayaran Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, Jawa Tengah. Skripsi. Prodi Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB. Bogor.

Setyono, P., & Soetarto, E. S. (2008). Biomonitoring Degradasi Ekosistem Akibat Limbah CPO di Muara Sungai Mentayan Kalimantan Tengah dengan Metode Elektromorf Isozim Esterase. BIODIVERSITAS, 9(3). ISSN: 1412-033X. DOI: 10.13057/biodiv/d090317. UGM. Yogyakarta.

Suhery, N., Damar, A., & Effendi, H. (2017). Indeks Kerentanan Ekosistem Terumbu Karang Terhadap Tumpahan Minyak: Kasus Pulau Pramuka dan Pulau Belanda di Kepulauan Seribu. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 9(1), 67-90.

Tim Jawa Pos. (2017). CPO Tumpah ke Laut, Perairan Teluk Bayur Tercemar. Diakses 30 September 2017 dari https://www.jawapos.com/read/2017/09/29/159882/cpo-tumpah-ke-laut-perairan-pelabuhan-teluk-bayur-tercemar.

Tim Viva. (2017). Lima Puluh Ton Minyak Sawit Tumpah di Teluk Bayur. Diakses 30 September 2017 dari http://www.viva.co.id/berita/nasional/961412-lima-puluh-ton-minyak-sawit-tumpah-di-teluk-bayur.

Tondobala, L. (2011). Pendekatan untuk Menentukan Kawasan Rawan Bencana di Pulau Sulawesi. Jurnal Sabua, 3(3), 40-52. ISSN 2085-7020. PWK FT Universitas Sam Ratulangi. Manado.

Udoh, J. C., & Ekanem, E. M. (2011). GIS Based Risk Assessment of Oil Spill in The Coastal Areas of Akwa Ibom State, Nigeria. African Journal of Environmental Science and Technology, 5(3), pp: 205-211, March 2011. ISSN 1996-0786X@2011 Academic Journals. http://www.academicjournals.org/AJEST.

Wibowo, M. (2009). Pemetaan Tingkat Kepekaan Lingkungan Pesisir di Kota Semarang. Jurnal Hidrosfir Indonesia, 4(1), 17-22.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jkn.v15i1.7853

Copyright (c) 2019 Jurnal Kelautan Nasional


Creative Commons License

Copyright of Jurnal Kelautan Nasional (p-ISSN 1907-767Xe-ISSN 2615-4579)

Pusat Riset Kelautan
Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan

View My Stats

Index by