PENGELOLAAN SUMBERDAYA TERIPANG BERBASIS MASYARAKAT DI KAMPUNG MALAUMKARTA, KABUPATEN SORONG, PAPUA BARAT

Gulam Arafat, Budhi Gunawan, Iskandar Iskandar

Abstract


Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan berbasis masyarakat, di berbagai tempat di dunia, dalam skala tertentu dan di tengah keterbatasan negara, telah banyak disebutkan sebagai satu bentuk pengelolaan yang mampu menjamin keberlanjutan sumberdaya alam dan lingkungan yang dikelola. Sejalan dengan gagasan tersebut, artikel ini menguraikan hasil kajian tentang salah satu sistem pengelolaan berbasis masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya perikanan (teripang) pada salah satu komunitas warga yang berada di kawasan pesisir utara Papua yang disebut dengan Egek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan sistem egek yang dipraktikkan secara kolektif oleh warga masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya perikanan. Selain itu, studi ini juga megumpulkan data perikanan teripang yaitu (1) Distribusi Ukuran Panjang, (2) Kepadatan Populasi dan (3) Keanekaragaman jenis dengan menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui kondisi sumberdaya teripang yang dikelola oleh masyarakat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sistem pengelolaan sumberdaya perikanan berbasis masyarakat di Kampung Malaumkarta telah memenuhi unsur pengelolaan yang baik dimana telah terdapat batasan wilayah pengelolaan, sistem aturan dan sanksi, hak pemanfaatan, sistem monitoring dan otoritas kelembagaan. Hal ini tentu berdampak positif terhadap kelestarian sumberdaya perikanan teripang yang merupakan salah satu objek biota egek dimana nilai keanekaragamannya masuk dalam kategori sedang yaitu 1,48 dengan kepadatan populasi masuk kategori baik yaitu 223,2 ind/ha dengan sebaran ukuran individu teripang didominasi pada ukuran dewasa yang sudah layak untuk dipanen yaitu ukuran >30 cm mencapai 68%.

Community-based natural resource management, in various places in the world, on a certain scale and in the midst of state limitations, has been widely mentioned as a form of management that is able to ensure the sustainability of the natural resources and the environment being managed. In line with this idea, this article describes the results of a study on a community-based management system in the management of fishery resources (sea cucumbers) in a community of residents in the northern coastal area of Papua called “Egek”. This research uses qualitative and quantitative methods. Qualitative methods are used to describe the egek system that is practiced collectively by community members in the management of fishery resources. In addition, this study also collects data on sea cucumber fisheries, namely (1) Length Size Distribution, (2) Population Density and (3) Species diversity using quantitative methods to determine the condition of sea cucumber resources managed by the community. The results of the study show that, the community-based fisheries resources management system in Malaumkarta village has fulfilled the elements of good management where there are management boundaries, a system of rules and sanctions, utilization rights, monitoring systems and institutional authorities. This certainly has a positive impact on the sustainability of sea cucumber fisheries resources which is one of the objects of “Egek” where the diversity value is in the moderate category, namely 1.48 with a population density in the good category of 223.2 ind/ha with the distribution of individual sea cucumbers being dominated by adult size that are already good for harvesting, i.e. > 30 cm in size reach 68%.


Keywords


Egek; Masyarakat; Pengelolaan; Teripang

Full Text:

PDF

References


Adam, L., & Surya, T. A. (2013). Kebijakan pengembangan perikanan berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 4(2), 195-211. DOI: 10.22212/jekp.v4i2.53.

Adhuri, D.S. (2013). Selling the Sea, Fishing for Power: A Study of Conflict over Marine Tenure in Kei Islands, Eastern Indonesia. Asia-Pacific Environment Monograph, no. 8. Canberra, Australia: ANU E Press: 217 pp.

Adrianto, L., Al Amin, M. A., Solihin, A., & Hartoto, D. I. (2011). Konstruksi lokal pengelolaan sumberdaya perikanan di Indonesia. PT Penerbit IPB Press.

Alains, A. M., Putri, S. E., & Haliawan, P. (2009). Pengelolaan sumberdaya perikanan berbasis masyarakat (PSPBM) melalui model co-management perikanan. Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan, 10(2), 172-198.

Alwi, D., Sandra Hi, M., & Hasan, M. H. (2020). Struktur komunitas teripang (Holotroidea) di Perairan Juanga Kabupaten Pulau Morotai. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 6(1), 41-48.

Anna, Z. (2018). Praktek pengelolaan produksi dan konsumsi yang berkelanjutan pada masyarakat adat pesisir moi kelim di kampung Malaumkarta Kabupaten Sorong Papua Barat. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 4(1), 15-21.

Anwar, A., & Rustiadi, E. (2000). Masalah pengelolaan sumberdaya alam dan kebijaksanaan ekonomi bagi pengendalian terhadap kerusakannya. Disampaikan pada Lokakarya Nasional Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Sumberdaya Alam, Jakarta 17 Oktober 2000.

Baransano, N., Dimara, L., & Menufandu, H. (2019). Kelimpahan dan keanekaragaman teripang pada daerah sasisen dan non-sasisen di Perairan Pulau Numfor. ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua, 2(1).

Blythe, J., Cohen, P., Abernethy, K., & Evans, L. (2017). Navigating the transformation to community-based resource management. In Governing the Coastal Commons (pp. 141-156). Routledge.

Badan Pusat Statistik. (2021). Distrik Makbon dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Sorong. Katalog BPS: 1102001.9107100

Cahyadi, R. (2012). Nelayan dan pertarungan terhadap sumber daya laut. Jurnal Kependudukan Indonesia, 7(2), 127-144. DOI: https://doi.org/10.14203/jki.v7i2.27.

Chevallier, R. (2016). (Report). State of community-based natural resource management in Southern Africa: Assessing Progress and Looking Ahead. South African Institute of International Affairs. Retrieved September 3, 2021, from http://www.jstor.org/stable/resrep28378.

Darsono, P. (2003). Sumberdaya Teripang dan pengelolaannya. Jurnal Oseana, 28(2), 1-9.

Dewi, A. A. I. A. A. (2018). Model pengelolaan wilayah pesisir berbasis masyarakat: Community Based Development. Jurnal Penelitian Hukum. 18(2), 163 – 182.

Direktorat (Dit) KKHL. (2019). Status pengelolaan jenis ikan terancam punah prioritas konservasi 2015-2019. Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut. Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Hadi, T, A. Giyanto. Prayudha, B. Hafizt, M. Budiyanto, A. Suharsono. (2018). Status terumbu karang Indonesia 2018. Pusat Penelitian Oseanografi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Judge, Z., & Nurizka, M. (2008). Peranan hukum adat sasi laut dalam melindungi kelestarian lingkungan di Desa Eti Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat. Lex Jurnalica, 6(1), 18037

Junianto, D., Irawan, H., & Yandri, F. (2014). Studi ekologi teripang (Holothuroidea) di Perairan Desa Pengudang Kabupaten Bintan. Repository UMRAH.

Kusnandar & Mulyani, S. (2015). Strategi pengelolaan sumberdaya perikanan berbasis ekosistem. OSEATEK, 9(1).

Khoirunnisak, & Satria, A. (2016). Analisis kelembagaan dan keberlanjutan eha laut dan mane’e sebagai model pengelolaan sumberdaya pesisir berbasis masyarakat. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan. 4(1), 23-37.

Lestari, E., & Satria, A. (2015). Peranan sistem sasi dalam menunjang pengelolaan berkelanjutan pada kawasan konservasi perairan daerah Raja Ampat. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 1(2), 67-76.

Nirwana, E. Sadarun, B. Afu, & La Ode, A. (2016). Studi strutur komunitas teripang berdasarkan kondisi substrat di Perairan Desa Sawapudo Kabupaten Konawe. Jurnal Sapa Laut. 1(1), 17-23.

Persada, N. P. R., Mangunjaya, F. M., & Tobing, I. S. (2018). Sasi sebagai budaya konservasi sumber daya alam di kepulauan Maluku. Jurnal Ilmu dan Budaya, 41(59). DOI: http://dx.doi.org/10.47313/jib.v41i59.453.

Permadi, M. B., Ruswahyuni, & Suryanti. (2016). "Perbedaan kelimpahan teripang (holothuroidea) pada ekosistem lamun dan terumbu karang di Pulau Karimunjawa Jepara." Jurnal Management of Aquatic Resources, 5(1), 8-16. DOI: https://doi.org/10.14710/marj.v5i1.10616.

Purcell, S. W., Gossuin, H., & Agudo, N. S. (2009). Status and management of the sea cucumber fishery of La Grande Terre, New Caledonia. WorldFish.

Puspita, M. (2017). Kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan laut hukum adat laot dan lembaga panglima laot di Nanggroe Aceh Darussalam. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan. 3. 10.14710 / sabda.v3i2.1325.

Putri FRD, Satria A., & Saharuddin. (2020). Sasi laut folley dan dinamika pengelolaan berbasis masyarakat. Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan 10(1): 111-123.

Ruddle, K., & Satria, A. (Eds.). (2010). Managing coastal and inland waters: Pre-existing aquatic management systems in Southeast Asia. Springer Science & Business Media.

Sabariah, V., Moom, M. B., & Handayani, T. (2021). Keanekaragaman teripang (holothuroidae) di zona intertidal pada area konservasi “sasi” kampung folley distrik misool timur kabupaten raja Ampat-Papua Barat. Konservasi Hayati, 17(2), 85-92.

Sadili, D., Sarmintohadi, Ramli, I., Setyastuti, A., & Hartati, T. S., (2015). Pedoman umum. Identifikasi dan monitoring populasi teripang. Kementrian Kelautan dan Perikanan. Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut. Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut.

Sarmawati. Ramli, M., & Ira. (2016). distribusi dan kepadatan teripang (holothuroidea) di perairan tanjung tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, 1(2): 183-194.

Satria, A., & Mony, A. (2019). Dinamika praktek sasi laut di tengah transformasi ekonomi dan politik lokal. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, hal 143-152.

Setiyono, E. (2016). Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Berbasis Masyarakat (PBM) Melalui Awig-Awig di Lombok Timur dan Sasi di Maluku Tengah. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 11(1), 46-54.

Setyastuti, A. Wirawati, I. Permadi, S., & Vimono, I. B. (2019). Teripang Indonesia: Jenis, Sebaran, dan Status Nilai Ekonomi. Pusat Penelitian Oseanografi, LIPI. PT. Media Sains Nasional. Jakarta.

Sjafrie, N. D. M. Hernawan, U. E. Prayudha, B. Supriyadi, I. H. Iswari, M. Y. Rahmat, Anggraini, K. Rahmawati, S., & Suyarso. (2018). Status Padang Lamun Indonesia 2018. Pusat Penelitian Oseanografi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Sjafrie, N. D. M., & Setyastuti, A. (2020). Pemanfaatan teripang di kabupaten kaimana provinsi Papua Barat. OLDI (Oseanologi dan Limnologi di Indonesia), 5(2), 121-134. DOI: 10.14203/oldi.2020.v5i2.309.

Suharsono & Sumadhiharga, O. K. (2014). Panduan monitoring kesehatan terumbu karang; Terumbu Karang, Ikan Karang, Megabentos dan Penulisan Laporan. Coremap CTI. Lembaga IlmuPengetahuan Indonesia.

Suman, A., Satria, F., Nugraha, B., Priatna, A., Amri, K., & Mahiswara, M. (2018). Status stok sumber daya ikan tahun 2016 di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP NRI) dan Alternatif Pengelolaannya. J.Kebijak.Perikan.Ind. 10(2), 107-128. DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jkpi.10.2.2018.107-128.

Solikhin, A. (2011). Sasi teripang: upaya konservasi dalam membangun desa pesisir. Pengembangan Pulau-Pulau Kecil. ISBN: 978-602-98439-2-7.

Tahe, S. (2013). Present status produksi dan budidaya teripang di Sulawesi Selatan. In Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur, 229-237.

Veitayaki, J. (1998). Traditional and community‐based marine resources management system in Fiji: An evolving integrated process. Coastal Management, 26(1), 47-60.

Warawarin, C. Y., Cangara, H., & Muhadar, M. (2017). Makna komunikasi simbolik hukum adat sasi dalam pelestarian alam laut di Kabupaten Maluku Tenggara. KAREBA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1-19. DOI: https://doi.org/10.31947/kjik.v6i1.5136.

Wiadnyana, N.N., Puspasari, R., & Mahulette, R.T. (2008). Status sumber daya dan perikanan teripang di Indonesia: pemanfaatan dan perdagangan. J.Kebijak.Perikan.Ind. 1(1), 45- 60. DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jkpi.1.1.2009.45-60.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jkpi.14.1.2022.47-XX


Creative Commons License
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats
p-ISSN 1979-6366
e-ISSN 2502-6550

Crossref logoSHERPA/RoMEO Logogoogle scholardoaj