DAMPAK PEMBANGUNAN SENTRA KELAUTAN DAN PERIKANAN TERPADU (SKPT) KABUPATEN MERAUKE

Budi Wardono, Hikmah Hikmah, Hakim Miftahul Huda

Abstract


Keberadaan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) diproyeksikan untuk mendorong pembangunan dan pemanfaatan potensi sumber daya perikanan. Salah satu lokasi pengembangan SKPT adalah Merauke, yang diproyeksikan menjadi pusat bisnis kelautan dan perikanan terpadu di wilayah perbatasan, mulai dari hulu sampai ke hilir dengan berbasis kawasan di lokasi tersebut. Pertanyaannya adalah sejak diluncurkan beberapa tahun lalu, seberapa jauh upaya pengembangan SKPT ini membawa dampak. Terkait hal tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pengembangan SKPT di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Penelitian ini dilakukan di lokasi tersebut pada bulan Agustus— November 2018 dan dimutakhirkan berdasarkan data yang dikumpulkan pada pada Februari 2022. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan studi kasus di kawasan SKPT Merauke dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan SKPT membawa sejumlah dampak positif bagi perkembangan perikanan di wilayah itu. Dampak primer adalah berupa dorongan untuk penyediaan sarana dan prasarana untuk kegiatan usaha perikanan. Lebih lanjut, dampak primer tersebut memicu peningkatan aktivitas usaha perikanan dapat mendorong konektivitas dan perkembangan aktivitas usaha hulu maupun hilir. Termasuk dalam perkembangan aktivitas hulu adalah (i) penyediaan sarana dan prasarana penangkapan, (ii) perkembangan galangan kapal, (iii) penyediaan perbekalan, BBM, perbengkelan, dan suku cadang. Termasuk perkembangan aktivitas hilir, adalah: (i) pengolahan, (ii) pembiayaan, (iii) distribusi ikan, (iv) jasa bongkar, dan (v) pergudangan. Terlepas dari dampak-dampak positif tersebut, penelitian ini menemukan kurangnya partisipasi swasta. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan tetap berlanjutnya investasi pemerintah untuk peningkatan sarana dan prasanara fisik, yang diarahkan untuk menarik investasi swasta dan menjadi stimulus perkembangan perekonomian di Kabupaten Merauke.

.

 Title: Impact of the Development of Merauke Regency Integrated Marine and Fisheries Center

The existence of the Integrated Marine and Fisheries Center (SKPT) is projected to encourage the development and utilization of potential fishery resources. One of the locations for the development of the SKPT is Merauke, which is projected to become an integrated marine and fisheries business center in the border area, from upstream to downstream based on the area in that location. The question is, since it was launched several years ago, how far has this SKPT development effort made an impact. Therefore, this study aims to analyze the impact of developing SKPT in Merauke Regency, Papua Province. This research was conducted at the location in August- ovember 2018 and was updated based on data collected in February 2022. The research was carried out using a case study approach in the SKPT Merauke area with a qualitative descriptive analysis method. The results showed that the development of SKPT brought a number of positive impacts for the development of fisheries in the region. The primary impact is the encouragement to provide facilities and infrastructure for fishery business activities. Furthermore, the primary impact triggers an increase in fishery business activities that can encourage the connectivity and development of upstream and downstream business activities. The development of upstream activities includes (i) provision of fishing facilities and infrastructure, (ii) development of shipyards, (iii) provision of supplies, fuel, workshops, and spare parts. The development of downstream activities includes: (i) processing, (ii) financing, (iii) fish distribution, (iv) unloading services, and (v) warehousing. Despite these positive impacts, this study finds a lack of private participation. Therefore, this study recommends continuing government investment to improve physical facilities and infrastructure, which is directed to attract private investment and become a stimulus for economic development in Merauke Regency.


Keywords


: Merauke; perikanan; dampak; SKPT; hulu; hilir

Full Text:

PDF

References


Abdullah, R. M. (2011). Keberlanjutan Perikanan Pelagis di Ternate dan Strategi Pengembangannya. [Thesis]. Institut Perikanan Bogor. Bogor

Badan Pusat Statistik Propinsi papua [BPS]. 2020. Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Tahun 2015-2019. BPS Propinsi Papua.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Merauke [BPS]. 2020. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Merauke Menurut Lapangan Usaha Tahun 2015-2019. BPS Kabupaten Merauke.

Bene, C. (2006). Small-Scale Fisheries: Assessing Their Contribution To Rural Livelihoods In Developing Countries. FAO Fisheries Circular. No. 1008. Rome, FAO. 2006. 46p.

Berkes. F., R. Mahon, P. McConney, R. Pollnac and R. Pomeroy. (2001). Managing Small-Scale Fisheries. International Development Research Centre. Ottawa. Canada

Bjorndal, T.; Child, A. & Lem, A. (2014). Value Chain Dynamics And The Small-Scale Sector: Policy Recommendations For Small-Scale Fisheries And Aquaculture Trade. FAO Fisheries and Aquaculture Technical Paper no. 581. FAO. Roma

Budianta, A. (2010). Pengembangan Wilayah Perbatasan Sebagai Upaya Pemerataan Pembangunan Wilayah di Indonesia. Jurnal SMARTek 8(1)

Dinas Perikanan Kabupaten Merauke. (2018). Laporan Tahunan Dinas Perikanan Kabupaten Merauke.

Gantara, W.P., T. Achmadi. (2012). Model Pengembangan Wilayah untuk Pembangunan Pelabuhan: Studi Kasus Pantai Selatan Jawa Timur. Jurnal Teknik ITS Vol 1.

Jaya, I. P. N. P. K. & Dwirandra, A.A.N.B. (2014). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Pada Belanja Modal Dengan Pertumbuhan Ekonomi Sebagai Variabel Pemoderasi. Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. www.ojs.- unud.ac.id.

KKP [Kementerian Kelautan dan Perikanan]. (2015). Master Plant Pembangunan PKKPT Kabupaten Merauke. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

KKP [Kementerian kelautan dan Perikanan]. (2019). Kepmen KP 13/2019, Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 51/Kepmen-Kp/2016 Tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Di Pulaupulau Kecil Dan Kawasan Perbatasan. Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta

KKP [Kementerian kelautan dan Perikanan]. (2016). KEPMEN KP Nomor 47/KEPMEN-KP/2016 Tentang Estimasi Potensi, Jumlah Tangkapan, yang Diperbolehkan dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. KKP, Jakarta

KKP [Kementerian kelautan dan Perikanan]. (2017). KEPMEN KP Nomor 50/KEPMEN-KP/2017, Tentang Estimasi Potensi, Jumlah Tangkapan, yang Diperbolehkan dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. KKP, Jakarta

Marshall, C dan G.B. Rossman. (2015). Designing Qualitative Research. Sage Publication. Thousand Oaks, United States

Masruri. (2020). Analisis Daya Saing Ekonomi Provinsi Papua Tahun 2011-2018 (Studi Kasus Kabupaten/Kota Di Provinsi Papua). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Universitas Brawijaya 8(2)

PSDKP. (2018). Laporan tahun 2015-2017. Pangkalan PSDKP Merauke.

PPN Merauke. (2019). Laporan Tahunan PPN Merauke. PPN Merauke. Papua

Riyadi, D.M.M. (2000). Pembangunan Daerah Melalui Pengembangan Wilayah. Makalah disampaikan pada Acara Diseminasi dan Diskusi Program-Program Pengembangan Wilayah dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat di Daerah, Hotel Novotel, Bogor, 15-16 Mei 2000

Rustiadi, E., S.S. Hakim dan D.R. Panuju. (2017). Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, Edisi Kedua. Yayasan Pustaka Obor. Jakarta

Rustiadi, E. (2003). Makalah disampaikan kepada Staf Dinas Perikanan dalam Pelatihan Pengelolaan dan Perencanaan Wilayah Pesisir secara Terpadu (ICZPM), kerjasama PKSPL IPB dengan Departemen Kelautan dan Perikanan. 11 Agustus – 18 Oktober 2003, di Bogor.

Sari, Y.D., Y. Syaukat, T. Kusumastanto dan S. Hartoyo. (2019). Evaluasi Ekonomi Kebijakan Moratorium Perizinan Kapal Eks Asing terhadap Sumberdaya Perikanan Demersal di Wilayah Pengelolaan Perikanan 718 [Disertasi]. Institut Pertanian Bogor

Satria, A. (2009). Ekologi Politik Nelayan. PT. LKIS Printing Cemerlang, Bantul, Yogyakarta

Sjafrizal. (2012). Ekonomi Wilayah dan Perkotaan. PT. Rajagrafindo Persada. Jakarta

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung

Taeran, I. (2007). Tingkat Pemanfaatan Dan Pola Musim Penangkapan Beberapa Jenis Ikan Pelagis Ekonomis Penting Di Provinsi Maluku Utara. [Thesis]. Institut Perikanan Bogor. Bogor.

Tarigan, R. (2008). Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi. Jakarta, Bumi Aksara

Yin, R.K. (2002). Case Study Research. Design and Methods. Edisi ketiga. Applied social research method. Volume 5. Sage Publications. California

Zulham, A., F. Y. Arthatiani, R. Hafsaridewi. Mira. (2019). Perspektif Pembnagunan Perikanan di Pulau Terluar. IPB Press. IPB. Bogor




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v12i1.10299

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

 

Published by

Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic

in collaboration with
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network

 Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.