STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS SUMBER DAYA ALAM PESISIR DAN LAUT DI PANTAI DEPOK DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Agustina Setyaningrum, Heny Budi Setyorini, Edy Masduqi

Abstract


Kawasan pariwisata Pantai Depok dewasa ini mulai dikenal luas oleh masyarakat. Selama ini tempat wisata ini dikenal dengan wisata kulinernya. Sumber daya alam pesisir dan laut yang ada di Pantai Depok beragam baik itu sumber daya hayati maupun sumber daya non hayati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan pariwisata berbasis sumber daya alam pesisir dan laut di Pantai Depok. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Teknik Rapid Rural Apraisal digunakan dalam penelitian ini. Keberagaman sumber daya alam pesisir dan laut dapat menjadi salah satu daya tarik wisata baru di Pantai Depok. Salah satunya adalah dengan pengolahan produk hasil kelautan. Produk tersebut perlu dimaksimalkan agar produk tersebut memiliki nilai tambah dan nilai jual yang tinggi. Pengolahan produk hasil kelautan ini dapat dijadikan sebagai produk unggulan baru yang mendukung kegiatan pariwisata di Pantai Depok.

Title: Develompment Strategy of Tourism Activity Base on Coastal and Marine Resources in Depok Beach, Daerah Istimewa Yogyakarta

Depok Beach tourism area today is becoming widely known by the public. This tourist spot known as culinary tour. The coastal and marine natural resources in Depok Beach are both biological and nonbiological resources. The purpose of this research is to formulate coastal and marine natural resourcebased tourism development strategy in Depok Beach. Data used in this research include primary data and secondary data. Rapid Rural Apraisal techniques were used in this study. The diversity of coastal and marine natural resources can be one of the new tourist attraction in Depok Beach. One of them is the processing of marine products. The product needs to be maximized so that the product has added value and high selling value. Processing of marine products can be used as a new flagship product that supports tourism activities in Depok Beach..  


 


Keywords


Sumber Daya; Pariwisata; Nilai Tambah

Full Text:

PDF

References


Dahuri, R., J. Rais., S. P. Ginting dan M.J. Sitepu. 2004. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Pradnya Paramita, Jakarta, 305 hlm.

Fandeli, C. 2002. Perencanaan Kepariwisataan Alam. Yogyakarta: Fakultas Kehutanan UGM.

Haryanti, S., A. Setyaningrum dan E. Masduqi. 2015. Penelitian Studi Kebutuhan Ikan di Pantai Depok Yogyakarta.Yogyakarta: Institut Teknologi Yogyakarta.

Nawawi, A. 2013. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Wisata Pantai Depok di Desa Kretek Parangtritis. Jurnal Nasional Pariwisata. Volume 5 No 2, Agustus 2013 Halaman 103-109.

Sahubawa, L. 2015. Kajian Sebaran Potensi Ekonomi Sumber Daya Kelautan di Pantai Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Upaya Percepatan Investasi. Jurnal Tekno Sains. Volume 4 No 2, 22 Juni 2015 Halaman 101-198.

Saputra, E. 2010. Materi Kuliah Perencanaan Pengembangan Pariwisata. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.

Setyorini, H. B., E. Rahayu dan S. T. Putro. 2015. Karakteristik Nelayan Di Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta. Seminar Nasional Tahunan XII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan, 08 Agustus

, pSE-02: 697-704.

Setyorini, H. B. dann A. Setyaningrum. 2016. Penelitian Sumber Daya Kelautan untuk Menunjang Kegiatan Pariwisata di Pantai Depok Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta : Institut Teknologi Yogyakarta.

Supriyati dan H. Tarigan. 2008. Meningkatkan Nilai Tambah melalui Agroindustri. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Volume 30 No 4 tahun 2008.

Undang-Undang No.10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. World Tourism Organization (WTO). 2013. Sustainable Tourism for Development Guidebook. Madrid : Sustainable Tourism for Development.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v7i2.3953

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network