STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PENANGKAPAN IKAN TRADISIONAL: STUDI KASUS DI DESA PECANGAAN, KECAMATAN BATANGAN, KABUPATEN PATI

Herna Octivia Damayanti

Abstract


Produktivitas yang rendah merupakan salah satu ciri umum nelayan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan prioritas strategi dalam rangka mengembangkan usaha penangkapan ikan tradisional di Desa Pecangaan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dan dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 di Desa Pecangaan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Data primer berasal dari 55 sampel responden (nelayan di Desa Pecangaan) dan data sekunder berasal dari Pemerintah Desa Pecangaan,Kecamatan Batangan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metoda analisis Strength Weakness Opportunity Threat(SWOT)dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian memberikan ilustrasi strategi pengembangan sebagai berikut. Strategi pertama adalah peningkatan produktivitas dengan penggunaan alat tangkap modern. Strategi kedua adalah pengawasan dan pemberian sanksi tegas tentang alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan, strategi ketiga adalah perubahan tata niaga penjualan hasil tangkapan melalui proses lelang di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) dan pengembangan akses pemasaran, strategi keempat adalah meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, strategi kelima adalah pembinaan berkaitan dengan dampak perubahan iklim, dan strategi
keenam adalah kemudahan dalam pengajuan pinjaman modal.

 

Title: Strategy For Developing Traditional Fishing Bussiness: Case Study in The Pecangaan Village, Batangan Subdistrict of Pati Regency

Low of productivity is a one of common characteristics of traditional fishing business. This research aimed at formulating a priority development strategy in order to improve the traditional fishing bussiness in the Pecangaan village, Batangan subdistrict of Pati regency. The research uses a descriptive method with quantitative and qualitative approach and was conducted in October 2016 in the Pecangaan village, Batangan subdistrict of Pati regency. Primary data comes from 55 respondents were selected as a sample (fishers in the Pecangaan village) and secondary data ere collected from Government of the Pecangaan village level of Batangan Subdistrict. The sample was 55 people. Data was analyzed by using Strength Weakness Opportunity Threat (SWOT) and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) analysis methods. Results of the research are: the first strategy is namely the increase of fishing productivity with the use of modern fishing gear. The second strategy is supervision and giving strict sanctions on fishing gear which is not environmentally friendly, the third strategy is the change of sales management throughauction process in fish auction and development of marketing access, the fourth strategy is to improve the quality of human resources, the fifth strategy is coaching related to the impacts of climate change, and the sixth strategy is the ease of capital lending.



Keywords


Desa pecangaan; perikanan tangkap tradisional; QSPM; strategi pengembangan; SWOTP

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v8i1.6873

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network