SOSIAL EKONOMI DAN LINGKUNGAN PERIKANAN BUBU DI DESA KARANGSONG KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT

Muhammad Fitri Rizky, Zuzy Anna, Achmad Rizal, Asep Agus Handaka Suryana

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan perikanan bubu dan mencari tahu faktor apa yang berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi dan lingkungan perikanan bubu. Penelitian dilaksanakan di Desa Karangsong, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat pada bulan Februari tahun 2018 dengan jumlah responden sebanyak 60 orang nelayan alat tangkap bubu. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner untuk mendapatkan data primer mengenai kondisi perikanan bubu. Analisis sosial meliputi aspek sosio demografi,
institusional dan konflik. Analisis finansial meliputi analisis pendapatan dan B/C ratio serta dilakukan analisis regresi untuk mengetahui hubungan antara beberapa variabel input. Analisis lingkungan
dilakukan berdasarkan pandangan nelayan mengenai dampak pengoperasian bubu terhadap lingkungan. Aspek sosial menunjukkan nelayan bubu Karangsong tidak memiliki kelompok, ditemukan konflik alat tangkap dan konflik terkait kegiatan perikanan dan hasil tangkapan yang tidak dilaporkan
aktifitasnya ke TPI maupn PPI. Hasil analisis finansial didapatkan pendapatan nelayan berkisar antara Rp1.532.000 - Rp5.401.600 dan nilai B/C Ratio rata rata per jenis kapal adalah 2.05 untuk 3 GT, 5.1 untuk 4 GT dan 5.6 untuk 6 GT. Hasil analisis lingkungan diketahui 100% nelayan memiliki perspektif bahwa perikanan bubu ramah lingkungan.

Title: Socio-Economic and Environment Analysis of Trap Fishery  Will Karangsong Village Indramayu of West Java 

This research was conducted in Karangsong, Indramayu, West Java in February 2018 with 60 respondents of traps fishermen. This research aims to analyze the socio-economic and environmental condition of fishing traps and tried to find out what factors influencing the conditions. Primary data were collected through questionnaires and interviews about the condition of fishing traps. Social analysis of the research includes demography, institution and conflict, while financial analysis includes income analysis and B/C ratio as well as regression analysis to find out correlation between inputs. Environmental analysis was built upon fishermen’s perspective about how fishing traps affect the environment. Social aspect of the research found that fishermen did not have any group, and there are many conflicts especially related to fishing gear and unreported fishing. Results in financial analysis found that fishermen’s income  range between IDR 1.532.000 - IDR 5.401.600 and average value of B/C Ratio for 3 GTs, 4 GTs and 6 GTs were 2.05, 5.1 and 5.6, respectively. Environmental analysis indicated that 100% of fishermen perceive that fishing traps are environmentally friendly. 


Keywords


bubu; karangsong; lingkungan; ekonomi; sosial

Full Text:

PDF

References


Brandt, V. A. 1984. Fish Catching Methods of The World. Fishing News Book Ltd. London. 418p.

Badan Pusat Statistik (BPS). 2017. Kabupaten Indramayu Dalam Angka. Indramayu: Badan Pusat Statistik.

Charles, A.T. 2001. Sustainable Fishery System. New York. Oxford: Blackwell scientific. London

FAO. 1995. Code of Conduct for Responsible Fisheries. FAO Fishery Department.

Hidayat, S. 2010. Pengantar Umum Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Verivikatif. Suska Press. Pekan baru

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 2017. Program Priotitas 2016 dan Rencana Kerja 2017. Pusat Data Statistik Kelautan Perikanan.

Kordi.K, M. dan H. Ghufran. 2015. Pengelolaan Perikanan Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Baru.

Martasuganda, S. 2005. Serial Alat Tangkap Gillnet, Setnet, Trap. Jilid I. Bogor.

Marliana, Y., A. Susanto dan Mustahal. 2015. Tingkat Keramahan Lingkungan Bubu Lipat Yang Berbasis di Pelabuhan Perikanan NusantaraKarangantu Kota Serang Provinsi Banten. Jurnal Perikanan dan Kelautan 5 (2): 79-84.

Novita, H., N. Azis dan B. Asriyanto. 2013. Analisis Produktivitas dan Efisienfi Bubu Lipat Dan Bottom Set Gillnet Terhadap Hasil Tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) Di Perairan Asemdoyong Pemalang. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology. 2 (3): 142-151.

Republik Indonesia. Keputusan Gubernur Jawa Barat. 2017. No 561 Upah Minimum Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2018.

Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No.2/PERMENKP/2015

Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15. 1990 tentang Usaha Perikanan.

Rumajar, T.P. 2002. Pendekatan Sistem untuk Pengembangan Usaha Perikanan Ikan karang dengan Alat Tangkap Bubu di Perairan Tanjung Manimbaya Kabupaten Donggala Sulawesi Tenggara. Thesis. Sekolah pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Setyorini, A., Suherman dan I. Triarso. 2009. Analisis perbandingan produktivitas usaha penangkapan ikan rawai dasar (bottom set long line) dan cantrang (boat seine) di Juwana Kabupaten Pati. Jurnal Saintek Perikanan. Vol 5(1):7 – 14.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v8i2.7213

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network