PENYUSUNAN TOLOK UKUR PENGELOLAAN PERIKANAN BERKELANJUTAN UNTUK KEARIFAN LOKAL DI DESA ADAT KEDONGANAN PROVINSI BALI

Ari Kurniawan, . Darmawan, Wawan Oktariza

Abstract


Kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya harus diartikan sebagai praktik yang mampu menjaga keberlanjutan sumber daya tersebut. Sementara itu, dalam pengelolaan berkelanjutan terdapat sejumlah ukuran sehingga keberadaan tolok ukur tentang praktik pengelolaan yang arif menjadi sangat relevan. Penelitian  yang dilakukan pada Juni – Juli 2019 ini bertujuan menyusun tolok ukur tingkat kearifan masyarakat dalam mengelola sumber daya ikan. Studi kasus dilakukan pada sebuah praktik pengelolaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai kerifan lokal, yaitu di Desa Adat Kedonganan, Bali. Penyusunan tolok ukur dalam penelitian ini dimulai dengan studi pustaka, yang hasilnya kemudian diuji melalui pendekatan observasi lapang dan wawancara mendalam terhadap narasumber yang dipilih secara purposif. Narasumber tersebut adalah lima orang perangkat prajuru adat dan lima orang perwakilan kelompok nelayan. Hasil penelitian ini adalah satu instrumen tolok ukur yang memiliki dua bagian yaitu: (a) aspek dasar pemikiran (factual knowledge) dan (b) aspek praktik pengelolaan (procedural knowledge). Masing-masing bagian memiliki lima kriteria yaitu: (i) ekosistem dan sumber daya, (ii) perencanaan dan tata kelola, (iii) kelembagaan, (iV) alat tangkap dan teknologi, dan (v) sosial dan ekonomi, di mana setiap kriteria tersebut memiliki indikator    dan parameter penilaian tertentu. Hasil uji lapang mengungkap adanya perbedaan tingkat kearifan di antara prajuru adat dengan nelayan. Pada aspek factual knowledge, tingkat kearifan nelayan teridentifikasi kuat pada kriteria ‘sosial dan ekonomi’, moderat pada ‘alat tangkap dan teknologi’, dan lemah pada tiga kriteria lainnya. Sementara itu, prajuru desa hanya lemah pada kriteria ‘sumber daya dan ekosistem’. Pada aspek procedural knowledge, tidak teridentifikasi perbedaan kearifan; baik prajuru desa maupun nelayan, keduanya cenderung lemah pada kriteria ‘ekosistem dan sumber daya’ dan ‘perencanaan, dan kelembagaan’, moderat pada kriteria “alat tangkap’ dan tinggi pada kriteria “sosial ekonomi’.

 

Tittle:  The Development of Sustainable Fisheries Management Benchmarker for Local Wisdom in Kedonganan Tradisional Village, Bali

 Local wisdom in resource management must be interpreted as a practice that is able to maintain the sustainability of these resources. Meanwhile, in sustainable management there are a number of measures, which is why the existence of benchmarks on wise management practices is exceptionally relevant. The research, which was conducted in June – July 2019, aimed to compile a benchmark for the level of community wisdom in managing fish resources. The case study was carried out on a fisheries management practice in the Kedonganan Traditional Village of Bali, that has been determined by the government as local wisdom. The study began with a literature study, the results of which were then tested through a field observation approach and in-depth interviews with purposively selected sources. These resource persons are five persons of prajuru adat leaders and five representatives from five fishing groups. The results of this study are a benchmark instrument that has two parts: (a) aspects of the rationale (factual knowledge) and (b) aspects of management practices (procedural knowledge). Each part has five criteria, namely: (i) ecosystem and resources, (ii) planning and governance, (iii) institutional, (iV) fishing gear and technology, and (v) social and economic, where each criterion has certain indicators and assessment parameters. Results from the field test revealed that there were differences in the level of wisdom between leaders in prajuru adat and the fishers. On factual knowledge aspect, the level of fisherman’s wisdom was identified as strong on the ‘social and economic’ criteria, moderate on ‘fishing gear and technology’, and weak on the other three criteria. Meanwhile, leaders in prajuru adat is only weak on the criteria of ‘resources and ecosystems’. On procedural knowledge aspect, no differences in wisdom level were identified; both prajuru adat and fishers tend to be weak on the criteria of ‘ecosystems and resources’ and ‘planning, and institutions’, moderate on the criteria of “fishing gear” and high on the criteria of “socio-economic.


Keywords


kearifan lokal; pengetahuan faktual; pengetahuan prosedural; tolok ukur perikanan berkelanjutan; indikator

Full Text:

PDF

References


Aminpour, P., Gray, S.A., Jetter, A.J., Introne, J.E., Singer, A., Arlinghaus, R. (2020). Wisdom of stakeholder crowds in complex social-ecological systems. Nature Sustainability, 1-9. DOI: 10.1038/s41893-019-0467

Ardelt, M. (2004). Wisdom as Expert Knowledge System: A Critical Review of a Contemporary Operationalization of an Ancient Concept. Human Development, 47(5), 257–285. DOI: 10.1159/000079154

Arlinghaus, R., Cooke, S.J., Sutton, S.G., Danylchuk, A.J., Potts, W., Freire, K.De M.F., Alós, J., Da Silva, E.T., Cowx, I.G., and Van Anrooy, R. (2016) Recommendations for the future of recreational fisheries to prepare the social-ecological system to cope with change. Fisheries Management and Ecology, 23 (3-4). pp. 177-186. DOI: https://doi.org/10.1111/fme.12191

Arlinghaus, R., Krause, J. (2013). Wisdom of the crowd and natural resource management. Trends in Ecology & Evolution, 28, 8-11. DOI: 10.1016/j.tree.2012.10.009

Baltes, P. B., & Staudinger, U. M. (2000). Wisdom: A metaheuristic (pragmatic) to orchestrate mind and virtue toward excellence. American Psychologist, 55(1), 122–136. DOI: 10.1037/0003-066X.55.1.122

Bond, F. W, & Dryden, W. (2002). Handbook of Brief Cognitive Behaviour Therapy. West Sussex, EN: Jonh Wiley & Sons Ltd

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 4th ed. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications

Damon, W & Lemer, R.M. (2006). Handbook of Child Psychology Theoretical Models of Human Depelovment. New Jersey, CA: Jonh Wiley & Sons Ltd

Douglas, E.M. Kenneth M. Reardon, Mathias C. Täger. (2018). Participatory action research as a means of achieving ecological wisdom within climate change resiliency planning. Journal of Urban Management, Vol 7(3), 152–160. DOI: 10.1016/j.jum.2018.05.003

Dudley, N., Baldock, D., Nasi, R., Stolton, S. (2005). Measuring biodiversity and sustainable management in forests and agricultural landscapes. Philosophical Transactions of the Royal Society of London, Series B, Biological Sciences 360(1454), 457-470. DOI: 0.1098/rstb.2004.1953

[FAO] Food Agriculture Organization. (1995). Code of Conduct for Responsible Fisheries. Rome(IT) : Food and Agriculture Organization

Ferrari, M, & Potworowski, G. (2008). Teaching for Wisdom: Cross-cultural Perspectives on Fostering Wisdom. Burlington, VT: Springer

Fitrisia. A. (2014). Upacara “Tolak Bala” Refleksi Kearifan Lokal Masyarakat Nelayan Kenagarian Painan Kabupaten Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat terhadap Laut. Jurnal Humanus, 12(1): 51-58. DOI: 10.24036/jh.v13i1.4097

Garcia. S. M. (1996). Indicator for sustainable Development of Fisheries. [Paper 2nd World Fisheries Congress. Workshop on Fisheries Sustainably Indikator].Rome(IT): Food and Agriculture Organization

Gugerell, Stefan H. & Riffert, F. 2012. On Defining “Wisdom”: Baltes, Ardelt, Ryan, and Whitehead. Interchange, Vol. 42(3), 225–259. DOI: 10.1007/s10780-012-9158-7

Hardin, G. (1968). The Tragedy of Commons. Journal of Science, New Series,162(3859),143-148. Retrieved from: https://www.sciencemag.org/

site/feature/misc/webfeat/sotp/pdfs/162-3859-1243.pdf

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2017). Penguatan Peran Masyarakat Hukum Adat dalam Pengelolaan Sumber daya Laut di Wilayah

Pesisir dan Pulau Pulau Kecil. Materi Paparan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut. Jakarta (ID): Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia

Likert, R. (1932). A Technique for Measurement of Attitudes. Archives of Psychology, 140, 5-55. Retrieved from: https://psycnet.apa.org/record/1933-01885-001

Naing, N, Santosa, H. R., & Soemarno, I. (2009). Kearifan Lokal Tradisional Masyarakat Nelayan pada Permukiman Mengapung di Danau Tempe Sulawesi Selatan. Jurnal Local Wisdom, Vol 1(1), 19-26. Retrieved from: http://jurnal.unmer.ac.id/index.php/lw/article/view/1362

Neuman, W. l. (2003). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Boston, US: Allyn and Bacon

Nikijuluw, V.P.H. (1994). Indigenous Fisheries Resource Management in the Maluku Islands. Journal Indigenous Knowledge and Development Monitor, 2(2), 6-8

Pemerintah Republik Indonesia. (1945). Undang Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945. Jakarta, ID: Pemerintah Republik Indonesia

Pemerintah Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Jakarta, ID: Pemerintah Republik Indonesia

Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Jakarta, ID: Pemerintah Republik Indonesia

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta, ID: Departemen Pendidikan Nasional

Puspita, M. (2017). Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Dan Laut Hukum Adat Laot dan Lembaga Panglima Laot di Nanggroe Aceh Darussalam. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 3(2).doi: 10.14710/sabda.3.2.%p

Sandita, M.Fedi.A. (2012). Manajemen Sumber Daya Perikanan (Edisi 2). Tangerang Selatan, ID: Universitas Terbuka

Suharjito D. (2003). Pengembangan Kapasitas Masyarakat Lokal dan Stake Holder Lain dalam Pembangunan Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat. [Seminar Pekan Ilmiah Kehutanan Nasional (PIKNAS) Fakultas Kehutanan IPB]. Bogor, ID: Institut Pertanian Bogor

Zamani, N. P. & Darmawan, (2000). Pengelolaan Sumber daya Pesisir Terpadu Berbasis Masyarakat. Prosiding Pelatihan untuk Pelatih Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu Pusat Kajian Sumber daya Pesisir dan Lautan IPB. Retrieved from https://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/25055/1/Prosiding_pengelolaan_wilayah_pesisir_terpadu-5.pdf




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v11i1.9103

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network