PENGELOLAAN PERIKANAN SKALA KECIL DI PERAIRAN PESISIR KABUPATEN BANGKA DENGAN PENDEKATAN BIOEKONOMI

Yeyen Mardyani, Tahmat Kurnia, Luky Adrianto

Abstract


Pengelolaan perikanan skala kecil di Kabupaten Bangka pada beberapa kurun waktu terakhir menunjukkan produktivitas yang semakin menurun. Hal ini disebabkan oleh pengelolaan ruang laut yang tidak hanya dimanfaatkan sebagai daerah penangkapan ikan, tetapi juga sebagai wilayah eksploitasi penambangan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status pemanfaatan perikanan skala kecil di perairan Kabupaten Bangka. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data primer dan sekunder; analisis bioekonomi digunakan pada ketiga zona daerah penangkapan ikan (DPI) dengan memisahkan sumberdaya ikan pelagis dan demersal untuk melihat status pemanfaatan perikanan pada masing-masing zona. Ketiga zona daerah penangkapan ikan didasarkan pada kondisi eksisting menurut RZWP3K Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu: Zona A (DPI dengan IUP), Zona A1 (DPI dengan IUP tanpa kegiatan), dan Zona B (DPI tanpa IUP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perikanan pelagis Zona A cenderung economical overfishing; sedangkan perikanan demersal sudah menunjukkan kondisi economical overfishing; Zona A1 berada pada kondisi underfishing; serta Zona B berada pada kondisi underfishing. Pemanfaatan perikanan Zona A dan A1 tidak mencapai 50% TAC; sedangkan pada Zona B hanya 15% TAC. Agar pemanfaatan perikanan baik pelagis ataupun demersal dapat berkelanjutan baik secara ekologi maupun ekonomi, pengelolaan perikanan skala kecil di perairan Kabupaten Bangka perlu dilakukan pengelolaan input pada upaya tangkap yang berbeda-beda pada tiap zona serta pengelolaan ekologi dan ekosistem.

Title: Management of Small-Scale Fisheries in The Coastal Waters of Bangka Regency with Bioeconomic Approach

Management of small-scale fisheries in Bangka Regency has recently shown decreased productivity. This is caused by the management of marine area which is not only used as a fishing ground, but also as an area of exploitation for off-shore mining. Based on these conditions, this study aims to determine the level of utilization of small-scale fisheries in the waters of Bangka Regency. This research uses primary and secondary data; bio-economic analysis was carried out in the three fishing ground zones by separating pelagic and demersal fish resources to see the utilization status of each zone. The three fishing ground zones are based on the existing fishing ground conditions according to RZWP3K Bangka Belitung Islands Province, namely: Zone A (fishing ground with IUP), Zone A1 (fishing ground with IUP without activities), and Zone B (fishing ground without IUP). The results showed that Pelagic Zone A fisheries tend to be economical, whereas demersal fisheries have shown economical overfishing; Zone A1 is under fishing; Zone B is under fishing. The utilization of fisheries in Zone A and A1 does not reach 50% TAC, while in Zone B it is only 15% TAC. For the utilization of pelagic and demersal fisheries to be sustainable both ecologically and economically, the management of small-scale fisheries in Bangka Regency waters needs to carry out input management for different fishing efforts in each zone as well as ecological and ecosystem management.



Keywords


bioekonomi, daerah penangkapan ikan; perikanan skala kecil; perairan Bangka

Full Text:

PDF

References


Adrianto, L. (2006). Pengantar Penilaian Ekonomi Sumber daya Pesisir dan Laut. Bogor: PKSPL-IPB.

Adrianto L, Habibi A, Fahrudin A, Azizy A, Susanto HA, Musthofa I, Kamal M, Wisudo SH, Wardiatno Y, Raharjo P. et al. (2014). Modul Indikator Untuk Pengelolaan Perikanan Dengan Pendekatan Ekosistem. Jakarta (ID). Direktorat Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

Akoit, M. Y., & Nalle, M. (2018). Pengelolaan Sumber daya Perikanan Berkelanjutan Di Kabupaten Timor Tengah Utara Berbasis Pendekatan Bioekonomi. Jurnal Agribisnis Indonesia, 6(2), 85. https://doi.org/10.29244/jai.2018.6.2.85-108

Alwi, I. (2012). Kriteria Empirik Dalam Menentukan Ukuran Sampel. Formatif : Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 2(2), 140–148.

Anfaresi, S. L. N., Putri, I. U., Mulia, R. A., Alfisyahr, F. A. N., & Muzayyannah, N. (2019). Bangka’s Tin Sea Sand-Fe3O4 as A Removal of Heavy Metals in By-Product of Tin Ore Processing Shofi. In Advances in Engineering Research (International Conference on Maritime and Archipelago (ICoMA 2018)) (Vol. 167, pp. 79–84). Atlantis Press. doi:10.1007/s40242-018-8213-z

Atmaja, S. B., & Nugroho, D. (2017). Upaya-Upaya Pengelolaan Sumber Daya Ikan Yang Berkelanjutan Di Indonesia. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 3(2), 101. doi:10.15578/jkpi.3.2.2011.101-113

Azevedo, E. Z. D. de, Dantas, D. V., & Daura-Jorge, F. G. (2020). Risk tolerance and control perception in a game-theoretic bioeconomic model for small-scale fisheries. Royal Society Open Science, 7(7), 200621. doi:10.1098/rsos.200621

Badan Pusat Statistik. (2018). Kabupaten Bangka Dalam Angka 2018. Pangkalpinang, ID: BPS Kabupaten Bangka.

Béné, C., Hersoug, B., & Allison, E. H. (2010). Not by Rent Alone : Analysing the Pro-Poor Functions of Small-Scale Fisheries in Developing Countries. Development Policy Review, 28(3), 325–358.

Bidayani, E. (2014). Ekonomi Sumber daya Pesisir yang Tercemar. Malang, ID: Universitas Brawijaya (UB) Press.

Bidayani, E., & Kurniawan. (2020a). Resolusi Konflik Pemanfaatan Sumber daya Pesisir antara Nelayan dengan Penambang Timah Inkonvensional. Society, 8(1), 14–24.

Bidayani, E., & Kurniawan, K. (2020b). Conflict Resolution in Coastal Resource Utilization among Fishermen and Unconventional Tin Miners. Society, 8(1), 13–22. doi:10.33019/society.v8i1.139

Bidayani, E., Kurniawan, K., Anggeraini, L., & Aisyah, S. (2020). Utilization Conflict Analysis of Fisheries Resources with Tin Mining and Marine Tourism in East Coast of Bangka Island. In Proceedings of the 13th International Interdisciplinary Studies Seminar, IISS 2019. Malang, Indonesia: European Alliance for Innovation (EAI). doi:10.4108/eai.23-10-2019.2293011

Charles, AT. (2001). Sustainable Fishery System. Oxford, UK: Blackwell Science.

Dahuri R, Rais J, Ginting SP, Sitepu. 2001. Pengelolaan Sumber daya Wilayah Pesisir Dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta Timur, ID: PT Balai Pustaka (Persero).

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2019). Statistik Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2018. Pangkalpinang, ID: DKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bangka. (2018). Laporan Sensus Perikanan Kabupaten Bangka 2018. Pangkalpinang, ID: DKP Kabupaten Bangka.

Dinas Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 2018. Rekapitulasi IUP di Perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pangkalpinang,ID: ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Diop, B., Sanz, N., Duplan, Y. J. J., Guene, E. H. M., Blanchard, F., Pereau, J. C., & Doyen, L. (2018). Maximum Economic Yield Fishery Management in the Face of Global Warming. Ecological Economics, 154(June 2018), 52–61. doi:10.1016/j.ecolecon.2018.07.027

Fauzi, A. (2000). Mencari Penerimaan Negara melalui Fishing Fee. Jakarta, ID: Media Indonesia.

Fauzi, A., & Anna, S. (2005). Pemodelan Sumber daya Perikanan dan Kelautan untuk Analisis Kebijakan. Jakarta, ID: PT Gramedia Pustaka Utama.

Febrianto, A., Baskoro, M. S., Simbolon, D., & Haluan, J. (2015). The Impact of Tin Mining Activities on Squid ( Uroteuthis chinensis ) Fishing Ground In South Bangka. International Journal of Sciences: Basic and Applied Research (IJSBAR), 23(1), 283–293.

Hesselgrave, T., Kruse, S., & Sheeran, K. A. (2011). The Hidden Cost of Overfishing to Commercial Fishermen: A 2009 Snapshot of Lost Revenues. Portland, OR: Ecotrust.

Ibrahim, I., Haryadi, D., & Wahyudin, N. (2018). From Charm To Sorrow: the Dark Portrait of Tin Mining in Bangka Belitung, Indonesia. PEOPLE: International Journal of Social Sciences, 4(1), 360–382. doi:10.20319/pijss.2018.41.360382

Ilham, A. , Wahyu., A .U. (2016). Pola Sebaran Karang Lunak (Soft Coral) terhadap Kedalaman yang Berbeda di Pantai Tuun Aban, Tanjung Pesona,dan Rebo, 10(2015), 223–226.

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2017). Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 50/KEPMEN-KP/2017 tentang Estimasi Potensi Sumber Daya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

_____. (2016). Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71 Tahun 2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan Dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Kim, T. goun. (2009). Efficient management of marine resources in conflict: An empirical study of marine sand mining, Korea. Journal of Environmental Management, 91(1), 78–86. doi:10.1016/j.jenvman.2009.07.006

M. Siringoringo, R., & Aryono Hadi, T. (2013). The Condition and Distribution of Stony Corals (Scleractinia corals) in Bangka Water. Ilmu Dan Teknologi Kelautan, 5(2), 273–285. doi:10.29244/jitkt.v5i2.7557

Manik, J. D. N. (2018). Kebijakan Pertambangan Laut Timah Yang Berdampak Pada Lingkungan. Journal of Chemical Information and Modeling, 2(1), 89–99. doi:10.1017/CBO9781107415324.004

Mardyani, Y., Kurnia, R., & Adrianto, L. (2019). Status Pengelolaan Perikanan Skala Kecil Berbasis Zonasi di Wilayah Perairan Kabupaten Bangka. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 11(November), 125–137.

Mota, R. P. (2020). Fishery harvest control rules from bioeconomic optimization. Marine Policy. doi:10.1016/j.marpol.2020.103865

Muawanah, U., Huda, H. M., Koeshendrajana, S., Nugroho, D., Anna, Z., & Ghofar, A. (2017). Keberlanjutan Perikanan Rajungan Indonesia:Pendekatan Model Bioekonomi. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 9(2), 71–83.

Nirwanda, S., Adi, W., & Syari, I. A. (2017). Inventarisasi Penyakit Karang Di Perairan Turun Aban Kabupaten Bangka. Sumber daya Perairan, 11(1), 18–25.

Nurtjahya, E., & Agustina, F. (2015). Managing the socio-economic impact of tin mining on Bangka Island , Indonesia - preparation for closure. The 10th International Conference on Mine Closure, (June), 1–10.

Nurtjahya, E., Franklin, J., Umroh, & Agustina, F. (2017). The Impact of tin mining in Bangka Belitung and its reclamation studies. MATEC Web of Conferences, 101, 1–6. https://doi.org/10.1051/matecconf/201710104010

Oktariza, W., Wiryawan, B., Baskoro, M. S., Kurnia, R., & Wisudo, S. H. (2016). Bio-Economic Model of Squid Fisheries in The Waters of Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province. Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management, 7(1), 97. doi:10.29244/jmf.7.1.97-107

Pauly, D. (1987). Theory and practice of overfishing: a Southeast Asian perspective. In Papers Presented at the Symposium on the Exploitation and Management of Marine Fishery Resources in Southeast Asia, 22nd Session, Indo-Pacific Fishery Commission, Darwin, Australia.

Purcell, S. W., & Pomeroy, R. S. (2015). Driving small-scale fisheries in developing countries. Frontier in Marine Science, 2(June), 1–7. doi:10.3389/fmars.2015.00044

Puspita Sari, S., Rosalina, D., & Adi, W. (2017). Bioakumulasi timbal (Pb) dan cadmium (Cd) pada lamun Cymodocea serrulata di Perairan Bangka Selatan. Depik (Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, Dan Perikanan), 6(2), 128–137. doi:10.13170/depik.6.2.7783

Ramadona, T., Rengi, P., Warningsih, T., Septya, F., Ngesti, S. M., & Purnomo, A. (2020). Does Capture Fisheries in the Vicinity of Tin Mining Area Sustainable? : A case study in Bangka Island, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 430(1). doi:10.1088/1755-1315/430/1/012015

Rosyida, I., & Sasaoka, M. (2018). Local political dynamics of coastal and marine resource governance: A case study of tin-mining at a coastal community in Indonesia. Environmental Development, 26, 12–22. doi:10.1016/j.envdev.2018.03.003

Smith, I. R. (1981). Improving fishing incomes when resources are overfished. In Marine Policy (pp. 17–22). IPC Business Press.

Sulaiman, A., Zulkarnain, I., & Fakhrurrozi, Y. (2015). Model Kebijakan Pengelolaan Sumber daya Kelautan dalam Persfektif Resolusi Konflik (Studi Kasus Nelayan Teluk Limau Bangka Barat Provnsi Kepulauan Bangka Belitung). Jurnal Bumi Lestari, 15(2), 92–102.

Sulista, S., Ibrahim, I., & Pratama, S. (2019). Accommodation, Resistance and Divided Community: Study of the Dynamics of Offshore Tin Mining Conflict Between the Fishermen of the Coastal Area and Companies in Bangka Island. PEOPLE: International Journal of Social Sciences, 5(3), 275–296. doi:10.20319/pijss.2019.53.275296

Syari, I. A. (2016). Kondisi Terumbu Karangdi Perairan Rebo Sungailiat Bangka Akibat Pertambangan Timah. Jurnal Sumber daya Perairan, 10(1), 13–20.

Utami, P. B., Kusumastanto, T., Zulbainarni, N., & Ayunda, N. (2020). Analisis Bioekonomi Perikanan Tuna Sirip Kuning Di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Indonesia. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 10(1), 1. doi:10.15578/jksekp.v10i1.7766

Yunianto, B. (2009). Kajian problema pertambangan timah di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai masukan kebijakan pertimahan nasional. Jurnal Teknologi Mineral Dan Batubara, 5(3), 97–113.

Zulbainarni, N. (2016). Teori dan Praktik Pemodelan Bioekonomi dalam Pengelolaan Perikanan Tangkap Edisi Revisi. Bogor, ID: PT Penerbit IPB Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v10i2.9305

Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network