KAPASITAS PENANGKAPAN PUKAT CINCIN MINI DI PEMALANG

Erfind Nurdin, Tri Wahyu Budiarti

Abstract


Sumber daya ikan pelagis kecil di Laut Jawa merupakan komoditi perikanan yang penting dan bersifat strategis. Sejalan dengan perkembangan pemanfaatannya, tekanan penangkapan yang tinggi dialami oleh hampir seluruh kawasan, terlebih di wilayah tradisionil. Kapasitas penangkapan akhir-akhir ini menjadi isu penting dalam perikanan global, mengingat di berbagai kawasan terjadi kapasitas berlebih dan penurunan stok ikan. Salah satu cara untuk mengetahui status perikanan terkini dilakukan dengan mengukur kapasitas perikanan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei dan Juli tahun 2007 dengan metode Data Envelopment Analysis. Nilai rata-rata pemanfaatan variabel input (VIU) untuk daya lampu dan bahan bakar menunjukkan nilai di atas 1 (optimum = 1) yang mengindikasikan adanya kelebihan penggunaan variabel sehingga dipandang perlu untuk melakukan pengurangan variabel input. Nilai pemanfaatan kapasitas (CU) lebih besar dari 0,5 hampir mencapai 60% dari 106 kapal contoh. Hal ini menunjukkan bahwa nilai CU kurang dari 1 mendominansi distribusi perolehan nilai CU yang dapat diartikan telah terjadi kelebihan kapasitas pemanfaatan untuk penangkapan pukat cincin mini dengan basis di Pemalang, sehingga perlu upaya pengurangan kapasitas.

 

Small pelagic fish resource in Java sea is an important fishery commodity. Nowadays high fishing pressure is experienced by mostly fishing areas, particularly in traditional zone. Fishing capacity recently becomes important issue in global fishery, because over capacity and fish stock decreasing is occured in various areas. One method to know the fishery status is by measuring fishery capacity, which is categorized as over capacity, under capacity or optimal condition. This study was carried out on May and July 2007. The method applied in this measurement of fishing capacity was DEA method (Data Envelopment Analysis). The average of variable input utilization for light intensity and fuel showed value of more than 1 (optimum = 1), indicating the usage of excess variable that need to reduce the input variable. The value of higher than 0.5 of capacity utilization showed 60% from 106 ships sample. This indicates that the CU value of less than 1 dominated the distribution of capacity utilization value. For mini purse seine based in Pemalang showed over capacity. This means, it needs to reduce the effort of fishing capacity.


Keywords


data envelopment analysis; pukat cincin mini; kapasitas penangkapan; Pemalang

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jppi.15.2.2009.171-178


Creative Commons License
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats
p-ISSN 0853-5884
e-ISSN 2502-6542

Find in a library with WorldCatCrossref logoSHERPA/RoMEO Logogoogle scholardoaj