Ketimpangan Pendapatan dan Pengeluaran Nelayan di Kabupaten Pulau Morotai

Rizki Aprilian Wijaya, Riesti Triyanti, Achmad Zamroni, Iswandi Wahab, Djaenudin Alwi

Abstract


Salah satu tujuan pembangunan ekonomi adalah mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Pembangunan infrastruktur pada daerah Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) dapat pula menjadi salah satu faktor yang membentuk fenomena sosial berupa ketimpangan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan pendapatan masyarakat di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara; dan menganalisis ketimpangan pengeluaran pada masyarakat nelayan di Kabupaten Pulau Morotai. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan April 2021 di Kabupaten Pulau Morotai. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder yang dianalisis menggunakan analisis rasio gini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi ketimpangan pendapatan di antara nelayan di Kabupaten Pulau Morotai yang ditunjukkan dengan nilai rasio gini 0,45; sedangkan pengeluaran nelayan di Kabupaten Pulau Morotai relatif merata di antara nelayan ditunjukkan dengan nilai rasio gini yang rendah sebesar 0,25. Rekomendasi kebijakan untuk menurunkan ketimpangan pendapatan nelayan adalah mendorong peningkatan kapasitas usaha khususnya pada golongan nelayan pendapatan terendah diharapkan mampu meningkatkan pendapatan nelayan.

Title: Inequality of Fishermen’s Income and Expenditure in Morotai Island Regency

One of the economic development goals is to solve the problems of poverty and income inequality. Infrastructure development in the Integrated Fisheries Marine Center (SKPT) area initiated by the Ministry of Marine Fisheries (KKP) can also shape income inequality. This study examines income inequality in Pulau Morotai Regency, North Maluku Province; and examines inequality of income and expenditure on the fishing community in Pulau Morotai Regency. The study was conducted from March to April 2021. The data collected are primary and secondary data analyzed using gini ratio analysis. The results showed that income inequality among fishers in Pulau Morotai Regency was indicated by a gini ratio of 0.45, while fishermen’s expenditure in Pulau Morotai Regency was relatively distributed among fishers indicated by gini ratio of 0.25. Policy recommendations to reduce fishermen’s income inequality encourage increased business capacity, especially in the lowest income fishermen are expected to increase fishermen’s income.


Keywords


rasio gini; pendapatan; pengeluaran; nelayan; Kabupaten Pulau Morotai

Full Text:

PDF

References


Adam, A. (2020). Fungsi Perempuan Dalam Usaha Budidaya Rumput Laut di Desa Galo – Galo Kabupaten Pulau Morotai. Al Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama, 14(1), 139—150. http://dx.doi.org/10.46339/al-wardah.v14i1.253

Ambar, A., Walewangko, E. N., & Tumangkeng, S. Y. L. (2021). Analisis Disparitas Pembangunan Ekonomi Antar Wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku Utara Tahun 2015—2019. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 21(1), 1—12. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jbie/article/download/34723/32569

Ashenfelter, O., & Rouse, C. (2000). Schooling, intelligence, and income in America. In: Arrow, K., Bowles, S., Durlauf, S. (Eds.). Meritocracy and Economic Inequality. New Jersery, USA: Princeton Univ. Press. https://doi.org/10.1515/9780691190334-007

Attamimi, G. R., Kinseng, R. A., & Augusta, I. (2018). Kelas dan Ketimpangan Struktural Masyarakat Nelayan di Kota Ambon. Soladity: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6(3), 228—236. https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/sodality/article/download/22607/16417/0

Badan Pusat Statistik Kabupaten Pulau Morotai [BPS]. (2021). Kabupaten Pulau Morotai dalam angka 2020. BPS Kabupaten Pulau Morotai. https://morotaikab.bps.go.id

Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara [BPS]. (2021). Rasio Gini Provinsi Maluku Utara Tahun 2010—2020. https://malut.bps.go.id/indicator/23/142/1/rasio-gini.html

Barro, R. (2000). Inequality and growth in a panel of countries. Journal of Economic Growth, 5, 5—32. https://doi.org/10.1023/A:1009850119329

Damanik, A. M., Zulgani, & Rosmeli. (2018). Faktor-Faktor yang mempengaruhi ketimpangan pendapatan melalui pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. E-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 7(1), 15—25. https://online-journal.unja.ac.id/pdpd/article/view/4533

Dumairy. (1996). Perekonomian Indonesia. Erlangga. 276 halaman. Firdaus, M., & Witomo, C. M. (2014). Analisis tingkat kesejahteraan dan ketimpangan pendapatan rumah tangga nelayan pelagis besar di Sendang Biru, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Perikanan, 9(2), 155—168. http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v9i2.1218

Hajiji, A. (2010). Keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi, ketimpangan pendapatan dan pengentasan kemiskinan di Provinsi Riau 2002-2008. [Tesis IPB]. IPB Repository. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/40851

Hale, Y. M. J. (2017). Evaluasi Implementasi Otonomi Daerah Kabupaten/Kota di Indonesia Tahun 2005—2014. [Tesis Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yogyakarta]. http://repository.stieykpn.ac.id/257/1/JURNAL%20Yosefa%20Maria%20Juita%20Hale%20-%20121500451.pdf

Hasan, U., Harianto., & Sarwanto, C. (2019) Perencanaan model dan strategi pengelolaan sentra kelautan perikanan terpadu (SKPT) Biak di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 9(2), 79—92. http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v9i2.7778

Istiqamah, Syaparuddin, & Rahmadi, S. (2018). Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap ketimpangan pendapatan dan kemiskinan (studi provinsi-provinsi di Indonesia). e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 7(3), 111—126. https://doi.org/10.22437/pdpd.v7i3.6903

Kementerian Kelautan Perikanan [KKP]. (2021). Statistik kelautan perikanan online. https://statistik.kkp.go.id/home.php?m=eksim&i=211

Kinseng, R. A. (2017). Struktugensi: Sebuah teori tindakan. Soladity, 127—137. https://media.neliti.com/media/publications/180950-ID-none.pdf

Kohn, M. L., Naoi, A., Schoenbach, C., Schooler, C., & Slomczynski, K. M. (1990). Position in the class structure and psychological functioning in the United States, Japan, and Poland. American Journal of Sociology, 95(4), 964—1008. https://doi.org/10.1086/229382

Kuncoro, M. (2003). Metode riset untuk bisnis dan ekonomi. Erlangga. Kurniawati, A. (2017). Peran istri nelayan dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga. Jurnal Sains dan Teknologi Maritim, 17(1), 77—88. http://dx.doi.org/10.33556/jstm.v0i1.160

Lamia, K. A., (2013) Faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan nelayan Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 1(4), 1748—1759. https://doi.org/10.35794/emba.1.4.2013.3371 Marini, I. A. K. (2014) Analisis Sumber dan Kesenjangan Pendapatan Rumah Tangga Nelayan di Wilayah Pesisir Kota Mataram. Ganec Swara, 8(2), 1—6. http://unmasmataram.ac.id/wp/wp-content/uploads/1.-Ida-Ayu-Ketut-Marini.pdf

Mashud, A., Benu, N. M., & Sondakh, M. L. (2018). Disparitas pembangunan ekonomi antar wilayah di Provinsi Maluku Utara. Agri-SosioEkonomi Jurnal Ilmiah Sosial Ekonomi Pertanian, 14(1), 117—124. http://dx.doi.org/10.35791/agrsosek.14.1.2018.19009

Munandar, A., & Fikriah. (2016) Analisis Ketimpangan Pendapatan dan Pengeluaran Antar Kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 1(1), 17—28. http://www.jim.unsyiah.ac.id/EKP/article/download/674/766

Nadya, A., & Syafri. (2019). Pengaruh Faktor Pertumbuhan Ekonomi, Pendidikan, dan Pengangguran Terhadap Ketimpangan Distribusi Pendapatan di Indonesia. Media Ekonomi, 27(1), 37—52. https://trijurnal.lemlit.trisakti.ac.id/medek/article/download/5300/4197

Nangarumba, M. (2015). Analisis Pengaruh Struktur Ekonomi, Upah Minimum Provinsi, Belanja Modal, dan Investasi terhadap Ketimpangan Pendapatan di Seluruh Provinsi di Indonesia Tahun 2005—2014. JSEP, 7(2), 9—26. http://journal.um.ac.id/index.php/jesp/article/download/5326/1978

Pakasi, R. N., Ngangi, C. R., & Kaunang, R. (2015) Analisis Ketimpangan Distribusi Pendapatan Nelayan di Desa Buhias, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara. COCOS, 6(17), 1—11. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/cocos/article/download/10362/9950

Rambey, M, J. (2018) Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Ketimpangan Pendapatan di Indonesia. Jurnal Education and Development, 4(1), 32—36. https://doi.org/10.37081/ed.v4i1.250

Rustariyuni. S. D., (2014). Pengaruh gini ratio pengeluaran non makanan per kapita belanja daerah dan laju pertumbuhan ekonomi pada indeks pembangunan manusia kabupaten/kota di Provinsi Bali Periode 2004 – 2012. Piramida, 10(1), 45—55. https://ojs.unud.ac.id/index.php/piramida/article/view/15954/10599

Salakory, H. S. M., (2020). Analisis Ketimpangan Distribusi Pendapatan Antar Rumah Tangga Nelayan di Borobudur Kelurahan Padarni Kabupaten Manokwari. The Journal of Fisheries Development, 4(1), 31—42. https://core.ac.uk/download/pdf/288193042.pdf

Suparmin, Nurliah, Husni, & Syarif. (2016). Analisis Faktor Penentu Ketahanan Pangan Rumah Tangga Nelayan di Desa Sengkol Kabupaten Lombok Tengah. Agroteksos, 26(2), 1—17. https://agroteksos.unram.ac.id/index.php/Agroteksos/article/view/90

Todaro, M, P., & Smith, S. C. (2009). Pembangunan ekonomi (Jilid 2). Erlangga. 480 Halaman.

Wahyuni, R. N. T., & Monika, A. K. (2016) Pengaruh Pendidikan Terhadap Ketimpangan Pendapatan Tenaga Kerja di Indonesia. Jurnal Kependudukan Indonesia, 11(1), 15—28. http://ejurnal.kependudukan.lipi.go.id/index.php/jki/article/viewFile/63/99

Zamroni, A., Suryawati, S. H., Ramadhan, A., & Koeshendrajana, S. (2019). Pengembangan industri perikanan di Kabupaten Pulau Morotai: Sebuah konsep ilmiah untuk model integrasi ekonomi. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 9(1), 15—34. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jpk/article/download/7071/4848




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v7i2.10249

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network