Analisis Kesenjangan Pendapatan Nelayan Buruh Orang Asli Papua (OAP) dan Non-OAP Berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR) di Merauke, Papua, Indonesia

Setiawan Daka Yusup, Ineke Nursih Widyantari, Ferdinand C Situmorang

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya pendapatan yang diterima nelayan buruh dari kalangan orang asli Papua (OAP) dan non-OAP serta tingkat kesenjangan pendapatan nelayan buruh OAP dan non-OAP berdasarkan upah minimum regional (UMR). Tempat penelitian adalah Kampung Timur dan Kampung Binaloka di Pantai Lampu Satu, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis yang dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2021. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari BPS, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, serta Kelurahan Samkai. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 62 orang yang meliputi 26 nelayan buruh OAP dan 36 nelayan buruh non- OAP. Responden diperoleh dengan teknik pemilihan sampel, yaitu sensus untuk nelayan buruh OAP dan purposive sampling untuk nelayan buruh non-OAP. Data dianalisis menggunakan analisis biaya, analisis pendapatan, dan analisis kesenjangan (gap). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan nelayan buruh OAP adalah Rp2.598.478,00 per bulan, sedangkan nelayan buruh non-OAP adalah Rp3.517.814,00 per bulan. Dalam diagram kartesius ditunjukkan bahwa nelayan buruh OAP berada pada kuadran I yang berarti pendapatannya di bawah UMR Kabupaten Merauke. Sementara itu, nelayan buruh non-OAP berada pada kuadran II yang berarti pendapatannya di atas UMR Kabupaten Merauke. UMR Kabupaten Merauke tahun 2021 adalah sebesar Rp3.516.700,00. Pendapatan nelayan buruh OAP adalah 73,88% lebih rendah daripada nelayan buruh non-OAP dengan tingkat kesesuaian pendapatan sebesar 100,03% terhadap UMR Kabupaten Merauke yang memiliki persentase sebesar 100%. Kesenjangan pendapatan nelayan buruh OAP terhadap UMR adalah sebesar 26,11% di bawah UMR, sedangkan nelayan buruh non-OAP adalah -0,03% di atas UMR

 

Title: Gap Analysis of OAP and Non-OAP Fishermen’s Incomes on the Regional Minimum Wage in Merauke, Papua, Indonesia

This study aims to analyze the amount of income received by labor fishermen from Papuan natives (OAP) and non-OAP as well as the level of income disparity between OAP and non-OAP based on the regional minimum wage (UMR). The research sites are Kampung Timur and Kampung Binaloka in Coastal Lampu Satu, Merauke District, Merauke Regency. This research is an analytical descriptive study which is conducted from June to August 2021. The data used in this study are primary data and secondary data. Primary data was obtained from questionnaires and intervies, while the secondary data was obtained from BPS, Department of Marine Affairs and Fisheries, Department of Employment and Transmigration, and Samkai District Office. The number of respondents in this study was 62 people which included 26 OAP labor fishermen and 36 non-OAP labor fishermen with a sample selection technique, namely census for OAP labor fishermen and purposive sampling for non-OAP labor fishermen. The data were analyzed using cost, income, and gap analysis. The results showed that the average income of OAP labor fishermen was IDR2.598.478,00 per month, while the non-OAP labor fishermen were IDR3.517.814,00 per month. In the Cartesian diagram, OAP labor fishermen are in quadrant I, which means their income is below the UMR of Merauke Regency, while non-OAP labor fishermen are in quadrant II, which means their income is above the UMR of Merauke Regency. Meanwhile, the UMR of Merauke Regency in 2021 is IDR3.516.700,00. The income level of OAP labor fishermen is 73.88% lower than non-OAP labor fishermen with an income suitability level of 100.03% against the UMR of Merauke Regency, which has a percentage of 100%. The gap between the incomes of OAP labor fishermen is 26.11% higher than non-OAP labor fishermen, with a gap of -0.03% above the UMR of Merauke Regency.



Keywords


kesenjangan; OAP; non-OAP; nelayan buruh; pendapatan; UMR

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik Kabupaten Merauke. (2019). Kabupaten Merauke dalam Angka 2019. BPS Merauke.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke. (2019). Jumlah Penduduk Nelayan Kabupaten Merauke.

Hanum, N. (2018). Pengaruh pendapatan, jumlah tanggungan keluarga dan pendidikan terhadap pola konsumsi rumah tangga nelayan di Desa Seuneubok Rambong, Aceh Timur. Jurnal Samudra Ekonomika, 2(1), 75–84. Diakses dari https://ejurnalunsam.id/index.php/jse/article/ view/779

Hendrik, M. (2017). Kajian tingkat pendapatan dan kesejahteraan masyarakat nelayan di Kecamatan Dayun, Propinsi Riau. Jurnal Teknologi, 16(2), 2087–2091. Diakses dari https://core.ac.uk/ download/pdf/230618771.pdf

Imbanop, Y.P., Widiastuti, M.M.D.W., & Fachriza, R. (2019). Analisis kelayakan usaha penangkapan ikan pada musim peralihan oleh nelayan di Kampung Onggaya, Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke. Musamus Journal of Agribusiness, 1(2), 60–66. doi: https://doi. org/10.35724/mujagri.v1i2.1828

Irwan, A., Nugroho, F., & Zulkarnain. (2017). The fishing activity on north seasons in the village of Batu Limau Ungar Subdistrict Karimun Regency Riau Island Province of Indonesia. JOM, 4(1), 72–76. Diakses dari https://media.neliti.com/media/publi- cations/203338-none.pdf

Karmilan, E., Sukma, I., & Muz’an, S. (2016). Kondisi sosial ekonomi nelayan di Kabupaten Kubu Raya (Studi Kasus Nelayan di Sungai Kakap).

Konoralma, S., Masinambow, V.A.J., & Londa, A.T. (2020). Analisis faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan tradisional di kelurahan tumumpa kecamatan tuminting Kota Ma nado. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 20(02), 103–115.

Onibala, A.G., Sondakh, M.L., Kaunang, R. ., & Mandei, J. . (2017). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah di Kelurahan Koya, Kecamatan Tondano Selatan. Agri-So- sioekonomi, 13(2A), 237–242. doi: https://doi. org/10.35791/agrsosek.13.2a.2017.17015

Palan, R. (2007). Competency management. Penerbit PPM. Terjemahan dari: Competency Management-a Practicine’s Guide.

Parinsi, K. (2017). Analisis pendapatan usaha tani bawang merah di Desa Singki Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Jurnal Economix, 5(1), 193–202.

Pratama, D.S., Gumilar, I., & Maulina, I. (2012). Analisis pendapatan nelayan tradisional pancing ulur di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 3(3), 107–116. Diakses dari http://jurnal.unpad.ac.id/jpk/article/ view/1417.

Rahim, A., Kurniawan, A.W., & Hastuti, D.R.D. (2016). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga ikan laut segar di Sulawesi Selatan. Makasar: Universitas Negeri Makassar.

Riana. (2021). Analisis pendapatan nelayan (studi kasus: Kampung Nelayan Seberang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan). Medan: Universitas Sumatera Utara.

Rosianna, C., Winanda, Y., & Kurnia, W.R. (2021). Analysis of costs, volume and profits towards planned income on keripik ibu SMEs. Research In Accounting Journal, 1(2), 291–297.

Sriyanti, N., Muflikhati, I., & Fatchiya, A. (2006). Persepsi nelayan tentang pendidikan formal di Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Buletin Ekonomi Perikanan, VI(3), 40–49. doi: https://doi.org/10.1002/ejoc.201200111

Suroyya, A.N., Triarso, I., & Wibowo, B.A. (2017). Analisis ekonomi rumah tangga nelayan pada alat tangkap gill net di PPP Morodemak, Kabupaten Demak. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 6(4), 30–39. Diakses dari https://ejournal3.undip.ac.id/index. php/jfrumt/article/viewFile/18807/17891

Widiastuti, M.M.D.W., Maturbongs, M.R., Elviana, S., Rani, C., & Burhanuddin, A.I. (2020). Karakteristik sosial ekonomi nelayan di Kali Maro, Kabupaten Merauke, Papua. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 6(2), 99. doi: https://doi.org/10.15578/marina.v6i2.8374

Wijaya, R.A., Triyanti, R., Zamroni, A., Wahab, I., & Alwi,

D. (2021). Inequality of fishermen ’ s income and expenditure in Morotai Island regency. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 7(2), 125–136.

Yasrizal, Y. (2017). Analisis pendapatan nelayan tradisional dan modern di Kabupaten Aceh Selatan. Jurnal Perikanan Tropis, 4(1), 23. doi: https://doi.org/10.35308/jpt.v4i1.53




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v8i1.10626

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Published by

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
in collaboration with
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.