Akses Perempuan Nelayan dalam Kegiatan Produktif (Studi Kasus di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten)

Istiana Istiana

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan akses perempuan nelayan dalam kegiatan produktif. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2011 di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Subyek penelitian yaitu sebanyak 30 orang (diantaranya 15 perempuan nelayan). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma interpretatif. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara bebas secara mendalam. Data terkumpul diklasifikasikan sesuai topik penelitian kemudian dianalisis dengan pendekatan analisis gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan produktif perempuan nelayan di lokasi kasus adalah sebagai pengolah pemindangan ikan tongkol. Akses perempuan nelayan terhadap sumberdaya, modal dan pasar tergolong mudah, namun masih terkendala pada akses informasi untuk pengembangan usaha. Perempuan nelayan masih mengalami dampak negatif dari ketimpangan gender, karena laki-laki nelayan selalu mendapatkan peluang informasi lebih besar dibandingkan perempuan nelayan. Semestinya perempuan nelayan sebagai anggota masyarakat nelayan punya hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki nelayan. Peranan perempuan nelayan sebagai pelaku ekonomi tidak boleh diabaikan karena potensi dan partisipasinya dalam pembangunan memang signifikan. Untuk itu, dibutuhkan upaya pemberdayaan bagi perempuan nelayan terutama yang bertujuan meningkatkan kualitas (kompetensi) dan akses produktif perempuan nelayan, sehingga perempuan nelayan memiliki kemampuan untuk berkontribusi dan mengembangkan potensinya secara maksimal dalam pembangunan ekonomi desa pesisir.

Keywords


akses perempuan; kegiatan ekonomi; nelayan

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v9i1.205

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network