Tinjauan Yuridis ACFTA Terhadap Pembangunan Kelautan dan Perikanan

Radityo Pramoda

Abstract


Agreement on Comprehensive Economic Co-operation between the Association of South East Asian Nations and the People’s Republic of China (ACFTA), merupakan wujud kerjasama negara ASEAN dan China untuk membentuk kawasan perdagangan bebas. ACFTA sebagai salah satu instrumen diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekonomi, serta menciptakan kemakmuran rakyat Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, tulisan ini bertujuan mengkaji kesepakatan ACFTA dan melakukan tinjauan yuridis terhadap pembangunan kelautan dan perikanan. Hasil kajian menunjukkan, bahwa ACFTA merupakan kerjasama perdagangan bebas untuk menurunkan tarif bea masuk dan secara yuridis mempengaruhi komponen sistem hukum (substansi, struktural, dan budaya hukum) di dalam melindungi produk di sektor kelautan dan perikanan.

Keywords


tinjauan yuridis; ACFTA; pembangunan kelautan dan perikanan

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, M. 2009. Sosiologi dan Metode Penelitian Hukum. UMM Press. Malang.

Anonimous. 1969. Vienna Convention on the Law of Treaties. Vienna.

_________. 2002. Framework Agreement on Comprehensive Economic Co-operation between the Association of South East Asian Nations and the People’s Republic of China, Phnom Penh.

_________. 2004. Agreement on Trade in Goods of the Framework Agreement on Comprehensive Economic Co-operation between the Association of Southeast Asian Nations and the People’s Republic of China, Vientiane-Laos.

_________. 2004. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 48 Tahun 2004, tentang Pengesahan Framework Agreement on Comprehensive Economic Co-operation between the Association of South East Asian Nations and the People’s Republic of China (Persetujuan Kerangka Kerja Mengenai Kerjasama Ekonomi Menyeluruh antara Negara-Negara Anggota Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan Republik Rakyat China). Jakarta.

_________. 2005. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.56/PMK.010/2005, tentang Program Penurunan/Penghapusan Tarif Bea Masuk dalam Rangka Normal Track Asean-China Free Trade Area (AC-FTA). Jakarta.

_________. 2007. Peraturan Menteri Perdagangan No. 43/M-DAG/PER/10/2007, tentang Penerbitan Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) untuk Barang Ekspor Indonesia. Jakarta.

_________. 2005. Surat Edaran No. SE-10/BC/2005, tentang Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor dalam Rangka Early Harvest Package (EHP) ASEAN-China Free Trade Area (FTA) dan dalam Rangka EHP Bilateral Indonesia-China FTA. Jakarta.

Cahyadi, A. dan D. Danardono. 2009. Sosiologi Hukum dalam Perubahan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

Erwiningsih, W. 2011. Peranan Hukum Pertanggung jawaban Perbuatan Pemerintah (Suatu Kajian dalam Kebijakan Pembangunan Hukum). http://eprints.ums.ac.id/330/1/6._WINAHYU.pdf. Diakses tanggal: 13 Juli 2011.

Friedman, L.M. 2009. Sistem Hukum: Perspektif Ilmu Sosial. Nusa Media. Bandung.

Kusumohamidjojo, B. 1986. Suatu Studi Aspek Operasional (Konvensi Wina Tahun 1969 tentang Hukum Perjanjian Internasional). Binacipta. Bandung.

Rahardjo, H.M. 2010. Jenis dan Metode Penelitian Kualitatif. http://mudjiarahardjo.com/ artikel/215.html?task=view.html. Diakses pada tanggal 5 Oktober 2010.

Sulistiyono, A. dan M. Rustamaji. 2009. Hukum Ekonomi sebagai Panglima. Masmedia Buana Pustaka. Sidoarjo-Jawa Timur.

Yuswanto. 2011. Peraturan Kebijakan. http://www.politikindonesia.com/m/index.php?ctn=1&k=pendapat&i=28276. Diakses pada tanggal: 13 Juli 2011.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v6i2.5811

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network