KEMITRAAN PEMASARAN RUMPUT LAUT DALAM UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR DAN LOMBOK TENGAH, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Siti Hajar Suryawati, Nurlaili Nurlaili, Cornelia Mirwantini Witomo, Achmad Zamroni

Abstract


ABSTRAK

Model pengembangan ekonomi kawasan berbasis teknologi adaptif lokasi di Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Tengah (Loteng) adalah model yang berbasis kemitraan. Model ini mengakomodir kesepakatan kerjasama berbasis pasar yang melibatkan pembudidaya dan juga pengolah melalui KIMBis Lotim dan Mitra KIMBis Loteng. Pembudidaya sebagai produsen primer komoditi rumput laut dengan  para pengolah yang melakukan proses penambahan nilai melalui kegiatan pengolahan dan pemerintah sebagai regulator, mediator dan fasilitator bagi kedua belah pihak, disertai rincian komitmen dan tanggung jawab pada tiap pihak yang terlibat, untuk menjamin bahwa: (1) pembudidaya menerima bagian nilai (farmer’s share) yang adil dari hasil usahanya; (2) pembudidaya bisa mendapatkan pendapatan rutin; dan (3) pengolah mendapatkan bahan baku dengan kualitas yang sesuai. Sampai akhirnya produk yang dihasilkan diterima oleh konsumen akhir dengan mendapat jaminan produk olahan yang sehat dan harga yang terjangkau. Selain itu implementasi model ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir khususnya pembudidaya rumput laut, serta mengurangi kerugian karena malpraktek pedagang dalam penentuan harga beli.

 

Title: Marketing Partnership for Poverty Reduction in East Lombok
District and Central Lombok, West Nusa Tenggara Province

Regional economic development model based on adaptive location technology in East Lombok (Lotim) and Central Lombok (Loteng) is a partnership model. This model accommodates a market-based cooperation agreement involving farmers and processor through KIMBis Lotim and Mitra KIMBis Loteng. Farmers as primary producers of seaweed commodities with processor undertaking additional processing
through processing and government as regulator, mediator and facilitator for both parties. They work together with commitment and responsibility to each party involved, to ensure: (1) the farmer receives a share (farmer’s share) fair from business results; (2) farmers get routine income; and (3) processor get raw materials with appropriate quality. Until finally the resulting product is accepted by the final consumer
with a guaranteed healthy processed products and affordable prices. The implementation of this model is expected to improve the community welfare in coastal areas, especially seaweed farmers, and reduce
losses due to malpractice traders in the determination of purchasing price.



Keywords


pemasaran; kemitraan; kemitraan pemasaran; rumput laut; Lombok Timur; Lombok Tengah; Nusa Tenggara Barat

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Timur. 2015. Lombok Timur Dalam Angka 2015. BPS Lombok Timur.

Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Tengah. 2015. Lombok Tengah Dalam Angka 2015. BPS Lombok Tengah.

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Tengah. 2013. Surat Keputusan Bupati Lombok Tengah Nomor Tahun 2013 tentang Penetapan Klaster Unggulan Daerah Kabupaten Lombok Tengah. Bappeda Lombok Tengah. Lombok Tengah.

Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBPSEKP). 2014. Laporan Teknis Program Rintisan Pengembangan Kelembagaan Pengawalan IPTEK untuk Mengakselerasi Industrialisasi KP (KIMBis)

Lombok Timur – Lombok Tengah Propinsi Nusa Tenggara Barat. Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Balitbang KP – KKP. Jakarta.

Cholisin. 2011. Pemberdayaan Masyarakat. Disampaikan pada Gladi Manajemen Pemerintahan Desa Bagi Kepala Bagian/Kepala Urusan Hasil Pengisian Tahun 2011 di Lingkungan Kabupaten Sleman. 19-20 Desember 2011.

Purnomo, A. H., I. N. Radiarta, A. Zamroni, T. Arifin, J. Basmal, B. Sumiono, D. Manurung dan L. Nurdiansyah. 2014. Optimalisasi Peran IPTEK Kelautan dan Perikanan untuk Pengembangan Blue Economy di Pulau Lombok. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan KKP. Jakarta.

Zamroni, A., Nurlaili dan C. M. Witomo. 2013. Laporan Teknis Klinik IPTEK Mina Bisnis (KIMBis) Lombok Timur. Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Balitbang KP – KKP. Jakarta.

Zamroni, A., Nurlaili, C. M. Witomo dan N. Mustika. 2014. Laporan Teknis Klinik IPTEK Mina Bisnis (KIMBis) Lombok Timur dan Lombok Tengah. Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Balitbang KP – KKP. Jakarta.

Zulham, A. 2012. Modul 1: Peran, Tugas dan Fungsi dalam Klinik Iptek Mina Bisnis (KIMBis). Bahan yang Tidak Dipublikasikan. Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Balitbang KP – KKP. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v3i1.6920

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network