POTENSI USAHA BUDI DAYA RUMPUT LAUT DI PULAU PANJANG KABUPATEN SERANG, PROVINSI BANTEN

Permana Ari Soejarwo

Abstract


ABSTRAK

Pulau Panjang merupakan salah satu wilayah pesisir di Kabupaten Serang, Provinsi Banten yang potensial untuk budidaya rumput laut. Usaha ini diprediksi mampu meningkatkan pendapatan masyarakat di Pulau panjang. Penelitian ini bertujuan mempelajari potensi usaha rumput laut di Pulau Panjang Kabupaten Serang. Data dan informasi primer dikumpulkan melalui observasi lapangan, focus group discussion (FGD) dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Serang, pembudidaya, perangkat desa, serta pengumpulan data sekunder. Data dianalisis secara deskriptif sehingga memberi informasi tentang potensi produksi rumput laut, rata-rata pendapatan pembudidaya dengan serapan tenaga serta
nilai tambah dari komoditas rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan luasan budi daya rumput laut 100 ha diperoleh 224 ton rumput laut kering dalam sekali panen (45 hari) dengan nilai Rp3.360.000.000 atau
Rp16.800.000 per petak (0.5 ha). Pada luasan 100 Ha usaha budidaya rumput laut ini dapat menyerap 1.000 orang tenaga kerja. Sehingga dapat mengurangi pengangguran. komoditas rumput laut dapat dijadikan beberapa produk dengan nilai jual tinggi.

Title: Potential of Seaweed Farming Business in Pulau Panjang
Serang District, Banten Province

ABSTRACT


Pulau Panjang is one of coastal area in Serang District with potential in marine and fisheries sectors. Seaweed farming is predicted to be able to increase community income in Pulau Panjang. This study aims to describe potency of seaweed farming in Pulau Panjang, Serang District. Data and
information were collected through Focus Group Discussion (FGD), field observation and secondary data. Data were analyzed descriptively by describing about seaweed farming potency from seaweed production, average income of seaweed farmer, increased number of labour and added value of commodity. Result of this study shows that seaweed farming area of 100 ha produced 224 tons of dry seaweed in one harvest period (45 days) with value of 3.360.000 or 16.800.000 per plot area (0.5 ha). Meanwhile, it absorbs labours up to 1000 persons for 100 ha area. Thus, seaweed farming helps to reduce the number of unemployment, and it creates additional values of seaweed which they could be
processed into numerous food products.


Keywords


rumput laut; Pulau Panjang; tenaga kerja

Full Text:

PDF

References


Arfando, R. 2008. Perubahan Area Mangrove di Pulau Panjang Kebupaten Serang Provinsi Banten. Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam.Universitas Indonesia. Depok.

Blankenhorn, S.U. 2007. Seaweed farming and artisanal fisheries in an Indonesian seagrass bed–Complementary or competitive usages.

in partial fulfilment of the requirements for the degree of Doctor of Natural Sciences (Dr. rer.nat.). Dissertation Faculty 2 Biology/Chemistry.

University Bremen.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Serang. 2015. Buku DKP Dalam Angka 2014. DKP Kab. Serang.

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya – Kementerian Keluatan dan Perikanan. 2012. Cara Praktis Memanen Rumput Laut Yang Memenuhi

Standar Kualitas. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

FAO. 2014. The State of World Fisheries and Aquaculture 2008. Food And Agriculture Organization Of The United Nations. Rome. Marzuki, M. 2014. Desain Pengelolaan Budidaya Laut Berkelanjutan di Teluk Saleh Kabupaten

Sumbawa. Disertasi, Program Pascasarjana IPB, Bogor. De San, M. 2012. The Farming of Seaweed- Implementation of a Regional Fisheries Strategy

For The Eastern-Southern Africa and India Ocean Region. Report/Rapport 10th European Development Fund.

Muttaqin, Z. 2007. Rumput Laut Sebagai Komoditi Bisnis. Buletin Pengolahan dan Pemasaran Perikanan Craby dan Starky, Edisi Juli 2007.

Neish, I.C. 2013. Social and economic dimensionsof carrageenan seaweed farming in Indonesia. Fisheries and Aquaculture Technical Paper. No 580, 61-89.

Purbani, D., B. Sukresno, E. Mustikasari, G. Kusumah dan T.B, Solihuddin. 2010. Optimalisasi Data Fisik Perairan Untuk Kajian Kelimpahan dan

Jenis lkan Di Teluk Banten. Laporan Penelitian Balitbang Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

Rasyid. 2004. Berbagai Manfaat Alga. Jurnal Oseana,

, 9-15

Sallata, E. A. 2007. Kajian Potensi Sumberdaya Untuk Pengelolaan Budididaya Rumput Laut dan Ikan Kerapu di Wilayah Pesisir Kecamatan

Ampibabo, Kab. Parigi Moutong, Sulawesi Tenggara. Skripsi, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sekaran, U. 2000. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Salemba Empat.

Soejarwo, P.A. 2016. Penerapan RAPFISH Dalam Penilaian Kebelanjutan Budidaya Rumput Laut di Kawasan Pesisir Pulau Panjang Serang,

Banten. Bandung, [Tesis]: Program MagisterTeknik Lingkungan, ITB.

Standar Nasional Indonesia. 2010. Produksi rumpu laut kotoni (Eucheuma cottoni) – bagian 2: Metode long-line. Valderrama, D., J. Cai, N. Hishamunda and N. Ridler. 2013. Social And Economic Dimensions Of Carrageenan Seaweed Farming. Fisheries and Aquaculture Technical Paper No. 580, pp 204.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v3i2.7326

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network