SALURAN PEMASARAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DI SUMBA TIMUR, NUSA TENGGARA TIMUR

Permana Ari Soejarwo, Risna Yusuf

Abstract


ABSTRAK

Nusa Tenggara Timur merupakan produsen terbesar kedua setelah Sulawesi Selatan dalam produksi rumput laut jenis Eucheuma cottonii. Karena itu, peluang pengembangan rumput laut jenis E. cottonii sangat menjanjikan dengan pangsa pasar yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran rumput laut jenis Eucheuma cottonii di Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data dan informasi dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pembudidaya serta dengan pengumpulan data sekunder. Data dianalisis secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif dengan memberikan informasi mengenai saluran pemasaran rumput laut jenis Eucheuma cottonii di Sumba Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran rumput laut di Sumba Timur dapat ditentukan oleh sumber permodalan yang berasal dari modal pribadi dan koperasi sehingga pemasaran tidak dipengaruhi oleh pedagang atau tengkulak. Kemudian dari sisi serapan dan pemasaran sumput laut dapat ditentukan oleh jenis produksi rumput laut yang terdiri dari raw material dan chips rumput laut. Raw material akan diserap oleh pedagang rumput laut lokal, pedagang rumput laut luar daerah Sumba Timur dan PT ASTIL. PT ASTIL akan mengolah rumput laut menjadi chips yang kemudian diserap oleh pembeli yang ada di Maassar, Surabaya dan Jakarta.

Title: 

ABSTRACT

East Nusa Tenggara is the second largest producer after South Sulawesi in the production of Eucheuma cottonii. Therefore, the opportunity to develop Euchema cottonii seaweed is very promising with a high market share. This study aims to determine the marketing distribution of Eucheuma cottonii in East Sumba, East Nusa Tenggara Province. Data and information were collected through field observations and in-depth interviews with farmers as well as with secondary data collection. The data were analyzed qualitatively and described in descriptive form by providing information about the marketing distribution of Eucheuma cottonii in East Sumba. The results showed that the marketing distribution for seaweed in East Sumba could be determined by capital sources that originating from private capital and cooperatives so that marketing was not influenced by traders or middlemen. Furthermore the absorption and marketing of seaweed can be determined by the type of seaweed production consisting of raw material and seaweed chips. Raw material will be absorbed by local seaweed traders, seaweed traders in outside East Sumba and PT ASTIL. PT ASTIL will process seaweed into chips which are then absorbed by buyers in Makassar, Surabaya and Jakarta.

 


Keywords


Kata Kunci: pemasaran, rumput laut, Sumba Timur, Eucheuma cottonii, chips rumput laut

Full Text:

PDF

References


Blankenhorn, S. Uli. (2007) : Seaweed farming and artisanal fisheries in an Indonesian seagrass bed–Complementary or competitive usages. in partial fulfilment of the requirements for the degree of Doctor of Natural Sciences (Dr. rer. nat.). Dissertation Faculty 2 Biology/Chemistry. University Bremen.

Bungin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif; Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Marzuki., M. 2014. Desain Pengelolaan Budidaya Laut Berkelanjutan di Teluk Saleh Kabupaten Sumbawa. Disertasi, Program Pascasarjana IPB, Bogor

Marzuki, M., Nurjana, I. W., Purbayanto, A., Budiharso, S., dan Supriyono, E. 2014. Sustainability Analysis of Mariculture Mangement In Saleh Bay of Sumbawa District. Journal Environmental Management and Sustainable Development, 3.

Michel De San. 2012. The Farming of Seaweed- Implementation of a Regional Fisheries Strategy For The Eastern-Southern Africa and India Ocean Region. Report/Rapport 10th European Development Fund.

DKP Sumba Timur. (2011). Grand design pengembangan rumput laut kabupaten Sumba Timur. Dinas Kelautan dan Perikanan . Sumba Timur

Standar Nasional Indonesia. 2011. Produksi bibit rumput laut kotoni (Eucheuma cottonii)-Bagian 1 : Metode lepas dasar. BSN. Jakarta.

Soejarwo, Permana Ari. 2016. Penerapan Rapfish Dalam Penilaian Keberlanjutan Budidaya Rumput Laut Di Kawasan Pesisir Pulau Panjang Serang, Banten.

Setyaningsih, H, K., Sumantadinata., dan Palupi, N. S. (2012) : Kelayakan Usaha Budi Daya Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii dengan Metode Longline dan Strategi Pengembangannya di Perairan Karimunjawa. Manajemen IKM, 7, 131-142.

Yusuf, R. N., Niartiningsih, A. dan Rani, C. (2010) : Keberlanjutan Budidaya Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii (Doty) Doty Di Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Tesis Manajemen Lingkungan, Pengelolaan Lingkungan Hidup. Universitas Hasanuddin. Makassar.




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v4i2.7399

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network