Nilai Ekonomi Ikan Rucah Bagi Nelayan Di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan

Riesti Triyanti, Risna Yusuf

Abstract


Usaha penangkapan ikan di Kabupaten Lamongan terdiri dari komoditas pelagis kecil dengan jenis alat tangkap payang dan dogol. Hasil sampingan dari usaha penangkapan ikan ini terdiri dari ikan rucah yang seringkali tidak termanfaatkan atau dibuang begitu saja serta menimbulkan pencemaran di sekitar tempat pendaratan ikan. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan hasil ekonomi ikan rucah bagi nelayan. Data dikumpulkan pada bulan Juni 2015 melalui wawancara terhadap nelayan, pengepul kecil, dan pengepul besar. Data hasil wawancara dilengkapi hasil observasi dan dokumentasi, selanjutnya diolah dan disajikan secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa nelayan di Kecamatan Paciran memperoleh ikan tangkapan berupa ikan ekonomis tinggi seperti kakap merah, cucut, manyung, tuna, kuningan, mata besar, pari, petek, bloso, dan layang serta hasil samping berupa ikan rucah. Ikan rucah dari nelayan dijual ke pedagang pengepul kecil dengan margin harga sebesar Rp 200,-/kg begitu juga margin harga dari pedagang pengepul kecil ke pedagang pengepul besar sebesar Rp 300,-/kg. Produksi ikan rucah tergantung musim tangkapan. Pada saat musim puncak, keuntungan yang diperoleh oleh nelayan sebesar Rp 500.000/hari sedangkan pada saat musim paceklik turun menjadi Rp 100.000/ hari. Ikan rucah dimanfaatakan sebagai pasokan bahan baku ke industri pengolahan tepung ikan di Kabupaten Lamongan sehingga memberikan penghasilan tambahan bagi nelayan.

Title: Economic Value of Trash Fish for Fishermen in Paciran  Sub District, Lamongan District, East Java

Fishing effort in Lamongan consists of small pelagic commodities to the type of fishing gear payang and dogol. The by catch product of fishing effort consists of trash fish are often not utilized or dumped and cause pollution both at sea and around the fish landing sites. This study aims to describe the economic results of trash fish for fishermen. Data were collected in June 2015 through interviews with fishermen, small wholesalers, and major collectors. Data on the interview include the results of observation and documentation, further processed and presented descriptively. The results showed that fishermen in the Paciran sub district obtain high economical fish as red snapper, shark, ariidae, tuna, brass, big eyes, rays, etc as well as by cacth such as trash fish. Trash fish from fishermen sold to small traders collectors with a margin price of IDR 200 per kg as well as the price margin of a small collectors to large collectors. Production of trash fish catches depending on the season. At the time of the peak season, the benefits obtained by the fishermen of IDR 500.000 per day, while during the lean season dropped to IDR 100.000 per day. The utilization of trash fish is to supply the raw material to fishmeal processing industry in Lamongan District so as a by catch gives benefit for fishermen.



Keywords


nilai ekonomi; nelayan; peningkatan pendapatan

Full Text:

PDF

References


Annafi, F.A., 2010. Proses Pengolahan Tepung Ikan dengan Metode Konvensional sebagai Usaha Pemanfaatan Limbah Perikanan. Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Asia-Pasifik Fishery Commision (APFIC). 2015. Low value and Trash Fish in Asia Pasifik Region. FAO. Rap Publication 2005/21.63 pp.

Australian Centre for International Agricultural Research. 2004. A survey of marine trash fish and fish meal as aquaculture feed ingredients in Vietnam. Edited by Peter Edwards, Le Anh Tuan, Geoff L. Allan. ACIAR. Canberra.

Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lamongan. 2014. Profil Perikanan dan Kelautan 2014. Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lamongan. Lamongan.

Hefni, M. 2009. Patron-Client Relationship pada Masyarakat Madura. KARSA: Journal of Social and Islamic Culture, Vol. XV, No. 1, April 2009: 15-24.

Fauzi, A. dan S. Anna. 2005. Pemodelan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan. PT.Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Lasabuda, R. 2013. Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan dalam Perspektif Negara Kepulauan Republik Indonesia. Jurnal Ilmiah Platax. Vol. 1 No. 2. pp. 92-101.

Muralidharan, N., R. J. Shakila, D. Sukumar, and G. Jeyasekaran. 2013. Skin, bone and muscle collagen extraction from the trash fish, leather jacket (Odonus niger) and their characterization. Journal of Food Science and Technology. Vol. 50. Issue g. pp 1106-1113.

Subagio, A., W.S. Windrati, M. Fauzi, dan Y. Witono. 2003. Fraksi Protein dari Ikan Kuniran (Upeneus sp) dan Mata Besar (Selar crumeophthalmus). Prosiding Hasil-Hasil Penelitian Seminar Nasional dan Pertemuan PATPI. Yogyakarta, 22-23 Juli 2003.

Wardono, B., dan H.M. Huda. 2011. Laporan Teknis Pelaksanaan Klinik Iptek Mina Bisnis Desa Weru Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Laporan Teknis. Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Jakarta. (tidak dipublikasikan).

Wardono, B., R.Yusuf, Istiana, Manadiyanto, dan R.H. Deswati. 2013. Maintanance Program Rintisan Pengembangan Kelembagaan Pengawalan IPTEK untuk Mengakselerasi Industrialisasi Kelauttan dan Perikanan di Lamongan. Laporan Teknis. Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Jakarta. (tidak dipublikasikan).




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v4i2.7402

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network