PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DENGAN PENDEKATAN INSTRUMEN EKONOMI

Cornelia Mirwantini Witomo

Abstract


Tujuan dari kajian ini adalah (1). Menganalisis bentuk pengelolaaan wilayah pesisir yang sudah dilakukan dalam 30 tahun terakhir di Indonesia, (2). Menganalisis peluang pendekatan instrument ekonomi dalam pengelolaan wilayah pesisir. Rezim pengelolaan wilayah pesisir terbagi menjadi 2 rezim yaitu rezim sebelum reformasi dan rezim setelah reformasi. Rezim sebelum reformasi pengelolaan wilayah pesisir dilakukan secara terpusat sedangkan sejak reformasi muncul ditambah dengan terbitnya UU No 32 Tahun 2004 pemerintah daerah diberi otonomi dalam porsi yang lebih besar. Pada rezim reformasi banyak terbentuk daerah perlindungan laut (DPL) yang berbasis masyarakat. Hal ini sebagai bentuk pengembangan suatu bentuk pengelolaan pesisir terpadu dimana masyarakat menjadi pelaku utama (subyek) dalam pemanfaatan jasa ekosistem. Jika melihat perkembangan pemanfaatan wilayah pesisir memberikan peluang untuk memasukkan instrument ekonomi sebagai bagian untuk peningkatan efisiensi ekonomi dan efektivitas lingkungan. Namun perlu kajian lebih lanjut terkait dengan karateristik desain dari komitmen pembayaran jasa ekosistem meliputi kinerja pembayaran, target ruang dan target biaya manfaat serta faktor-faktor yang mempengaruhi skema pembayaran jasa ekosistem dapat diterima dan secara umum peluang untuk mengaplikasikan pendekatan instrument ekonomi dalam pengelolaan wilayah pesisir cukup besar karena saat ini sudah banyak daerah perlindungan laut yang terbentuk dan target pembentukan daerah perlindungan laut sebesar 30 juta hektar hingga tahun 2030.

Title: COASTAL MANAGEMENT USING ECONOMICS INSTRUMENTS APPROACH

The objective of this study are (1) analyzed coastal management form for 30 years in Indonesia and analyzed economic instrument opportunity for coastal management  Coastal management regime divide to be regime before reformation and after the transformation. Coastal management carried out by the central government when before transformation while carried out by the local government after transformation. This condition support by law number 32/2004 about autonomy. There are many marine protected areas with community-based that develop when regime transformation. This matter is integrated management where the community as the main actor/subject on ecosystem services utilization. Based on coastal development give an opportunity to internalize the economics instrument as a part of efficiency and effectiveness. However, need a further study about the characteristic of the design of payment ecosystem services commitment consists of payment performance, spatial target and cost-benefit target and factor which is influence scheme of payment and applicable on coastal management generally. Wherefore there are many marine protected areas developed, and there is a target until 2030 to establish new marine protected areas as large as 30 hectares.



Keywords


Pengelolaan, Pesisir, Ekonomi, Jasa Ekosistem

Full Text:

PDF

References


Boerema.A., L. Geerts., L. Oosterlee., S.Temmerman., P.Meire. 2016. Ecosystem Service Delivery in Restoration Projects : The Effect of Ecological Succession on The Benefit of Tidal Marsh Restoration. Ecology and Society Volume 21 Number 2 Art 10. 26 Halaman.

Clark,J.R. Integrated management of coastal zones. FAO Fisheries Technical Paper. No. 327. Rome, FAO. 1992. 167p

Costanza, R., R. d’Arge., R. D. Groot., S. Farber., Monica Grasso., B. Hannon., K. Limburg., S. Naeem., R. V.O’Neil., J. Paruelo., R. G. Raskin., P. Sutton and M. V.D. Belt. 1997. The Value of The World’s Ecosystem Services and Natural Capital. Nature Volume 387 1997. pp. 253-260.

Crawford.B.R., R.B. Pollnac., dan M.F.A. Sondita. 1999. A Comparison of Level of Development Among Coastal and Non Coastal Communities in North Sulawesi and South Sumatra. Jurnal Pesisir dan Lautan (Indonesian Journal of Coastal and Marine Resources) Volume 2 Number 1 1999. ISSN 1410-7821. 10p

Diehl.K., B. Burkhard dan K. Jacob. Should The Ecosystem Services Concept be Used In European Commission Impact Assessment. Ecological Indicator Volume 61 (2016). pp. 6-17.

Faiza.R., T. Kusumastanto., D.G. Bengen., M. Boer dan F. Yulianda. 2010. Keberlanjutan Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat : Kasus DPL-BM Blongko-Minahasa Selatan, DPL-BM Pulau Sebesi, Lampung Selatan dan APL Pulau Harapan Kepulauan Seribu. Jurnal Kebijakan dan Riset Sosial Ekonomi Kelautan Perikanan Volume 5 Nomor 1, 2010. Halaman 19-30.

Harahap. N. 2014. Penelitian Kepustakaan. Jurnal Iqra’ Volume 8 Nomor 1 Mei 2014. Halaman 68-73

Hartoto. D.I., L. Adrianto., D. Kalikoski., dan T. Yunanda. 2009. Building capacity for mainstreaming fisheries co-management in Indonesia. Food and Agriculture Organization of the United Nations Rome, 2009 dan Directorate of Fisheries Resources of Indonesia, Jakarta, 2009 ISBN 978-92-5-106345-3. 130p

Kasmidi.M., A. Ratu., E. Armada., J. Mintahari., I. Maliasar., D. Yanis., F. Lumolos., N. Mangampe., P. Kapena., M. Mongkol., 1999. Rencana Pengelolaan Daerah Perlindungan Laut dan Pembangunan Sumberdaya Wilayah Pesisir Desa Blongko Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara. University of Rhode Island, Coastal Resources Center, Narragansett, Rhode Island, USA dan Bappeda Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Indonesia. 81 halaman.

Kinzig, A.P., C. Perrings., F.S. Chapin III., S. Polasky., V.K. Smith., D. Tilman., dan B. L. Turner II. 2011. Paying For Ecosystem Services Promise and Peril. Science Volume 334 4 November 2011. pp. 603-604.

La Notte.A., D.D’Amato.,H.Makinen., M.L.Paracchini., C.Liquete., B.Egoh., D.Geneletti., N.D.Crossman. Ecosystem Services Classification : A System Ecology Perspective of The Cascade Framework. Ecological Indicators Volume 74 (2017). Pp. 392 – 402.

Martono.N. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif: Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder Edisi Revisi 2. Rajawali Pers. Jakarta. 270 Halaman

Millenium Ecosystem Assesment. 2005. Ecosystem and Human Well-Being : Synthesis. Island Press, Washington DC. 155 halaman.

OECD (2010) Paying for Biodiversity: Enhancing the Cost-Effectiveness of Payments for Ecosystem Services. OECD: Paris. 196p.

Parmawati, R. 2018. Ecology, Economic, Equity Sebuah Upaya Penyeimbang Ekologi dan Ekonomi. Cetakan Pertama UB Press. Malang. 191 Halaman.

Plymouth Marine Laboratory. 2017. Ecosystem Services Valuation for Southwest Coastal Managers. A guide to support the integration of ecosystem services into the management of coastal areas. Plymouth, UK. 26p

Post. J. C dan C. G. Lundin. 1996. Guidelines For Integrated Coastal Zone Management. Environmental Sustainable Development Studies and Monographs Series No 9 The World Bank, Washington D.C. 22p

Rode. J., H.Wittmer., L. Emerton., C.S.Schlaack. 2016. Ecosystem Service Oppurtunities A Practice Oriented Framework For Identifying Economic Instrument to Enhance Biodiversity and Human Livelihoods. Journal For Nature Conservation Volume 33 (2016). pp 35-47.

Rudyanto. A. 2014. Kerangka Kerjasama Dalam Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut. Disampaikan pada Sosialisasi Nasional Program MFCDP 22 September 2004. 8 Halaman. (Online). Tersedia di Laman : https://www.bappenas.go.id/files/7913/5228/2106/kjsmpengelolaanpesisirrudy__20081123172012__1224__2.pdf. Diakses pada Tanggal 10 Februari 2019.

Sondita M. F. A., N. P. Zamani, Burhanuddin, B. Haryanto, dan A. Tahir (editors). 2000. Pelajaran dari Pengalaman Proyek Pesisir 1997 - 2000. Prosiding Lokakarya Hasil Pendokumentasian Kegiatan Proyek Pesisir, Bogor, 21 - 24 Maret 2000. PKSPL - Institut Pertanian Bogor dan CRC - University of Rhode Island

Sterner, T. 2003. Policy Instrumen for Environmental and Natural Resource Management. Washington DC: Resource for the Future Press.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Manajemen. Alfabeta. Bandung. 806 Halaman

UNEP. 2004. Economic Instruments in Biodiversity-Related Multilateral Environmental Agreements. United Nations Publications. ISBN 92-807-2390-1. 117pp

Wunder. S. 2005. Payment For Environmental Services : Some Nuts and Bolts. CIFOR Occasional Paper 42. 32pp

Yandri.P. 2015. Pengelolaan Rawa di Indonesia Isu Desentralisasi, Partisipasi Warga dan Instrumen Ekonomi. Jurnal Organisasi dan Manajemen Volume 11 Nomor 1 Maret 2015. Halaman 75-88

Undang-Undang No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Undang-Undang No 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah




DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v5i1.7638

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

---------------------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan Oleh:

Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
bekerjasama dengan
Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network